Dedy Wahyudi Genjot Infrastruktur dan Pariwisata Bengkulu Demi Ekonomi Daerah
Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kota Bengkulu di bawah kepemimpinan Wali Kota Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota tengah gencar melakukan pembenahan besar-besaran di berbagai sektor, terutama infrastruktur dan pariwisata. Kedua sektor ini dinilai sebagai kunci utama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam berbagai kesempatan, Dedy menegaskan bahwa fokus pembangunan infrastruktur dan pariwisata bukan semata soal fisik kota, melainkan strategi jangka panjang untuk menjadikan Bengkulu sebagai kota yang maju, layak huni, dan menjadi destinasi wisata unggulan di Sumatera.
||BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Tetap Fokus Pada Program Prioritas, Saat Krisis Fiskal
“Infrastruktur dan pariwisata adalah dua sektor yang saling melengkapi. Keduanya punya hubungan timbal balik yang kuat. Ketika infrastruktur membaik, wisata akan berkembang, dan sebaliknya, wisata yang tumbuh akan mendorong peningkatan pembangunan infrastruktur,” ujar Dedy Wahyudi.
Sejak awal masa kepemimpinannya, pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama. Dedy meyakini bahwa infrastruktur yang baik adalah pondasi utama bagi kesejahteraan masyarakat. Jalan yang mulus, drainase yang baik, dan penerangan jalan yang memadai bukan hanya memperindah kota, tetapi juga mempermudah aktivitas ekonomi warga.
||BACA JUGA: Optimalisasi PAD Kota Bengkulu: Pemkot Bagikan Rompi Baru untuk Jukir
Pemkot Bengkulu terus berupaya menuntaskan pembangunan dan perbaikan infrastruktur dasar di berbagai wilayah. Program pembangunan jalan lingkungan, pelebaran jalan utama, dan penataan kawasan strategis terus digenjot setiap tahun.
“Infrastruktur yang kuat bukan hanya untuk memperindah kota, tapi untuk memperlancar mobilitas warga, menurunkan biaya logistik, dan membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat,” kata Dedy.
Selain jalan dan drainase, Pemkot Bengkulu juga menambah penerangan jalan umum (PJU) di berbagai titik rawan, agar masyarakat merasa aman dan nyaman beraktivitas di malam hari. Pemerintah juga memperbaiki fasilitas publik seperti taman kota, area pedestrian, dan ruang terbuka hijau yang kini menjadi ikon baru bagi warga Bengkulu.
||BACA JUGA: Realisasi PBB Kota Bengkulu Meningkat Berkat Aplikasi PADEK dan Insentif RT
Sementara di sektor pariwisata, Wali Kota Dedy menilai bahwa Bengkulu memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap. Letak geografis yang strategis di pesisir barat Pulau Sumatera, keindahan alam pantai yang memukau, serta kekayaan sejarah dan budaya menjadi modal kuat untuk membangun sektor ini sebagai penggerak ekonomi daerah.
“Kami ingin menjadikan Bengkulu sebagai kota wisata yang dikenal luas, bukan hanya di tingkat nasional tapi juga internasional. Potensi yang kita miliki sangat besar, tinggal bagaimana kita mengelolanya secara profesional,” ujar Dedy.
Pemerintah Kota Bengkulu pun telah melakukan berbagai upaya penataan kawasan wisata unggulan, seperti Pantai Panjang, Benteng Marlborough, Tugu Thomas Parr, hingga Kawasan Wisata Kota Merah Putih yang kini menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat.
||BACA JUGA: Bangun Pariwisata Lewat Ekonomi Kreatif, Wamendagri Dorong Daerah Gali Identitas Lokal
Perbaikan sarana dan prasarana wisata terus dilakukan, mulai dari pembangunan infrastruktur pendukung, fasilitas parkir, kebersihan area wisata, hingga promosi digital melalui media sosial dan portal wisata resmi.
Langkah ini sejalan dengan visi Pemkot Bengkulu untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang inklusif, di mana masyarakat lokal ikut berperan aktif sebagai pelaku ekonomi mulai dari pelaku UMKM, pengelola homestay, hingga pelaku seni budaya.
“Ketika wisata maju, masyarakatlah yang pertama merasakan manfaatnya. Ada peningkatan pendapatan, muncul lapangan kerja baru, dan ekonomi bergerak lebih cepat,” tegas Dedy.
||BACA JUGA: Penataan Pedagang Kawasan Pantai Panjang Bengkulu: Dinas Pariwisata, Desember di Tertibkan
Wali Kota Dedy Wahyudi menilai bahwa infrastruktur dan pariwisata tidak bisa dipisahkan. Keduanya ibarat dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Infrastruktur yang memadai akan mendukung pertumbuhan wisata, sementara wisata yang berkembang mendorong percepatan pembangunan infrastruktur baru.
Dengan strategi ini, Pemkot Bengkulu menargetkan peningkatan signifikan PAD dari sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, dan jasa transportasi. Selain itu, sektor properti dan investasi juga diyakini akan ikut terdongkrak karena meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Bengkulu.
“Kami ingin menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan. Infrastruktur memudahkan wisata, wisata mendorong PAD, dan PAD digunakan kembali untuk membangun infrastruktur yang lebih baik. Itulah konsep pembangunan yang kita jalankan,” jelasnya.
||BACA JUGA: Perdana, 50 Yachter Internasional Sandar di BMTH Pelindo: Dorong Pariwisata Maritim Dunia
Pemerintah Kota Bengkulu juga aktif mengundang investor nasional dan daerah untuk berinvestasi di sektor pariwisata, transportasi, dan properti. Melalui forum investasi regional dan promosi digital, Bengkulu kini mulai dilirik sebagai salah satu destinasi potensial di kawasan barat Indonesia.
Selain sektor fisik, Pemkot Bengkulu juga berkomitmen membangun kota yang cerdas dan ramah lingkungan (smart and green city). Pemerintah terus berinovasi dalam tata kelola digital, sistem pelayanan publik, hingga pengelolaan sampah berbasis teknologi.
Dengan dukungan infrastruktur yang baik dan lingkungan yang tertata, Bengkulu ditargetkan menjadi kota yang bersih, aman, nyaman, dan modern. Penataan kawasan perkotaan juga diarahkan untuk memperkuat identitas visual kota menjadikannya lebih menarik bagi wisatawan dan investor.
“Semua ini kita lakukan bukan untuk seremonial, tapi untuk kesejahteraan warga. Kota Bengkulu harus menjadi kota yang membanggakan, bukan hanya bagi kita yang tinggal di sini, tetapi juga bagi mereka yang datang berkunjung,” Tutup Dedy. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











