Wagub Mian Bawa Proposal Infrastruktur Bengkulu ke Kementerian Transmigrasi
Kantor-Berita.Com|| Dalam upaya mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah transmigrasi, Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, melakukan langkah strategis dengan membawa langsung proposal usulan pembangunan infrastruktur ke Wakil Menteri Transmigrasi RI, Viva Yoga Mauladi. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) di Jakarta, Selasa (28/10/25).
Langkah ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk mempercepat kemajuan wilayah-wilayah transmigrasi, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
||BACA JUGA: Wagub Bengkulu Tegaskan Optimalisasi PAD, Fokus Penarikan Pajak Alat Berat
Dalam pertemuan tersebut, Mian secara langsung memaparkan sejumlah kawasan transmigrasi yang membutuhkan dukungan pembangunan infrastruktur, baik fisik maupun sosial, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
“Kawasan yang kami usulkan meliputi Kota Terpadu Mandiri (KTM) dengan penambahan fasilitas Islamic Center yang nilainya tidak sampai Rp10 miliar. Mudah-mudahan bisa terealisasi pada tahun 2026,” jelas Mian.
||BACA JUGA: Wagub Bengkulu Buka Musrenbang RPJMD 2025 – 2029 Prioritaskan Jalan Provinsi
Selain kawasan KTM, Mian juga mengajukan pulau Enggano sebagai salah satu fokus pembangunan karena masuk dalam program Instruksi Presiden (Inpres) terkait pengembangan wilayah strategis nasional. Tak hanya itu, kawasan Padang Ulak Tanding di Kabupaten Rejang Lebong yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Selatan juga menjadi salah satu prioritas pengusulan.
“Ketiga wilayah ini memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Namun, masih terkendala oleh keterbatasan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan fasilitas publik lainnya,” terang Mian.
Wakil Gubernur Mian menegaskan, pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi bukan hanya soal fisik semata, tetapi juga tentang menciptakan akses ekonomi baru dan mengurangi kesenjangan antarwilayah di Provinsi Bengkulu.
||BACA JUGA: Tim Ekspedisi Patriot Resmi di Lepas, Wagub Berpesan: Jangan Kaget Tugas Dibengkulu
“Kita ingin memastikan masyarakat di kawasan transmigrasi memiliki akses yang sama terhadap pembangunan. Dengan infrastruktur yang memadai, biaya logistik bisa ditekan, mobilitas barang dan jasa lebih lancar, dan peluang ekonomi terbuka lebar,” ujarnya.
Mian juga menyoroti pentingnya keberpihakan pemerintah pusat terhadap daerah-daerah yang masih tertinggal dalam aspek pembangunan dasar. Ia menilai, investasi infrastruktur merupakan fondasi utama untuk memperkuat daya saing ekonomi daerah.
“Pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi akan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi baru dan mempercepat pemerataan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Bengkulu,” tambahnya.
||BACA JUGA: Wagub Bengkulu Tegaskan Optimalisasi PAD, Fokus Penarikan Pajak Alat Berat
Menanggapi pemaparan tersebut, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Pemprov Bengkulu yang proaktif memperjuangkan pembangunan wilayah transmigrasi.
“Usulan dari Pak Wakil Gubernur sangat baik dan konstruktif. Pemerintah daerah yang datang langsung membawa rencana konkret seperti ini menunjukkan keseriusan dalam membangun daerahnya,” kata Viva Yoga.
Ia juga memastikan bahwa Kementerian akan menindaklanjuti proposal tersebut melalui koordinasi teknis antara tim pemerintah pusat dan Pemprov Bengkulu.
||BACA JUGA: Wagub Bengkulu Sidak SMKN 12: Temukan Menu Makan Siswa Tidak Layak dan Fasilitas WC Rusak
“Silakan terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan tim kami untuk membahas alokasi anggaran serta tahapan pelaksanaan program. Pemerintah pusat tentu akan mendukung selama program ini selaras dengan kebijakan nasional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, Viva Yoga menilai bahwa pengembangan Kota Terpadu Mandiri (KTM) dan kawasan Pulau Enggano memiliki nilai strategis tinggi bagi perekonomian Bengkulu.
Enggano, sebagai salah satu pulau terluar Indonesia, memiliki potensi besar dalam sektor kelautan, perikanan, dan pariwisata. Namun, wilayah ini masih menghadapi tantangan serius seperti akses transportasi yang terbatas dan fasilitas publik yang minim.
||BACA JUGA: Polda Bengkulu Ungkap Dua Kasus Korupsi, 15 Tersangka Sudah Ditahan
“Enggano adalah wilayah yang sangat potensial dan harus mendapat perhatian khusus. Pemerintah pusat berkomitmen untuk memperkuat infrastruktur dasar di kawasan tersebut agar bisa menjadi pusat ekonomi baru di wilayah pesisir barat Sumatera,” ujar Viva Yoga. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











