Wali Kota Bengkulu Pastikan Program Pembangunan Berlanjut
Kantor-Berita.Com|| Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan program pembangunan yang telah dirintis oleh kepemimpinan sebelumnya. Sebagai penerus estafet kepemimpinan dari Helmi Hasan, Dedy menilai kesinambungan kebijakan menjadi kunci utama agar pembangunan daerah berjalan stabil, terarah, dan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Dedy menekankan bahwa pergantian pemimpin seharusnya tidak serta-merta memutus program yang telah terbukti efektif dan dirasakan langsung dampaknya oleh warga. Menurutnya, kepemimpinan yang baik tidak diukur dari seberapa banyak program baru yang diciptakan, melainkan dari kemampuan menjaga, menyempurnakan, dan melanjutkan kebijakan yang sudah berjalan dengan baik.
||BACA JUGA: Dari Pasar hingga Wisata, Walikota Percepat Penataan Wajah Kota
“Pemimpin itu tidak boleh hanya memikirkan masa jabatannya sendiri. Kita juga harus menghargai dan melanjutkan kerja keras pemimpin sebelumnya. Kalau programnya baik dan bermanfaat untuk rakyat, mengapa harus dihentikan?” ujar Dedy.
Dedy secara terbuka mengkritisi fenomena politik yang kerap terjadi di Indonesia, di mana setiap pergantian kepala daerah sering diikuti dengan perubahan total arah kebijakan. Program lama ditinggalkan, meskipun belum tuntas atau sudah menunjukkan hasil positif di lapangan.
||BACA JUGA: Hadapi Cuaca Ekstrem, Wali Kota Bengkulu Keluarkan SE Jelang Nataru
“Sering kali di Indonesia ini, ganti pemimpin ganti program. Yang lama seolah-olah tidak ada nilainya. Padahal, pembangunan itu proses panjang. Tidak bisa selesai dalam satu periode,” kata Dedy.
Ia menilai pola tersebut justru merugikan masyarakat karena pembangunan menjadi terputus-putus, tidak berkelanjutan, dan kerap mengulang dari awal. Akibatnya, anggaran terbuang, energi birokrasi terkuras, dan masyarakat tidak merasakan hasil maksimal dari program pemerintah.
Dalam masa kepemimpinannya, Dedy memastikan sejumlah program unggulan yang telah berjalan akan tetap menjadi prioritas. Salah satunya adalah Program Sedekah 2.000, gerakan kedermawanan sosial yang mengajak aparatur dan masyarakat untuk menyisihkan sebagian kecil rezeki demi membantu warga kurang mampu.
||BACA JUGA: Wali Kota Dedy Wahyudi Instruksikan Lelang Dini Proyek 2026
Program ini, menurut Dedy, bukan sekadar soal nominal, tetapi tentang membangun budaya gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat perkotaan.
“Sedekah 2.000 itu kecil bagi kita, tapi besar artinya bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Program ini menyentuh langsung rakyat kecil dan akan terus kita jalankan,” ujarnya.
Selain itu, Gerakan Peduli Yatim juga tetap menjadi fokus utama. Program ini memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yatim di Kota Bengkulu melalui bantuan pendidikan, kebutuhan dasar, serta pendampingan sosial.
||BACA JUGA: Wali Kota Bengkulu: Pembangunan Harus Terarah dan Berkelanjutan
“Anak yatim adalah tanggung jawab kita bersama. Negara harus hadir, pemerintah harus peduli. Program ini akan kita perkuat,” kata Dedy.
Di sektor infrastruktur, Dedy memastikan program Jalan Mulus tetap dilanjutkan. Program ini tidak hanya menyasar jalan-jalan utama, tetapi juga menjangkau jalan lingkungan hingga gang-gang pemukiman warga.
Ia menyadari bahwa kualitas infrastruktur jalan sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, serta kenyamanan hidup warga kota.
||BACA JUGA: Wali Kota Bengkulu Serukan Hapus Ego Sektoral di HUT Korpri ke-54
“Jangan sampai masih ada jalan rusak yang menghambat aktivitas warga. Jalan lingkungan juga penting karena itu akses harian masyarakat,” tegasnya.
Menurut Dedy, keberhasilan program infrastruktur selama ini tidak lepas dari fondasi yang telah dibangun oleh kepemimpinan sebelumnya. Karena itu, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kesinambungan pembangunan tersebut.
Dedy secara terbuka mengakui bahwa berbagai capaian yang diraih Kota Bengkulu saat ini tidak terlepas dari peran Helmi Hasan sebagai wali kota sebelumnya. Ia menyebut banyak perubahan signifikan yang telah dilakukan, baik dari sisi pembangunan fisik maupun program sosial.
||BACA JUGA: Dedy Wahyudi Dorong Mahasiswa KKN Tematik Unived Hadirkan Solusi Nyata
“Saya melihat sendiri bagaimana Pak Helmi Hasan membangun Kota Bengkulu. Banyak perubahan positif yang dirasakan masyarakat. Sebagai penerus, saya wajib memastikan warisan itu tidak berhenti di tengah jalan,” katanya.
Selain menjaga kesinambungan internal, Dedy juga menyoroti pentingnya hubungan harmonis antara Pemerintah Kota Bengkulu dan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Menurutnya, koordinasi yang sejalan dengan Gubernur Bengkulu akan sangat membantu percepatan pembangunan, terutama karena Kota Bengkulu merupakan ibu kota provinsi.
“Kalau pemerintah kota dan provinsi satu garis, pembangunan akan jauh lebih cepat. Banyak program bisa disinergikan,” ujarnya.
Dedy menilai sinergi lintas pemerintahan menjadi kunci agar program pusat, provinsi, dan kota dapat berjalan selaras tanpa tumpang tindih. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











