Haru, Pemkot Bengkulu Lepas Puluhan ASN Purna Tugas Memasuki BUP

ASN Purna Tugas Kota Bengkulu
Foto: Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing, secara resmi melepas 209 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki Batas Usia Pensiun (BUP), salah satunya purna tugas, Eka Rikarino, berlangsung di Ruang Hidayah 1, Kantor Wali Kota Bengkulu, Senin (29/12/25), (Ft/Dok).

Haru, Pemkot Bengkulu Lepas Puluhan ASN Purna Tugas Memasuki BUP

Kantor-Berita.Com|| Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai Ruang Hidayah 1, Kantor Wali Kota Bengkulu, Senin (29/12/25). Pemerintah Kota Bengkulu secara resmi melepas 209 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang purna tugas memasuki Batas Usia Pensiun (BUP), menandai berakhirnya masa pengabdian panjang para abdi negara yang telah puluhan tahun melayani masyarakat.

Pelepasan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing. Acara berlangsung khidmat, sarat rasa hormat, sekaligus menjadi momen refleksi atas perjalanan panjang birokrasi Kota Bengkulu yang dibangun dari kerja kolektif lintas generasi.

||BACA JUGA: Dedy Wahyudi Serahkan Bantuan Alat untuk Nelayan Bengkulu

Para ASN purna tugas tampak kompak mengenakan seragam batik coklat khas, yang merupakan cenderamata khusus dari Wali Kota Bengkulu. Seragam tersebut menjadi simbol kebersamaan dan penghargaan atas dedikasi yang telah mereka curahkan selama bertahun-tahun.

Turut hadir mendampingi Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Penjabat Sekretaris Daerah Tony Elfian, jajaran staf ahli, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu.

||BACA JUGA: Dedy Wahyudi Dorong Mahasiswa KKN Tematik Unived Hadirkan Solusi Nyata

Dalam sambutannya, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh ASN yang memasuki masa purna tugas. Ia menegaskan bahwa kemajuan Kota Bengkulu hari ini tidak bisa dilepaskan dari kontribusi para pensiunan yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dan integritas.

“Bapak dan Ibu adalah bagian dari sejarah pembangunan Kota Bengkulu. Apa yang kita nikmati hari ini adalah hasil dari kerja panjang dan pengabdian Bapak dan Ibu semua. Kami yang hari ini diberi amanah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujar Dedy.

Menurut Dedy, pengabdian sebagai ASN bukan sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan bentuk pengabdian kepada masyarakat dan negara. Ia menyebut, kerja keras para ASN terdahulu telah meletakkan fondasi kuat bagi tata kelola pemerintahan yang semakin baik.

||BACA JUGA: Pantai Panjang Ditata, Pemkot Bengkulu Bangun 5 Gazebo Gratis Untuk Pengunjung

“Semua kita punya peran dalam perjalanan kota ini. Mudah-mudahan lelah, keringat, dan pengorbanan Bapak dan Ibu semua menjadi amal ibadah, menjadi lillah,” lanjutnya.

Dedy juga menekankan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari kontribusi terhadap daerah. Ia mengajak para purna tugas untuk tetap menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan jajaran Pemerintah Kota Bengkulu.

Menurutnya, pengalaman dan pengetahuan para pensiunan ASN merupakan aset berharga yang tetap dibutuhkan, baik sebagai penasehat informal, tokoh masyarakat, maupun teladan di lingkungan masing-masing.

||BACA JUGA: Tata Pasar Panorama, 23 Kios Diambil Alih Pemkot

“Pensiun bukan berarti putus hubungan. Pemerintah Kota Bengkulu tetap membuka pintu silaturahmi. Kami masih sangat membutuhkan masukan, pengalaman, dan kebijaksanaan Bapak dan Ibu,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dedy juga memberikan apresiasi khusus kepada salah satu tokoh purna tugas, Eka Rikarino, yang dinilainya sebagai figur teladan dalam pengabdian birokrasi.

Ia menyoroti peran kolektif para ASN dalam menjaga tata kelola keuangan daerah, termasuk keberhasilan Pemerintah Kota Bengkulu mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama tujuh kali berturut-turut.

||BACA JUGA: Libur Nataru Pemkot Bengkulu Tegaskan Sanksi Jukir, Pungutan Tarif Parkir Melebihi Perda

“Prestasi WTP ini bukan kerja satu orang atau satu periode kepemimpinan. Ini hasil kerja panjang para ASN, dari lurah, camat, guru, hingga pejabat struktural. Semua punya andil besar,” tegas Dedy.

Acara pelepasan ditutup dengan penyerahan cinderamata secara simbolis oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota kepada perwakilan ASN purna tugas. Cinderamata tersebut menjadi simbol penghormatan dan rasa terima kasih pemerintah atas masa bakti yang telah diberikan.

Setelah itu, seluruh peserta mengikuti makan siang bersama, yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Momen tersebut dimanfaatkan para purna tugas untuk saling berbagi cerita, mengenang masa pengabdian, serta mempererat silaturahmi. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *