Rembuk Stunting Desa Lagan 2026, Pertahankan Nol Kasus dan Perkuat Pencegahan

Rembuk Stunting Desa Lagan
Foto: Pemerintah Desa Lagan, Kecamatan Semidang Lagan, Bengkulu Tengah, menggelar Rembuk Stunting 2026 untuk mempertahankan nol kasus, memperkuat Posyandu, serta mencegah pernikahan dini. yang digelar pada Senin (29/6/2026). (Ft/Ist).

Rembuk Stunting Desa Lagan 2026, Pertahankan Nol Kasus dan Perkuat Pencegahan

Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Desa Lagan, Kecamatan Semidang Lagan, Kabupaten Bengkulu Tengah, terus memperkuat upaya percepatan pencegahan stunting melalui kegiatan Rembuk Stunting Desa yang digelar pada Senin (29/6/2026). Kegiatan ini menjadi forum penting untuk menyatukan komitmen pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mempertahankan status nol kasus stunting di Desa Lagan.

Acara yang berlangsung di balai desa tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Lagan, Arian Gusti, serta dihadiri oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Kecamatan Semidang Lagan, Babinsa, kader Posyandu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, kader kesehatan, dan ibu hamil sebagai kelompok yang menjadi sasaran utama program pencegahan stunting.

Rembuk Stunting Desa Lagan
Foto: Pemerintah Desa Lagan Kecamatan Semidang Lagan, bersama Forkominca saat menghadiri acara Rembuk Stunting Desa yang digelar pada Senin (29/6/2026), acara berlangsung di balai desa, (Ft/Dok).

Suasana rembuk berlangsung interaktif. Seluruh peserta berdiskusi mengenai strategi mempertahankan keberhasilan desa dalam menekan angka stunting sekaligus memperkuat langkah-langkah pencegahan sejak dini.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Lagan, Arian Gusti, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu, kader pembangunan manusia, tenaga kesehatan, perangkat desa, serta masyarakat yang selama ini aktif mendukung berbagai program kesehatan.

||BACA JUGA: Desa Bukit Bengkulu Tengah Gelar Rembuk Stunting: Kolaborasi Pemerintah dan Puskesmas Turunkan Angka Stunting

Menurutnya, keberhasilan Desa Lagan mempertahankan nol kasus stunting merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan ibu dan anak.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader Posyandu, para ibu, tenaga kesehatan, perangkat desa, BPD, serta semua pihak yang selama ini bekerja keras menjaga kesehatan masyarakat. Keberhasilan mempertahankan nol kasus stunting adalah prestasi bersama yang harus terus dijaga,” ujar Arian Gusti.

Ia menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan kurangnya asupan gizi, tetapi juga berkaitan dengan pola asuh, sanitasi lingkungan, kesehatan ibu hamil, serta kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan.

||BACA JUGA: Cegah KDRT Sejak Dini, Pemdes Padang Beriang Gelar Penyuluhan

Karena itu, pemerintah desa akan terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar pentingnya pemenuhan gizi dan pemeriksaan kesehatan selama masa kehamilan semakin dipahami oleh seluruh keluarga.

Selain membahas pencegahan stunting, rembuk desa juga menyoroti pentingnya mencegah pernikahan usia dini. Pemerintah Desa Lagan menilai pernikahan dini masih menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko lahirnya anak dengan kondisi stunting akibat belum siapnya kesehatan maupun kondisi ekonomi keluarga.

Kepala desa mengajak seluruh orang tua agar memberikan pendampingan kepada anak-anak mereka, sekaligus mendorong generasi muda untuk menyelesaikan pendidikan sebelum memasuki jenjang pernikahan.

||BACA JUGA: Pemdes Air Kemang Buka APBDes 2026, Warga Bisa Awasi Anggaran Desa

“Pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga. Salah satunya dengan menghindari pernikahan dini karena kesiapan fisik, mental, dan ekonomi sangat menentukan kualitas kesehatan ibu dan anak,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Camat Kecamatan Semidang Lagan memberikan apresiasi atas capaian Desa Lagan yang hingga kini berhasil mempertahankan angka stunting di level nol persen.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak boleh membuat semua pihak lengah. Justru pemerintah desa harus semakin meningkatkan kewaspadaan melalui pemantauan kesehatan ibu hamil, balita, dan remaja putri.

Ia meminta kader Posyandu bersama pemerintah desa terus melakukan pendataan serta pendampingan terhadap ibu hamil agar seluruh proses kehamilan dapat dipantau secara berkala.

“Prestasi ini harus dipertahankan. Jangan sampai muncul kasus baru. Pemerintah desa bersama masyarakat harus terus memperkuat edukasi kesehatan, pemenuhan gizi keluarga, serta mencegah pernikahan usia dini,” ujarnya.

Sekcam Semidang Lagan juga mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan Posyandu sebagai sarana pemeriksaan kesehatan rutin. Menurutnya, Posyandu menjadi garda terdepan dalam mendeteksi masalah gizi maupun gangguan pertumbuhan anak sejak dini.

Pada kegiatan rembuk tersebut, para kader Posyandu turut memaparkan perkembangan program kesehatan yang telah berjalan di Desa Lagan. Mereka menjelaskan berbagai kegiatan rutin seperti pemeriksaan ibu hamil, penimbangan balita, pemberian vitamin, imunisasi, penyuluhan gizi, hingga edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat.

Para kader menilai partisipasi masyarakat dalam mengikuti Posyandu terus mengalami peningkatan. Hal ini menjadi modal penting untuk mempertahankan kualitas kesehatan masyarakat desa. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Erwan
ADV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *