Gardu Induk 150 kV Kaur Beroperasi Akhir Desember, Bupati: Tak Ada Lagi Defisit Daya

Gardu Induk 150 kV Kaur
Foto: Bupati Kaur Gusril Pausi, di dampingi PJ Sekda kaur, serta didampingi juga Manager UPP PLN Sumbagsel 2, Adi Saputro, dalam kunjungan melihat Gardu Induk (GI) 150 kV yang berlokasi di Desa Kasuk Baru beberapa waktu yang lalu, (Ft/Dok).

Gardu Induk 150 kV Kaur Beroperasi Akhir Desember, Bupati: Tak Ada Lagi Defisit Daya

Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kabupaten Kaur memastikan Gardu Induk (GI) 150 kV yang berlokasi di Desa Kasuk Baru akan mulai beroperasi pada akhir Desember 2025. Kehadiran infrastruktur kelistrikan strategis ini diyakini menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan pemadaman listrik atau byarpet yang selama ini masih kerap dirasakan masyarakat Kaur.

Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos, MAP menegaskan bahwa pengoperasian Gardu Induk 150 kV merupakan bagian dari komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Kaur bersama PT PLN (Persero) dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang andal, stabil, dan berkelanjutan. Menurutnya, listrik bukan sekadar kebutuhan rumah tangga, melainkan fondasi utama bagi pelayanan publik, aktivitas ekonomi, dan pembangunan daerah.

||BACA JUGA: Wabup Kaur: Koperasi Harus Jadi Motor Ekonomi Desa

“Dengan ditargetkannya Gardu Induk 150 kV ini beroperasi pada akhir Desember, kami optimistis persoalan lampu mati di Kabupaten Kaur dapat diminimalkan bahkan diakhiri. Ini adalah kebutuhan mendasar masyarakat dan penopang utama aktivitas ekonomi,” ujar Bupati Gusril Pausi saat meninjau langsung lokasi Gardu Induk di wilayah Bintuhan, Sabtu (13/12/25).

Bupati menjelaskan, selama ini Kabupaten Kaur masih menghadapi keterbatasan suplai listrik. Kondisi tersebut membuat sistem kelistrikan rentan mengalami gangguan, terutama ketika beban puncak meningkat pada jam-jam tertentu. Situasi ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, pelayanan publik, hingga dunia usaha.

||BACA JUGA: Pemkab Kaur Lakukan Rotasi Jabatan, Dorong Efektivitas dan Kinerja ASN

Dengan beroperasinya Gardu Induk 150 kV berkapasitas besar, sistem jaringan listrik di Kabupaten Kaur akan menjadi jauh lebih kuat dan stabil. Infrastruktur ini dirancang untuk mendukung kebutuhan energi jangka panjang seiring dengan pertumbuhan penduduk, peningkatan aktivitas ekonomi, serta pengembangan kawasan usaha dan industri.

“Keandalan listrik sangat menentukan kualitas pelayanan pemerintahan, sektor pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga perkembangan UMKM. Karena itu, Gardu Induk ini menjadi kebutuhan strategis daerah,” jelas Bupati.

Lebih jauh, Bupati Gusril Pausi menilai kehadiran Gardu Induk 150 kV akan menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing Kabupaten Kaur. Ketersediaan listrik yang stabil menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan investor sebelum menanamkan modalnya di suatu daerah.

||BACA JUGA: Polda Limpahkan 12 Tersangka Korupsi Pertanian Kaur ke Kejati Bengkulu

“Pemerintah daerah berharap kehadiran Gardu Induk 150 kV ini menjadi pemicu masuknya investasi baru ke Kabupaten Kaur. Ketika investasi tumbuh, Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan meningkat dan kesejahteraan masyarakat ikut terdongkrak,” tambahnya.

Menurutnya, sektor-sektor potensial seperti perkebunan, perikanan, UMKM, hingga industri pengolahan akan mendapatkan manfaat besar dari suplai listrik yang memadai dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kaur juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Gardu Induk 150 kV Desa Kasuk Baru. Proyek ini, menurutnya, merupakan hasil dari perjuangan panjang yang melibatkan banyak tahapan dan lintas waktu.

||BACA JUGA: Politikus Gerindra Herwin Suberhani Minta Evaluasi Total Proyek Jalan Bermasalah di Kaur

“Mulai dari pembangunan tapak tower, penarikan right of way (ROW), hingga penyelesaian gardu induk, semuanya membutuhkan proses panjang. Ini adalah hasil kerja keras bersama sejak periode pertama kepemimpinan hingga memasuki sembilan bulan periode kedua,” ungkap Bupati.

Bupati Gusril Pausi memastikan bahwa dengan beroperasinya Gardu Induk 150 kV, Kabupaten Kaur tidak lagi mengalami pemadaman listrik akibat defisit daya seperti yang selama ini sering terjadi.

“Kami ingin menegaskan, ke depan tidak akan ada lagi pemadaman listrik yang disebabkan oleh kekurangan daya. Jika pun terjadi gangguan, sifatnya hanya insidentil, misalnya akibat bencana alam atau gangguan teknis darurat,” tegasnya.

||BACA JUGA: Pulau Enggano, Seluma, dan Kaur Dapat Proyek Kampung Nelayan dari KKP

Sementara itu, Manager UPP PLN Sumbagsel 2, Adi Saputro, memastikan bahwa pembangunan Gardu Induk 150kV Desa Kasuk Baru telah memasuki tahap akhir. Saat ini, progres fisik proyek telah mencapai sekitar 95 persen.

“Dalam dua hari ke depan, kami akan mulai melakukan uji coba pengoperasian tanpa beban daya. Ini merupakan bagian dari tahapan akhir sebelum Gardu Induk beroperasi penuh. Sesuai target, akhir Desember sudah menyala,” jelas Adi Saputro.

PLN, lanjutnya, memastikan seluruh proses penyelesaian dilakukan sesuai standar keselamatan, keandalan sistem, dan ketentuan teknis yang berlaku secara nasional.

||BACA JUGA: DPRD Kaur Sidak RSUD: Temukan Fasilitas Rusak Desak Perbaikan Segera

Adi Saputro mengungkapkan bahwa selama ini sistem kelistrikan Kabupaten Kaur masih bergantung pada suplai dari Gardu Induk Manna dengan kapasitas terbatas sekitar 15 MW, yang hanya disalurkan melalui dua penyulang. Kondisi ini menjadi penyebab utama sering terjadinya pemadaman, terutama saat beban puncak meningkat.

Dengan beroperasinya Gardu Induk 150kV Desa Kasuk Baru, kapasitas daya listrik Kabupaten Kaur akan meningkat signifikan hingga 60 MW.

“Dengan enam penyulang ini, jangkauan distribusi listrik akan lebih luas dan merata, baik untuk masyarakat, sektor usaha, maupun layanan publik,” tegas Adi. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *