Pemkot Bengkulu Gaspol Modernisasi Kota, di Mulai Revitalisasi Pasar Minggu
Kantor-Berita.Com|| Upaya besar untuk mengubah wajah Kota Bengkulu menjadi lebih modern, bersih, dan tertata kini mulai terlihat nyata. Di bawah kepemimpinan Walikota Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing, Pemerintah Kota Bengkulu tengah menggulirkan program Revitalisasi penataan kota secara menyeluruh, dimulai dari kawasan strategis Pasar Minggu.
Program yang dikemas sebagai bagian dari agenda pembenahan kota besar ini menjadi penanda kuat bahwa Pemkot serius menata ruang publik dan revitalisasi pusat ekonomi agar sejalan dengan standar kota metropolitan.
||BACA JUGA: Wali Kota Bengkulu Serukan Hapus Ego Sektoral di HUT Korpri ke-54
Dalam agenda resmi pada Senin (1/12), Walikota Dedy Wahyudi mengumumkan langkah ambisius: menghidupkan kembali Mega Mall dan Pasar Tradisional Modern (PTM) sebagai pusat perdagangan modern yang representatif.
“Untuk Pasar Minggu, yang pertama kita ingin melahirkan kembali Mega Mall dan PTM,” Ujar Walikota Dedy.
||BACA JUGA: Wali Kota Bengkulu Resmikan SI-Pukek, Aplikasi Monitoring Kinerja Berbasis Digital
Kedua pusat perdagangan tersebut sebelumnya merupakan ikon ekonomi Kota Bengkulu, namun mengalami penurunan fungsi dan aktivitas. Revitalisasi ini diharapkan menjadi awal transformasi besar ekonomi lokal, sekaligus menghadirkan wajah baru kawasan Pasar Minggu.
Proyek ini bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi mencakup tata kelola yang lebih tertib, fasilitas modern, dan integrasi antara pedagang tradisional dan ritel modern. Pemkot ingin memastikan pusat perdagangan tersebut menjadi magnet wisata ekonomi dan pusat aktivitas masyarakat.
Program revitalisasi Pasar Minggu tidak dapat berjalan tanpa penataan ulang ruang publik. Pemerintah menekankan pentingnya mengembalikan fungsi jalan sebagai fasilitas umum, bukan lokasi berdagang.
||BACA JUGA: Walikota Bengkulu Jadi Presentator Utama di Forum Kemendagri
Saat ini, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) diketahui menempati badan jalan dan mengurangi kapasitas lalu lintas, menyebabkan kesemrawutan dan kemacetan di kawasan tersebut. Dedy Wahyudi menegaskan bahwa Pemkot telah meminta seluruh pedagang untuk pindah ke dalam area PTM.
“Pedagang yang berjualan di badan jalan itu kan jalan, bukan tempat jualan. Jadi kita minta untuk pindah. Tempat di PTM masih banyak, dan itu cukup menampung semuanya,” ujarnya.
Pemkot juga memastikan proses pemindahan dilakukan secara persuasif, tanpa mengabaikan aspek sosial-ekonomi para pedagang. Tujuannya adalah menciptakan zona perdagangan yang lebih aman, bersih, dan tidak mengganggu arus lalu lintas.
||BACA JUGA: Wali Kota Bengkulu Akan Adopsi Model Pendidikan di Singapura
Penataan Pasar Minggu berfokus pada penghapusan kemacetan yang selama ini menjadi keluhan warga. Dengan memindahkan pedagang dari badan jalan ke dalam PTM, arus kendaraan diharapkan kembali lancar, sekaligus menghilangkan citra semrawut yang selama ini melekat.
Pemkot menargetkan kawasan Pasar Minggu menjadi area perdagangan yang tertata dengan standar pelayanan publik yang lebih baik. Jalan raya akan dipulihkan fungsinya, dan rencana pembangunan infrastruktur pendukung juga masuk dalam tahapan berikutnya.
Tidak berhenti di Pasar Minggu, Pemkot Bengkulu sudah menyiapkan agenda lanjutan untuk menata kawasan lain. Dedy menyebutkan bahwa Panorama akan menjadi lokasi berikutnya yang akan ditangani.
||BACA JUGA: BPOM Evaluasi KKPA, Kota Bengkulu Berpeluang Raih Predikat Kota Pangan Aman
“Insya Allah setelah ini kita akan pindah ke Panorama,” ujar Dedy.
Panorama merupakan titik strategis dengan tingkat aktivitas perdagangan tinggi. Melalui penataan berkelanjutan, pemerintah ingin menciptakan alur pembangunan yang konsisten dari satu kawasan ke kawasan lainnya, sehingga hasilnya merata dan berdampak luas bagi warga. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











