Sosialisasi Peran Perempuan dalam Penerapan Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital: Melindungi Generasi Z

Sosialisasi peran perempuan
Foto: Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bengkulu, Anita Rosjonsyah saat sosialisasi tentang peran perempuan dalam penerapan pola asuh anak dan remaja di era digital di hadiri oleh sejumlah aktivis perempuan dan masyarakat umum acara dilaksanakan di Lavenrice Kota Bengkulu pada hari kamis, (12/10/23)

Sosialisasi Peran Perempuan dalam Penerapan Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital: Melindungi Generasi Z

KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU – Hari ini, Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bengkulu, Anita Rosjonsyah, mengambil inisiatif penting dengan membuka secara resmi sosialisasi peran perempuan dalam penerapan pola asuh anak dan remaja di era digital. Acara yang diadakan di Lavenrice Kota Bengkulu ini menjadi sorotan utama, karena menggabungkan kebijaksanaan tradisional dengan tantangan era digital yang cepat berubah.hari kamis, (12/10/23).

Anita Rosjonsyah, dalam Berbagainya, dengan tegas menyampaikan betapa pentingnya penerapan pola asuh anak dan remaja yang benar dalam konteks era digital saat ini. Kehadiran teknologi telah membawa kita ke dunia di mana pertukaran informasi terjadi dalam hitungan detik, dan untuk mengatasi tantangan ini, ia mendorong agar kegiatan sosialisasi menjadi alat untuk mengimbangi perkembangan zaman.

Sosialisasi peran perempuan
Foto: Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bengkulu, Anita Rosjonsyah saat sosialisasi tentang peran perempuan dalam penerapan pola asuh anak dan remaja di era digital di hadiri oleh sejumlah aktivis perempuan dan masyarakat umum acara dilaksanakan di Lavenrice Kota Bengkulu pada hari kamis, (12/10/23)

“Saat ini, kita hidup di era digital, di mana kemajuan teknologi adalah pedang bermata dua. Baik dan buruknya dampak teknologi ini sangat bergantung pada bagaimana individu yang ada. Oleh karena itu, saya berharap kegiatan sosialisasi ini tidak hanya diadakan, tetapi juga diunggulkan secara luas , untuk mengimbangi viralitas dan pesatnya perkembangan teknologi,” ungkap Anita dengan penuh semangat.

Dalam konteks ini, Anita Rosjonsyah juga menekankan pentingnya penguatan ketahanan keluarga dalam menerapkan pola asuh anak yang benar. Ia berpendapat bahwa dalam kondisi saat ini, akses informasi sudah sangat mudah dijangkau oleh berbagai kalangan melalui beragam cara, dan semua orang dapat menikmati fasilitas teknologi digital dengan bebas. Namun, dengan kebebasan ini, muncul pula tantangan besar dalam bentuk kemandirian gadget pada anak-anak.

BACA JUGA: Pemprov Dukung Perempuan Berdaya Keluarga Sejahtera

Saat ini hampir semua anak tidak bisa menghindari ketergantungan pada gadget. Sebagai orang tua, kita harus beradaptasi dengan perkembangan ini. Oleh karena itu, kita harus mengawasi dan mendampingi anak-anak kita saat mereka menggunakan gadget. Kita perlu menyaring konten yang sesuai dengan usia mereka,” tegas Anita Rosjonsyah.

Anita menekankan pentingnya memberikan kebebasan yang bijak kepada anak-anak untuk mengakses internet dan menjelajahi dunia maya. Namun, pada saat yang sama, ia diingatkan bahwa kegiatan belajar dengan teknologi digital harus tetap dalam pengawasan orang tua.

BACA JUGA: Ketua TP PKK Kota Bengkulu Pamit, Wariskan Program Inspiratif dan Pesan Menyentuh

Pola pengasuhan yang benar di era digital ini, menurut Anita, memerlukan kerjasama yang erat antara pihak sekolah, orang tua, dan komunitas. “Kita harus menciptakan suasana yang mendukung dan aman bagi anak-anak kita untuk belajar dan tumbuh di dunia digital. Ini bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi juga tanggung jawab kita semua sebagai anggota masyarakat,” tambahnya.

Acara ini juga menampilkan berbagai narasumber terkemuka yang membahas topik yang relevan dengan peran perempuan dalam menghadapi tantangan era digital. Diskusi ini menyoroti isu-isu seperti perlindungan anak di dunia maya, cyberbullying, dan cara mendidik anak-anak agar menjadi pengguna yang bijak dalam menggunakan teknologi.

BACA JUGA: Tragedi Menimpa Anak SD yang Hilang: Korban Meninggal Dunia

Masyarakat dan pemangku kepentingan Bengkulu sangat mendukung langkah Anita Rosjonsyah dalam membuka sosialisasi ini. Mereka memandang acara ini sebagai langkah awal yang penting untuk melindungi generasi Z dari dampak negatif era digital yang semakin kompleks.

Sebagai langkah nyata dalam mendukung pelaksanaan sosialisasi ini, sejumlah sekolah di Kota Bengkulu telah menyelenggarakan lokakarya untuk orang tua tentang bagaimana mengawasi anak-anak mereka dalam menghadapi teknologi digital. Hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi anak-anak di era ini.

BACA JUGA: Tonggak Sejarah dan Peran Inspiratif Polwan dalam Dunia Kepolisian Indonesia

Sosialisasi peran perempuan dalam penerapan pola asuh anak dan remaja di era digital ini telah menjadi topik pembicaraan utama di media sosial, dengan banyak warganet yang mendukung dan ikut serta dalam memviralkan pesan-pesan positif yang disampaikan oleh Anita Rosjonsyah. Semangat dan kebijaksanaan yang diungkapkan dalam acara ini diharapkan akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengatasi tantangan era digital yang semakin berkembang.

Dengan adanya dukungan luas dari masyarakat, pelaku pendidikan, dan komunitas, langkah-langkah positif dalam menghadapi era digital yang cepat berubah ini diharapkan akan memberikan dampak positif bagi anak-anak dan remaja di Provinsi Bengkulu. Anita Rosjonsyah dan BKOW Provinsi Bengkulu berperan sebagai pionir dalam upaya melindungi generasi muda dari dampak negatif era digital, dan semoga upaya ini akan menjadi contoh yang menginspirasi bagi banyak daerah lain di seluruh negeri.(**)

Editor: (KB1) Share

Mangcek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *