Wabup Kaur: Koperasi Harus Jadi Motor Ekonomi Desa
Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kabupaten Kaur kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui penguatan koperasi. Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.Pd.I menyampaikan pesan penting kepada seluruh pengurus 195 koperasi yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan, agar mampu mengoptimalkan potensi lokal sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Pelatihan Peningkatan Kompetensi SDM Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Tahun 2025, yang dihadiri para pengurus koperasi Merah Putih se-Kabupaten Kaur. Pelatihan ini juga melibatkan pemerintah Provinsi Bengkulu, yang ikut memberikan dukungan penuh terhadap percepatan kebangkitan koperasi di tingkat desa.
||BACA JUGA: Politikus Gerindra Herwin Suberhani Minta Evaluasi Total Proyek Jalan Bermasalah di Kaur
Dalam sambutannya, Wabup Abdul Hamid menegaskan bahwa koperasi memiliki peran strategis sebagai pilar utama dalam memperkuat ekonomi lokal. Ia menilai, setiap desa di Kabupaten Kaur memiliki kekayaan potensi yang belum seluruhnya digarap secara optimal.
Potensi tersebut meliputi sektor pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, hingga industri kreatif. Bila dikelola dengan benar, ia yakin koperasi akan menjadi pusat ekonomi desa yang mampu menghasilkan usaha berkelanjutan dan menciptakan dampak sosial yang besar bagi warga.
||BACA JUGA: Pemkab Kaur Lakukan Rotasi Jabatan, Dorong Efektivitas dan Kinerja ASN
“Koperasi jangan berjalan tanpa arah. Setiap pengurus harus benar-benar memahami potensi desa. Harus ada perencanaan matang, pendampingan berkala, serta strategi bisnis yang jelas agar usaha yang dijalankan tidak hanya sesaat tetapi berkelanjutan,” ujar Wabup Hamid, Jumat.
Menurutnya, tantangan koperasi selama ini bukan hanya soal modal, tetapi juga lemahnya perencanaan usaha, minimnya pemetaan potensi, dan kurangnya pendampingan yang tepat. Pelatihan ini diharapkan menjadi ruang bagi pengurus koperasi untuk memperbaiki pola kerja dan meningkatkan kemampuan manajerial.
Salah satu poin penting yang ditekankan Wabup Abdul Hamid adalah keberadaan Business Assistant atau pendamping bisnis di setiap koperasi. Ia menyatakan bahwa pendamping memiliki posisi strategis dalam membantu koperasi membaca peluang pasar, menyusun strategi usaha, sekaligus menganalisis kelayakan bisnis yang akan dijalankan.
||BACA JUGA: Pulau Enggano, Seluma, dan Kaur Dapat Proyek Kampung Nelayan dari KKP
“Business Assistant tidak boleh hanya hadir di atas kertas. Mereka harus benar-benar menjadi mitra strategis koperasi, memastikan setiap perencanaan usaha terarah, sesuai potensi desa, feasible, dan memiliki prospek jangka panjang,” kata Abdul Hamid.
Pendamping bisnis juga diharapkan mampu memberikan bimbingan teknis, analisis kompetitif, penguatan manajemen, hingga monitoring berkala terhadap perkembangan unit usaha koperasi. Dengan sinergi yang terbangun antara koperasi dan pendamping, pemerintah daerah optimistis koperasi desa dapat berkembang lebih cepat dan lebih stabil.
Pelatihan yang melibatkan pemerintah Provinsi Bengkulu ini juga menjadi bukti komitmen bersama dalam membangun ekonomi kerakyatan yang lebih kuat. Pemerintah provinsi disebut memberikan dukungan berupa pendampingan regulasi, fasilitasi pelatihan, hingga kolaborasi dalam menyediakan akses pasar dan teknologi.
||BACA JUGA: DPRD Kaur Sidak RSUD: Temukan Fasilitas Rusak Desak Perbaikan Segera
Kolaborasi antara pemkab dan pemprov diharapkan menjadi dorongan konkret bagi koperasi untuk naik kelas, terlebih di era ekonomi digital yang menuntut inovasi dan tata kelola modern.
“Kami ingin koperasi di Kabupaten Kaur menjadi lembaga ekonomi yang sehat, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan penguatan manajemen dan pendampingan berkelanjutan, saya yakin kita bisa mencapainya,” tegas Abdul Hamid. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











