Proyek Jalan Rp10 Miliar di Bengkulu Dikeluhkan Asal Jadi, Aktivis Soroti Kualitas Pekerjaan

Proyek Jalan Bengkulu
Foto: Proyek Jalan Rp10 Miliar di Bengkulu Dikeluhkan Asal Jadi, Aktivis Soroti Kualitas Pekerjaan, (Ft/Ist).

Proyek Jalan Rp10 Miliar di Bengkulu Dikeluhkan Asal Jadi, Aktivis Soroti Kualitas Pekerjaan

Kantor-Berita.Com|| Kasus proyek jalan saat ini menjadi perhatian serius masyarakat Bengkulu. Publik berharap pemerintah provinsi dan dinas teknis tidak tinggal diam dan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua proyek infrastruktur yang sedang berjalan.salah satu proyek yang dilaksanakan oleh CV KK Global ini menambah daftar panjang persoalan infrastruktur di Bengkulu yang kerap dikeluhkan masyarakat. Aktivis, akademisi, dan tokoh publik berharap pemerintah daerah menegakkan pengawasan yang lebih profesional dan terbuka.

Salah satu Aktivis Provinsi Bengkulu Icang Ho yang turun langsung ke lapangan untuk meninjau pekerjaan proyek infrastruktur yang dilaksanakan oleh CV KK Global, yang kini menuai sorotan publik. Proyek dengan nilai kontrak fantastis mencapai Rp10,899 miliar itu diduga dikerjakan secara asal-asalan dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak.

||BACA JUGA: Kajati Bengkulu Cek Langsung Barang Bukti Korupsi Tambang, Pastikan Aset Sitaan Aman

Dalam pantauannya, Icang Ho menemukan sejumlah kejanggalan pada hasil pekerjaan proyek tersebut. Ia menilai proyek pembangunan jalan yang baru selesai dikerjakan itu sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan, seperti permukaan bergelombang dan beberapa titik yang berpotensi berlubang.

“Saya melihat langsung di lokasi, jalan ini sudah bergelombang, bahkan ada tanda-tanda akan berlubang. Padahal proyek ini baru selesai dikerjakan,” ungkap Icang Ho dengan nada kecewa, kepada redaksi kantor-berita.com, Kamis (6/11/25).

||BACA JUGA: Kasus Kredit Sawit Rp1,3 Triliun, Pemilik PT DPM di Jerat TPPU

Menurut Icang, kondisi tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan dan indikasi pekerjaan tidak dilakukan sesuai spesifikasi teknis yang seharusnya. Ia menegaskan bahwa masyarakat berhak mendapatkan hasil pembangunan yang berkualitas dan sesuai dengan nilai anggaran besar yang dikeluarkan pemerintah.

“Kalau proyek bernilai Rp10 miliar lebih dikerjakan asal jadi, itu sama saja membuang uang rakyat. Kualitas seperti ini jelas tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.

Aktivis yang dikenal vokal terhadap isu transparansi publik itu juga mengingatkan pihak kontraktor agar segera melakukan perbaikan sesuai dengan standar pekerjaan. Ia menegaskan akan terus memantau proses patching dan perbaikan base B serta base A, yang menjadi komponen utama dalam struktur jalan tersebut.

||BACA JUGA: Polda Dalami Caleg DPRD Kota Bengkulu Palsukan Dokumen, Kuasa Hukum: Gunakan Surat Keterangan Palsu

“Nanti proses patching akan kami pantau secara seksama, termasuk penggunaan base B dan base A. Semua harus sesuai dengan spesifikasi teknis, bukan asal aspal,” kata Icang.

Icang Ho juga menyinggung proyek jalan ini dalam konteks program unggulan Pemerintah Provinsi Bengkulu yang dikenal dengan nama ‘1000 Jalan Mulus’. Menurutnya, program tersebut seharusnya menjadi simbol keberhasilan pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur berkualitas, bukan justru tercoreng oleh pekerjaan yang tidak profesional.

