Viral Pungutan Uang Perpisahan di SMPN 13 Mukomuko, Aktivis Minta Copot Kepala Sekolah

Pungutan uang perpisahan
Viral Pungutan Uang Perpisahan di SMPN 13 Mukomuko, Aktivis Minta Copot Kepala Sekolah, (Ist.BU).

Viral Pungutan Uang Perpisahan di SMPN 13 Mukomuko, Aktivis Minta Copot Kepala Sekolah

KANTOR-BERITA.COM, MUKOMUKO|| SMPN 13 Mukomuko tengah menjadi sorotan setelah viralnya kabar mengenai pungutan uang perpisahan yang senilai 500 ribu rupiah. Hal ini membuat para wali murid geram dan banyak dari mereka memposting keluhan mereka ke media sosial. Awalnya, SMPN 13 berencana mengadakan acara perpisahan untuk siswa kelas IX dengan memungut biaya dari para siswa.

Menurut informasi dari situs resmi SMPN 13 Mukomuko, jumlah siswa kelas IX yang akan mengikuti acara perpisahan adalah sebanyak 164 orang, dengan didukung oleh 47 tenaga pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah, Yonmar Kanedi.

BACA JUGA: Tiga Oknum PNS Kemenhub Kena OTT Pungli di Rejang Lebong

Seiring dengan viralnya keluhan dari para wali murid, Dinas Pendidikan Kabupaten Mukomuko mengeluarkan surat edaran pada tanggal 13 Mei 2024 yang melarang pelaksanaan perpisahan di sekolah-sekolah. Surat edaran ini ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mukomuko, Epi Mardiani, S.Pd., dan ditujukan kepada semua kepala TK, SD, dan SMP negeri maupun swasta di Kabupaten Mukomuko.

Surat edaran nomor 800/0568/D.2/V/2024 ini disebarkan ke seluruh sekolah di kabupaten Mukomuko dengan tujuan untuk mendukung program pemerintah dalam pemulihan ekonomi dan membantu mengurangi beban orang tua dalam menyekolahkan anak-anak mereka. Dalam surat tersebut, dinyatakan bahwa seluruh sekolah dilarang melaksanakan acara perpisahan atau pelepasan siswa di akhir tahun pelajaran 2023-2024.

BACA JUGA: Upaya Pencegahan Pungli: Bhabinkamtibmas Polsek Ketahun Sosialisasikan Saber Pungli

Salah satu wali murid dari Desa Lubuk Sanai, yang berinisial F, menyatakan bahwa acara perpisahan di SMPN 13 Mukomuko seharusnya dilaksanakan pada Selasa, 21 Mei 2024. Dia mengungkapkan kekecewaannya karena acara tersebut mendadak dibatalkan meskipun tenda-tenda sudah terpasang dan para wali murid sudah membayar biaya sebesar 500 ribu rupiah. “Dana yang sudah dikumpulkan akan dikembalikan pada hari Rabu,” katanya.

Dalam kesempatan terpisah, seorang aktivis sosial tindak pidana korupsi, Iksanudin yang dikenal dengan nama Icang Ho, mengecam tindakan tersebut. Ia menyatakan bahwa pungutan biaya perpisahan yang memberatkan wali murid tidak diperbolehkan, dan sudah ada larangannya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Icang Ho menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh pihak SMPN 13 Mukomuko termasuk dalam kategori pungutan liar (pungli) dan harus diproses secara hukum maupun kedinasan.

BACA JUGA: Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara Fokus Cegah Pungli dalam Pelayanan Publik

“Upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah SMPN 13 Mukomuko adalah kategori pungli dan harus diproses, baik secara hukum maupun secara kedinasan,” jelas Icang Ho. Ia juga mendesak agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko memberikan sanksi tegas kepada kepala sekolah, yaitu dengan mencopot jabatannya. Menurut Icang Ho, walaupun acara sudah dibatalkan, upaya untuk melakukan pungli tetap harus ditindak untuk memberikan efek jera kepada sekolah-sekolah lain.

“Copot saja kepala sekolahnya, jangan hanya diberikan sanksi pembinaan. Tidak akan ada efek jera jika sanksinya ringan,” tegasnya.

Lanjut Icang Ho, Kasus ini juga memberikan pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan yang berdampak langsung kepada siswa dan keluarganya. Dengan adanya pengawasan yang lebih ketat dan penegakan hukum yang tegas, diharapkan kejadian serupa tidak akan terulang di masa mendatang, dan semua sekolah dapat fokus pada tugas utama mereka yaitu memberikan pendidikan yang terbaik bagi generasi muda.

Pungutan uang perpisahan
Foto: Surat Edaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko.

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Budi Utoyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *