Wali Kota Bengkulu Turun Langsung Cek Banjir
Kantor-Berita.Com|| Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi turun langsung ke lapangan untuk meninjau lokasi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bengkulu, Minggu (04/01/26). Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk respon cepat pemerintah daerah terhadap bencana yang berdampak pada aktivitas dan kehidupan warga.
Salah satu titik yang dikunjungi Dedy adalah RT 1 Kelurahan Tanjung Jaya, Kecamatan Sungai Serut. Wilayah ini dilaporkan mengalami banjir cukup parah setelah air sungai meluap dan merendam puluhan rumah warga. Genangan air terlihat menguasai badan jalan, pekarangan rumah, hingga bagian dalam bangunan, sehingga membuat aktivitas masyarakat terganggu.
||BACA JUGA: Pasar Barukoto Ditarget Beroperasi Awal 2026
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Bengkulu didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Tony Elfian, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, camat, serta lurah setempat. Kehadiran jajaran pemerintah ini bertujuan untuk memastikan penanganan banjir dilakukan secara terpadu, sekaligus menyerap aspirasi warga terdampak.
Dedy menyusuri langsung kawasan yang terendam banjir. Ia melihat kondisi rumah-rumah warga yang berada di pinggir jalan maupun di bantaran sungai. Beberapa warga tampak membersihkan sisa lumpur, sementara sebagian lainnya masih bertahan di rumah dengan kondisi air yang belum sepenuhnya surut.
||BACA JUGA: Irigasi Belum Siap Awal 2026, Petani Sawah Mukomuko Terancam Gagal Tanam
“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan agar penanganannya tepat sasaran. Pemerintah tidak boleh hanya menerima laporan, tapi harus hadir di tengah masyarakat,” ujar Dedy di sela-sela peninjauan.
Di lokasi, Dedy berdialog dengan warga untuk mendengarkan keluhan dan masukan. Salah seorang warga RT 1 Kelurahan Tanjung Jaya, Hikmah Juwita (54), menyampaikan aspirasi masyarakat terkait banjir yang kerap berulang setiap musim hujan. Menurutnya, salah satu penyebab utama banjir adalah pendangkalan sungai yang semakin parah dari tahun ke tahun.
“Sekarang sungai sudah dangkal, Pak. Kami mohon dilakukan normalisasi sungai. Dulu sungainya dalam, jarang sekali banjir. Itu harapan kami sebagai warga,” ujar Juwita kepada Wali Kota.
||BACA JUGA: Intensitas Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Sungai Serut Bengkulu Terendam
Menanggapi keluhan tersebut, Dedy menjelaskan bahwa persoalan banjir di Kota Bengkulu merupakan masalah kompleks yang tidak bisa diselesaikan secara instan. Ia menekankan bahwa banjir bukan hanya disebabkan oleh faktor lokal di wilayah kota, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi daerah hulu sungai.
“Ini tidak bisa diselesaikan dengan cara instan. Masalah banjir ini tidak bisa abrakadabra atau bimsalabim. Salah satu penyebab utamanya adalah kondisi hulu sungai yang sudah gundul akibat aktivitas pertambangan batubara yang tidak disertai reklamasi maksimal,” kata Dedy.
Ia menjelaskan, kerusakan lingkungan di wilayah hulu menyebabkan daya serap tanah berkurang drastis. Akibatnya, air hujan langsung mengalir ke sungai dengan volume besar, membawa material lumpur dan pasir yang kemudian mengendap di dasar sungai. Kondisi inilah yang mempercepat pendangkalan sungai dan memicu banjir, bahkan saat hujan tidak terlalu deras.
||BACA JUGA: Kementerian HAM Resmi Buka Januari Rekrutmen 500 PPPK, Formasi dan 5 Jabatan
“Walaupun Kota Bengkulu tidak hujan, banjir tetap bisa terjadi. Ini karena air kiriman dari hulu yang tidak lagi mampu ditahan oleh lingkungan,” ujar Dedy.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Bengkulu menyiapkan solusi jangka pendek dan jangka panjang. Dalam waktu dekat, pemerintah akan melakukan normalisasi sungai di wilayah-wilayah rawan banjir. Normalisasi ini bertujuan mengembalikan kapasitas sungai agar mampu menampung debit air yang meningkat saat hujan.
“Solusinya jelas, sungai harus dinormalisasi. Pendangkalan harus diatasi supaya aliran air kembali lancar,” tegas Dedy.
||BACA JUGA: Perahu Nelayan Tenggelam di Sungai Kunyit, TNI AL Soroti Kelalaian Rambu PT EUP
Selain normalisasi sungai, Pemkot Bengkulu juga tengah memproses pembangunan kolam retensi sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir. Kolam retensi berfungsi menampung air sementara saat debit sungai meningkat, sehingga dapat mengurangi risiko luapan ke permukiman warga.
“Saat ini prosesnya sedang berjalan. Tahun ini kita fokus pada ganti rugi lahan. Diperkirakan pertengahan tahun akan ada pembayaran dari Balai Wilayah Sungai VII. Setelah itu, pembangunan kolam retensi bisa dilanjutkan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedy juga menyerahkan bantuan pangan berupa makanan siap saji kepada warga terdampak banjir di RT 1 Kelurahan Tanjung Jaya. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah sekaligus untuk meringankan beban warga yang terdampak.
||BACA JUGA: Langkah Berat Pemkab Seluma Menjaga Keuangan Daerah, Ribuan Honorer Dirumahkan
“Kami ingin memastikan warga tidak kekurangan kebutuhan dasar. Pemerintah hadir untuk membantu, terutama di saat-saat sulit seperti ini,” ujar Dedy.
Usai meninjau Tanjung Jaya, Wali Kota Bengkulu melanjutkan kunjungan ke Kelurahan Rawa Makmur, yang juga terdampak banjir. Di wilayah ini, genangan air kerap terjadi di Jalan Kalimantan, salah satu ruas jalan utama yang sering terendam saat hujan deras.
Dedy menilai, salah satu solusi paling realistis untuk mengatasi banjir di kawasan tersebut adalah dengan meninggikan badan jalan. Menurutnya, langkah ini perlu dilakukan karena kejadian banjir di Jalan Kalimantan sudah bersifat rutin dan berulang.
||BACA JUGA: Pemkot Bengkulu dan Pelindo Gelar Penanaman Pohon Serentak
“Kita akan meninggikan ruas Jalan Kalimantan. Di sini banjir sudah sering terjadi, sehingga elevasi jalan perlu dinaikkan agar tidak mudah terendam,” kata Dedy.
Namun demikian, Dedy mengakui bahwa pelaksanaan proyek tersebut membutuhkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Pasalnya, status Jalan Kalimantan merupakan jalan provinsi yang berada di bawah kewenangan Pemprov Bengkulu.
“Ini akan segera kita komunikasikan dengan Gubernur Bengkulu. Mudah-mudahan tahun ini juga pekerjaan jalan di kawasan ini bisa dilaksanakan,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bengkulu memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi banjir di berbagai wilayah. Koordinasi lintas sektor dengan pemerintah provinsi, balai sungai, serta instansi terkait akan terus diperkuat guna mempercepat penanganan banjir, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
||BACA JUGA: Wali Kota Bengkulu Pastikan Program Pembangunan Berlanjut
Dedy menegaskan, penanganan banjir membutuhkan komitmen bersama, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat dan pihak-pihak terkait lainnya. Upaya menjaga lingkungan, memperbaiki tata kelola sungai, serta mengendalikan kerusakan di daerah hulu menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus terlibat. Pemerintah akan terus berupaya, tetapi dukungan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya juga sangat penting,” pungkas Dedy. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