“Program ‘1000 Jalan Mulus’ itu niatnya baik, tapi kalau dikerjakan seperti ini, malah bisa merusak nama baik Gubernur Bengkulu Helmi Hasan. Program besar seperti ini harus diawasi dengan ketat,” ujar Icang.

||BACA JUGA: Proyek Revitalisasi SMPN 6 Bengkulu Tengah Terindikasi Salah Desain, Ahli Kontruksi: Ada Kejanggalan

Ia menilai jika kontraktor dan pengawas proyek tidak memiliki integritas, maka program infrastruktur yang digagas pemerintah daerah bisa kehilangan kepercayaan masyarakat.

“Alangkah memalukan, kalau proyek besar dengan anggaran miliaran justru hasilnya seperti ini. Bahkan kalau dibandingkan, proyek yang dikerjakan kepala desa kadang jauh lebih bagus,” sindirnya.

Dari hasil peninjauan lapangan, Icang Ho menemukan beberapa indikasi pelanggaran spesifikasi teknis. Ia mencurigai bahwa material dasar dan metode pengerjaan tidak sesuai dengan ketentuan kontrak. Selain itu, ketebalan lapisan aspal di beberapa titik terlihat tidak merata dan berpotensi mempercepat kerusakan.

||BACA JUGA: Bupati Teddy Rahman Buka Bimtek, Pengadaan Barang Jasa Lewat E-Katalog Versi 6.0

“Ini proyek baru selesai, tapi sudah rusak. Artinya, ada sesuatu yang salah. Bisa jadi karena campuran aspalnya tidak sesuai, atau dasar jalannya tidak dipadatkan dengan benar,” ungkapnya.

Icang Ho mendesak agar pihak berwenang segera melakukan audit teknis dan menindak tegas kontraktor jika terbukti melakukan pelanggaran. “Saya minta Dinas terkait tidak tutup mata. Kalau memang ada penyimpangan, segera tindak. Jangan tunggu jalan rusak parah dulu baru diperbaiki,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya transparansi dalam setiap tahapan proyek, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga serah terima pekerjaan. Menurutnya, publik berhak mengetahui bagaimana uang rakyat digunakan.

||BACA JUGA: Penyidik Tipidkor Geledah Rumah Sekwan DPRD Bengkulu, Amankan 8 Boks Bukti

“Jangan ada yang disembunyikan. Kalau memang sesuai spesifikasi, tunjukkan dokumennya. Tapi kalau ada pelanggaran, kontraktor harus bertanggung jawab,” tambah Icang.

Menurutnya, proyek infrastruktur bernilai miliaran rupiah harus benar-benar diawasi secara ketat agar tidak menjadi ladang penyimpangan atau praktik korupsi terselubung.

“Jangan sampai proyek ini hanya menjadi formalitas untuk menghabiskan anggaran. Audit harus dilakukan agar masyarakat tahu kebenarannya,” ujar Icang.

||BACA JUGA: Pemprov Bengkulu dan Kejaksaan Sinergi Kawal Program Jaksa Garda Desa

Ia juga menyatakan akan mengumpulkan data lapangan dan bukti foto sebagai bahan laporan resmi jika hasil perbaikan tidak menunjukkan perubahan berarti.

“Kami akan terus kawal proyek ini. Kalau tidak ada perubahan dan kualitas tetap buruk, kami siap laporkan ke penegak hukum,” pungkas Icang ho.

Konsultan Pengawas Akui Ada Titik Bermasalah

Sementara itu, Tokiran Munzir, selaku konsultan pengawas proyek Jalan, membenarkan bahwa terdapat beberapa titik jalan yang mengalami gelombang dan ketidakteraturan permukaan.yang sudah di rilis beberapa media daring.

“Benar, memang ada beberapa titik yang bergelombang. Kami sudah memberikan teguran agar pihak pelaksana segera memperbaikinya,” ujar Tokiran Munzir.

Ia menjelaskan bahwa proses perbaikan akan segera dilakukan sesuai hasil evaluasi di lapangan. “Pihak kontraktor sudah kami minta untuk segera melakukan perbaikan lapisan perkerasan di titik yang bermasalah. Kami pastikan akan terus memantau agar hasil akhir sesuai dengan standar,” tegasnya.

Sampai dengan berita ini dirilis, beberapa pihak terkait masih dalam upaya di konfirmasi

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *