Siap-Siap!! Disdagrin Sebut: Pedagang Curang di Pasar Dikenakan Sanksi

Pedagang curang Pasar Panorama Terancam Sanksi
Foto: Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdagrin Kota Bengkulu, Alex Periansyah, saat menertibkan Pasar Beberapa waktu yang lalu, (Ft/Dok).

Siap-Siap!! Disdagrin Sebut: Pedagang Curang di Pasar Dikenakan Sanksi

Kantor-Berita.Com|| Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kota Bengkulu memastikan akan mengambil tindakan tegas terhadap pedagang di Pasar Panorama yang terbukti melakukan praktik kecurangan timbangan. Kebijakan tersebut disampaikan setelah beredarnya informasi di media sosial mengenai dugaan pedagang yang merugikan konsumen akibat alat ukur yang tidak sesuai standar.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdagrin Kota Bengkulu, Alex Periansyah, mengungkapkan bahwa laporan masyarakat melalui media sosial menjadi perhatian serius pemerintah. Ia menegaskan bahwa perdagangan di pasar tradisional harus berlangsung secara jujur dan tidak boleh merugikan pembeli. Karenanya, pihaknya segera mengirim tim ke lapangan untuk memeriksa alat ukur dan melakukan tera ulang timbangan pedagang.

||BACA JUGA: Perdagrin Bengkulu Relokasi Pedagang KZ Abidin ke PTM dengan Fasilitas Lapak Cukup

“Tim sudah turun melakukan tera ulang dan dari hasil pemeriksaan itu memang masih kami temukan pedagang yang curang,” ujar Alex saat dikonfirmasi, Jumat.

Informasi soal dugaan kecurangan timbangan di Pasar Panorama berawal dari unggahan warganet yang menunjukkan selisih berat barang saat diuji di rumah. Unggahan tersebut mendapat banyak reaksi dan komentar, sebagian besar dari masyarakat yang mengaku pernah mengalami pengalaman serupa. Fenomena ini membuat konsumen khawatir dan menuntut pemerintah memperketat pengawasan di pasar tradisional.

||BACA JUGA: Tata Pasar Panorama, 23 Kios Diambil Alih Pemkot

Pasar Panorama merupakan salah satu pusat perdagangan terbesar di Kota Bengkulu. Aktivitas transaksi di pasar ini berlangsung dari pagi hingga sore dengan melibatkan pedagang sayur, ikan, daging, kebutuhan harian, hingga pedagang grosir. Dengan skala aktivitas tersebut, kecurangan timbangan dapat menimbulkan dampak signifikan terhadap kepercayaan dan ekonomi konsumen.

“Pasar adalah tempat transaksi yang mengandalkan kepercayaan. Jika kepercayaan hilang, yang rugi bukan hanya pembeli tetapi juga pedagang dan pasar itu sendiri,” kata Alex.

||BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Dorong Pedagang Tempati Los Pasar

Dalam penjelasannya, Alex menuturkan bahwa praktik kecurangan timbangan bukan hal baru dalam sistem perdagangan. Namun pemerintah memastikan bahwa mekanisme pengawasan terus ditingkatkan agar pedagang tidak lepas dari kontrol hukum. Pihaknya menegaskan akan memberikan teguran hingga sanksi tegas kepada pedagang yang terbukti bersalah.

“Terhadap pelaku yang curang akan kami tegur, dan jika masih membandel akan kami berikan sanksi. Bahkan timbangan yang curang itu bisa kami sita,” tegas Alex.

Selain penyitaan, Disdagrin juga menyiapkan sanksi administratif bagi pedagang yang tidak kooperatif. Bagi pedagang yang memiliki kios atau auning (bangunan lapak semi permanen), izin berjualan di Pasar Panorama dapat dicabut jika terbukti melakukan pelanggaran berulang.

||BACA JUGA: Melalui Pendekatan Humanis, Wali Kota Temui PKL KZ Abidin untuk Masuk Pasar

“Sanksi tegas lainnya, surat keterangan berjualannya di lokasi pasar itu akan kami cabut, terutama kalau yang curang itu pemilik kios atau auning,” jelasnya.

Disdagrin memastikan proses pemeriksaan tidak hanya dilakukan satu kali. Pemerintah menyiapkan rentang waktu pengawasan untuk memastikan alat ukur di pasar benar-benar sesuai standar. Petugas terus melakukan tera ulang timbangan selama beberapa hari ke depan.

“Dalam dua hari ini terus kami pantau untuk menera ulang timbangan-timbangan tersebut,” ujarnya.

||BACA JUGA: Satpol PP Tertibkan Pedagang di Kawasan Pasar Minggu, Pedagang Akui Setor Uang ke Jukir

Selain memeriksa, pemerintah juga mengedukasi pedagang mengenai pentingnya standar alat ukur. Tera ulang merupakan bagian dari prosedur wajib yang dilakukan secara berkala agar timbangan tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam kesempatan ini, Alex menghimbau seluruh pedagang untuk menjunjung etika berjualan. Menurutnya, prinsip kejujuran merupakan fondasi ekonomi masyarakat. Pedagang yang memainkan timbangan hanya mengejar keuntungan jangka pendek dengan mengorbankan kepercayaan pelanggan.

“Kami mengimbau kepada seluruh pedagang untuk tidak bermain curang. Jualanlah secara jujur karena rezeki yang baik itu datang dari kejujuran,” ucapnya.

||BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Dorong Pedagang Tempati Los Pasar

Menurut prinsip perdagangan, kepercayaan merupakan modal sosial yang tidak kalah penting dibanding barang dagangan. Jika konsumen merasa dirugikan, mereka cenderung beralih ke pedagang lain bahkan ke pasar lain. Hal ini dapat memengaruhi perputaran ekonomi di pasar tradisional secara keseluruhan.

“Jangan sampai hanya karena ingin untung lebih, malah merugikan masyarakat dan berujung sanksi,” tutup Alex. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *