Desa Lagan Jalankan Proyek Fisik 2025 Secara Swakelola, Libatkan Warga Langsung

swakelola dana desa
Foto: Tampak Warga Sedang Bekerja Membangun Drainase dan Rabat Beton Proyek Dana Desa Lagan Tahun 2025, (Ft/Dok).

Desa Lagan Jalankan Proyek Fisik 2025 Secara Swakelola, Libatkan Warga Langsung

Kantor-Berita.Com, Bengkulu Tengah|| Desa Lagan, Kecamatan Semidang Lagan, Kabupaten Bengkulu Tengah, kini mulai menjalankan tiga program pembangunan fisik perdana di tahun 2025. Ketiga proyek tersebut sumur bor, drainase, dan rabat beton semuanya dikerjakan melalui sistem swakelola yang melibatkan langsung tenaga masyarakat setempat. Inisiatif ini merupakan hasil tindak lanjut Musyawarah Desa (Musdes) dan Musrenbang Desa tahun 2024, yang telah menetapkan agenda pembangunan prioritas bagi warga Desa Lagan.

Kepala Desa Lagan, Arian Gusti, menegaskan bahwa pelaksanaan proyek fisik ini sepenuhnya menggunakan sistem swakelola. Artinya, sumber daya manusia lokal penduduk desa dilibatkan dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

swakelola dana desa
Foto: Tampak Sedang dilakukan Pembuatan Sumur Bor di Desa Lagan dari Dana Desa tahun 2025, (Ft/Ist).

“Kami percaya masyarakat memiliki kapasitas dan tanggung jawab besar dalam membangun sendiri desa mereka, asal dibimbing dengan baik,” Kata Kades Arian Gusti Kepada Awak Media Kantor-Berita.com Pada hari Rabu, (11/06/25).

Keterlibatan warga sebagai tenaga kerja dan pengawas lapangan memberikan dampak ganda, Selain mendorong kemandirian, sistem ini juga menciptakan efek ekonomi lokal langsung karena dana desa digunakan secara produktif dalam desa.

BACA JUGA: Koperasi Merah Putih Resmi Terbentuk di Desa Pagar Gunung, Siap Kembangkan Usaha Lokal

Lanjut Kades Arian Gusti Ketiga proyek tersebut diprioritaskan karena masyarakat menilainya mampu menjawab kebutuhan dasar dan menyentuh langsung kesejahteraan warga.

Ketiga proyek ini bukan sekadar pilihan sepihak, tetapi merespons aspirasi masyarakat yang diartikulasikan melalui forum Musrenbangdes. Warga sebelumnya mengeluh soal kekurangan air bersih, jalan amblas saat hujan, dan tidak nyaman lewat jalan desa.

BACA JUGA: Desa Gajah Mati Gelar Musyawarah Penetapan Titik Nol Pembangunan Fisik 2025

“Kami pilih sumur bor, drainase, dan rabat beton sebagai prioritas karena menyentuh langsung kebutuhan harian warga,” tegas Arian Gusti.

Tambah Kades Arian Gusti, Desa Lagan menekankan sistem swakelola, di mana masyarakat secara langsung dilibatkan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan. Model ini meningkatkan partisipasi warga sekaligus menjaga transparansi. Warga desa bertanggung jawab membentuk tim pelaksana, mengatur anggaran, dan mengawasi proses pembangunan.

“Pendekatan swakelola ini meminimalkan biaya overhead, memastikan pengawasan yang lebih ketat, dan memupuk rasa kepemilikan warganya atas infrastruktur yang dibangun” Tutur Arian Gusti.

BACA JUGA: Desa Keroya Mulai Pembangunan Infrastruktur Lewat Dana Desa 2025 Ditandai dengan Titik Nol

Kepala Desa Lagan, Arian Gusti, berharap kegiatan awal ini menjadi pemicu kemajuan berkelanjutan. Ia berjanji program selanjutnya direncanakan lebih baik dan terintegrasi, terutama dibidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, “Saya ingin Desa Lagan punya kualitas hidup lebih baik dan tidak tertinggal, Swakelola memberi dasar untuk kemandirian desa,” ujarnya.

Arian Gusti Menambahkan, Untuk memastikan kualitas dan kepatuhan, Pemerintah Desa Lagan membentuk tim pengawas dari berbagai elemen: Perangkat Desa (Sekdes dan Kasi Pembangunan), BPD, untuk memastikan teknis sesuai RKPDes dan APBDes., Kelompok tokoh masyarakat dan tokoh agama, guna menjaga aspirasi warga, Pendamping desa, bertugas membimbing pelaksanaan teknis dan administrasi. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Erwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *