Walikota: Pasar-Pasar di Bengkulu Ditata, Jalan dan Trotoar Dikembalikan Fungsinya

Penataan Pasar Panorama Bengkulu
Foto: Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi saat mengunjungi pasar menemui pedagang beberapa waktu yang lalu, (Ft/Dok).

Walikota: Pasar-Pasar di Bengkulu Ditata, Jalan dan Trotoar Dikembalikan Fungsinya

Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kota Bengkulu terus mempercepat penataan kawasan pasar sebagai bagian dari upaya membangun wajah kota yang lebih bersih, tertib, dan nyaman. Setelah melakukan penataan di Pasar Baru Koto, Pasar Ikan Kampung, dan Pasar Minggu, kini perhatian pemerintah kota difokuskan pada Pasar Panorama, salah satu pusat perdagangan terbesar yang menjadi urat nadi aktivitas ekonomi warga.

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan bahwa langkah penataan ini bukan semata-mata penertiban, melainkan respons nyata atas banyaknya keluhan masyarakat yang selama ini merasa terganggu dengan kondisi pasar yang dinilai semrawut. Persoalan utama yang disorot adalah maraknya pedagang yang berjualan di badan jalan, trotoar, hingga area parkir, sehingga menghambat arus lalu lintas dan mengurangi kenyamanan pengunjung.

||BACA JUGA: Dari Pasar hingga Wisata, Walikota Percepat Penataan Wajah Kota

“Kita sedang menata seluruh pasar di Kota Bengkulu secara bertahap. Dimulai dari Pasar Baru Koto, Pasar Ikan Kampung, Pasar Minggu, dan sekarang giliran Pasar Panorama,” ujar Dedy Wahyudi, Rabu (21/1).

Menurut Dedy, penyempitan jalan di kawasan Pasar Panorama telah berlangsung cukup lama dan menjadi sumber keluhan masyarakat, baik pengguna jalan maupun warga sekitar. Aktivitas perdagangan yang meluber ke badan jalan membuat lalu lintas tersendat, meningkatkan risiko kecelakaan, serta menciptakan kesan kumuh di salah satu kawasan strategis kota.

||BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Dorong Pedagang Tempati Los Pasar

“Banyak laporan dari masyarakat. Jalan semakin sempit karena pedagang berjualan di badan jalan dan trotoar. Bahkan, lahan parkir yang seharusnya untuk kendaraan pengunjung justru disewakan kepada pedagang,” jelas Dedy.

Ia menilai kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena bertentangan dengan fungsi ruang publik dan merugikan kepentingan bersama. Oleh karena itu, Pemkot Bengkulu mengambil langkah tegas namun tetap mengedepankan pendekatan persuasif.

Dalam proses penataan Pasar Panorama, Wali Kota memberikan apresiasi kepada para pedagang yang menunjukkan sikap kooperatif. Banyak pedagang memilih membongkar lapak dagangannya secara mandiri tanpa harus dilakukan tindakan penertiban paksa oleh petugas.

||BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Gaspol Modernisasi Kota, di Mulai Revitalisasi Pasar Minggu

“Alhamdulillah, pedagang membongkar sendiri lapak dagangannya. Ini menunjukkan kesadaran yang baik. Sekarang jalan sudah terlihat lebih luas dan lapang,” kata Dedy.

Ia berharap perubahan tersebut tidak hanya bersifat sementara, melainkan menjadi komitmen bersama antara pemerintah dan pedagang untuk menjaga ketertiban pasar dalam jangka panjang.

“Semoga kondisi ini bisa bertahan lama. Kita ingin Pasar Panorama menjadi contoh pasar yang tertib dan nyaman,” tambahnya.

||BACA JUGA: Kawasan KZ Abidin Ditata, Pedagang Dipindah ke Pasar Minggu (PTM)

Pemkot Bengkulu mengarahkan seluruh pedagang untuk berjualan di dalam area pasar yang telah disediakan. Menurut Dedy, langkah ini penting agar fungsi jalan, trotoar, dan fasilitas umum lainnya dapat dikembalikan sesuai peruntukannya.

“Pedagang kita minta masuk ke dalam pasar. Ke depan, kita juga akan membangun pasar yang lebih representatif, lebih layak, dan lebih nyaman bagi pedagang maupun pembeli,” tegasnya.

Penataan ini diharapkan tidak hanya menciptakan ketertiban, tetapi juga meningkatkan daya tarik pasar tradisional sebagai pusat aktivitas ekonomi rakyat yang bersih dan modern.

||BACA JUGA: Perindag Bengkulu Tegaskan Kios Pasar Aset Daerah, Dilarang Dialihkan

Lapak-lapak pedagang yang selama ini berdiri di badan jalan dan trotoar akan ditata ulang dan dipindahkan ke lokasi yang telah disiapkan, seperti area PTM dan Mega Mall. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan dan meningkatkan kenyamanan ruang publik.

“Lapak yang ada di badan jalan dan trotoar akan kita pindahkan ke dalam area PTM dan Mega Mall. Trotoarnya nanti akan kita tata dan percantik,” ungkap Dedy.

Selain itu, pemerintah kota juga berencana melakukan penataan estetika kawasan dengan memperbaiki pencahayaan dan memasang lampu jalan agar kawasan tersebut lebih aman dan menarik, terutama pada malam hari. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *