Pembangunan Infrastruktur Dasar Masih Jadi Arah Utama Pemkot Bengkulu 2026
Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan komitmennya untuk menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai fokus utama dalam arah kebijakan pembangunan tahun 2026. Kebijakan ini diambil agar setiap program pemerintah mampu memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan, mobilitas, dan kualitas hidup masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Bengkulu, Tony Elfian, yang menyebutkan bahwa fokus pembangunan infrastruktur sejalan dengan program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bengkulu. Infrastruktur dinilai sebagai fondasi penting untuk mendukung aktivitas ekonomi, sosial, dan pelayanan publik di daerah.
||BACA JUGA: Paripurna DPRD Kaur Sepakati APBD 2026, Fokus Infrastruktur dan Pelayanan Publik
“Program pembangunan tahun 2026 ini tidak terlepas dari visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Itu merupakan janji politik kepada masyarakat yang harus kita wujudkan secara nyata,” ujar Tony, Selasa (06/01/26).
Menurut Tony, Pemkot Bengkulu menetapkan tiga pilar utama dalam pembangunan infrastruktur pada tahun 2026. Ketiga pilar tersebut meliputi penyediaan 1.000 ruas jalan mulus, optimalisasi penerangan jalan umum (PJU), serta pengembangan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah.
||BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Pastikan Perbaikan Infrastruktur dan Penanganan Banjir Berjalan Tepat Sasaran
Program 1.000 jalan mulus menjadi salah satu prioritas karena kondisi jalan yang baik sangat berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas warga. Jalan yang layak dinilai mampu memperlancar distribusi barang dan jasa, mengurangi risiko kecelakaan, serta meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
“Jalan adalah urat nadi aktivitas masyarakat. Kalau jalannya baik, ekonomi bergerak, akses layanan publik juga lebih mudah,” kata Tony.
Selain jalan, Pemkot Bengkulu juga memberi perhatian besar pada optimalisasi penerangan jalan umum. Menurut Tony, PJU bukan sekadar soal estetika kota, tetapi berkaitan langsung dengan rasa aman dan keselamatan masyarakat, terutama pada malam hari.
||BACA JUGA: Wagub Mian Bawa Proposal Infrastruktur Bengkulu ke Kementerian Transmigrasi
“Penerangan jalan umum yang memadai akan meningkatkan keamanan lingkungan. Ini menjadi kebutuhan dasar yang tidak bisa diabaikan,” ujarnya.
Pilar ketiga adalah pengembangan sektor pariwisata. Pemkot Bengkulu menilai pariwisata memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan asli daerah. Infrastruktur pendukung pariwisata, seperti akses jalan, fasilitas umum, dan penataan kawasan wisata, akan menjadi fokus pembangunan.
Tony menjelaskan bahwa penetapan prioritas infrastruktur tersebut bukan keputusan sepihak. Pemkot Bengkulu melakukan kajian mendalam bersama tim perencana daerah dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selain itu, pemerintah juga turun langsung ke lapangan untuk memetakan kebutuhan riil masyarakat.
||BACA JUGA: Dedy Wahyudi Genjot Infrastruktur dan Pariwisata Bengkulu Demi Ekonomi Daerah
“Kami menyerap langsung aspirasi dan keluhan warga. Dari situ, kami tahu mana yang paling mendesak dan harus segera ditangani,” ujar Tony.
Ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran dan waktu menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pembangunan. Oleh karena itu, Pemkot Bengkulu menyusun skala prioritas agar penggunaan anggaran lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Dalam skala prioritas tersebut, terdapat sejumlah pekerjaan mendesak yang akan dikebut pada tahun 2026. Di antaranya pembangunan dan perbaikan drainase, penanggulangan banjir di kawasan rawan, peningkatan kebersihan lingkungan, serta penataan pasar tradisional.
||BACA JUGA: Pagu Anggaran Kementerian PUPR 2026 Rp118,5 Triliun untuk Infrastruktur, Ini Rinciannya
“Masalah drainase dan banjir menjadi keluhan utama warga di beberapa titik. Ini harus segera ditangani agar tidak terus berulang setiap musim hujan,” kata Tony.
Ia menambahkan, penataan pasar tradisional juga menjadi perhatian karena pasar merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Pasar yang tertata dengan baik akan meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli, sekaligus mendukung kebersihan dan ketertiban kota.
Meski menjadikan infrastruktur sebagai prioritas utama, Tony menegaskan bahwa Pemkot Bengkulu tidak mengabaikan sektor pembangunan lainnya. Program di bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial tetap berjalan, meski dengan penyesuaian porsi anggaran.
||BACA JUGA: Pembangunan Bengkulu Digenjot, Pemkot Pastikan Infrastruktur Jadi Prioritas Utama
“Kami tidak meninggalkan sektor lain. Program kesehatan, pendidikan, dan sosial tetap ada. Hanya saja, porsinya disesuaikan agar pembangunan infrastruktur dasar bisa diselesaikan lebih dulu,” ujarnya.
Menurut Tony, pembangunan infrastruktur dasar akan memberikan efek berantai bagi sektor lain. Jalan yang baik akan mempermudah akses ke fasilitas kesehatan dan pendidikan, sementara lingkungan yang tertata akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











