Wali Kota Resmikan ICU Terpadu, RSHD Kini Terintegrasi dan Modern
Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kota Bengkulu meresmikan fasilitas medis terbaru di Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD), berupa Ruang Pelayanan Central Intensive Care Unit (ICU). Peresmian ini menjadi tonggak penting peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kota Bengkulu pada awal 2026, sekaligus memperkuat posisi RSHD sebagai rumah sakit rujukan utama di Provinsi Bengkulu.
Peresmian fasilitas tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama jajaran pemerintah daerah dan manajemen rumah sakit pada jumat, (23/1/26). Kehadiran Central ICU yang terintegrasi dinilai sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan pelayanan pasien kritis yang terus meningkat, seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan kompleksitas kasus medis.
||BACA JUGA: RSHD Kota Bengkulu Kembangkan IGD dan Rawat Inap, Siap Jadi Rumah Sakit Tipe B
Direktur Utama RSHD Kota Bengkulu, dr. Lista Cherylviera, menjelaskan bahwa pembangunan Central ICU merupakan bagian dari program pengembangan layanan rumah sakit yang telah dirancang sejak akhir 2025.
“Peresmian Central ICU ini bukan sekadar penambahan ruang, tetapi transformasi layanan intensif yang lebih terintegrasi, modern, dan responsif terhadap kebutuhan pasien,” ujar dr. Lista.
||BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Dukung RSHD Naik Status ke Rumah Sakit Tipe B
Central ICU RSHD Bengkulu dirancang sebagai pusat layanan intensif yang menggabungkan tiga unit perawatan kritis dalam satu kawasan terpadu. Konsep ini memungkinkan koordinasi tim medis berjalan lebih cepat dan efektif, sekaligus meningkatkan keselamatan pasien.
Tiga unit layanan tersebut meliputi:
1. ICU (Intensive Care Unit)
Unit ini diperuntukkan bagi pasien dewasa dengan kondisi kritis yang membutuhkan pemantauan ketat, dukungan alat medis canggih, serta pengawasan tenaga kesehatan secara intensif.
2. PICU (Pediatric Intensive Care Unit)
PICU menjadi ruang perawatan intensif khusus bagi pasien anak hingga usia 18 tahun. Unit ini dilengkapi fasilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan medis anak, termasuk teknologi monitoring yang lebih sensitif.
3. NICU (Neonatal Intensive Care Unit)
NICU merupakan ruang perawatan intensif bagi bayi baru lahir, terutama yang lahir prematur atau memiliki komplikasi medis tertentu. Unit ini dirancang dengan standar keamanan tinggi untuk bayi usia di bawah satu bulan.
||BACA JUGA: RSHD Kota Bengkulu Tingkatkan Layanan Kesehatan dengan Fasilitas Baru dan Pengembangan Sarana
Menurut dr. Lista, layanan NICU sebenarnya telah tersedia sebelumnya, namun kini mengalami peningkatan signifikan dari sisi fasilitas, teknologi, dan sistem pelayanan.
“Layanan NICU sudah ada, tetapi sekarang kami upgrade secara menyeluruh. Saat ini kami bahkan menangani bayi dengan berat badan lahir rendah, hanya sekitar 1.000 gram, yang membutuhkan perawatan intensif dengan standar tinggi,” ujarnya.
Peningkatan fasilitas Central ICU di RSHD Bengkulu menjadi jawaban atas kebutuhan pelayanan kesehatan kritis yang semakin kompleks. Selama ini, sejumlah pasien dengan kondisi berat harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah karena keterbatasan fasilitas.
||BACA JUGA: RSHD Bengkulu Naikkan Target PAD 2025 Menjadi Rp60 Miliar
Dengan hadirnya Central ICU terintegrasi, RSHD Bengkulu diharapkan mampu menangani lebih banyak kasus kritis secara mandiri, sehingga mengurangi ketergantungan pada rujukan ke rumah sakit di provinsi lain.
Wali Kota Bengkulu dalam sambutannya menegaskan bahwa peningkatan fasilitas kesehatan merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas.
“Pelayanan kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah daerah harus memastikan bahwa warga mendapatkan akses layanan medis yang cepat, aman, dan bermutu,” katanya.
||BACA JUGA: Implementasi Kelas Rawat Inap Standar di Kota Bengkulu: RSHD Siap Berikan Pelayanan Optimal
Wali Kota Bengkulu menegaskan bahwa peningkatan layanan kesehatan akan terus menjadi prioritas dalam agenda pembangunan daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga Bengkulu memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang layak dan berkualitas,” katanya. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











