Pemkot Bengkulu Tekan Angka Stunting: Strategi Berkelanjutan untuk Generasi Sehat
KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU|| Meski sudah berhasil mencegah peningkatan angka stunting di Kota Bengkulu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu tidak lantas berpuas diri. Upaya pencegahan dan penanganan stunting terus digencarkan melalui dinas terkait guna memastikan angka stunting dapat ditekan dan bahkan diturunkan.
Hingga saat ini, data menunjukkan bahwa tidak ada penambahan kasus stunting di Kota Bengkulu. Jumlah anak yang mengalami stunting tetap di angka 49, sebuah pencapaian penting yang menunjukkan keberhasilan Pemkot dalam upaya pencegahan stunting. Meski demikian, stunting masih menjadi prioritas utama dalam program kesehatan Pemkot Bengkulu.
BACA JUGA: Pencegahan Stunting, Dinkes dan Dikbud Kota Bengkulu Berikan TTD Kepada Siswa SMP & SMA
Stunting, yang merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu panjang, sangat mempengaruhi perkembangan fisik dan kognitif anak. Oleh karena itu, Pemkot Bengkulu terus memastikan bahwa program-program pencegahan stunting dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan.
Dinas Kesehatan Kota Bengkulu bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) serta OPD lainnya terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan menangani stunting. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Joni Haryadi, upaya ini termasuk memberikan bantuan langsung kepada anak-anak yang telah dinyatakan stunting, seperti bantuan gizi tambahan dan pemantauan kesehatan.
BACA JUGA: DP3AP2KB Kota Bengkulu Distribusikan 31 Paket BKB Kit Stunting untuk Kurangi Prevalensi Stunting
”Kami bekerja sama dengan DP3AP2KB dan dinas terkait lainnya untuk terus melakukan pencegahan stunting, Jika ditemukan anak yang sudah stunting, kami memberikan bantuan untuk meningkatkan pertumbuhannya, termasuk dengan memberikan susu formula dan vitamin,” ungkap Joni.
Selain itu, puskesmas-puskesmas di Kota Bengkulu berperan aktif dalam pemantauan perkembangan anak-anak yang mengalami stunting. Mereka memberikan obat-obatan, vitamin, serta memonitor perkembangan gizi anak secara berkala untuk memastikan bahwa intervensi yang diberikan efektif.
BACA JUGA: DP3AP2KB Kota Bengkulu Gencar Wujudkan “Zero Stunting”
Joni juga menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak dini, bahkan sebelum seorang perempuan hamil. DP3AP2KB, lanjutnya, telah melakukan berbagai upaya pencegahan stunting melalui program yang menyasar anak-anak remaja, terutama anak-anak putri usia sekolah.
“Kami melakukan pengecekan kesehatan terhadap anak-anak putri di sekolah-sekolah, terutama untuk mengetahui apakah mereka mengalami anemia atau kekurangan darah, Jika ditemukan anak yang kekurangan darah, kami langsung memberikan tablet tambah darah untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih serius di masa depan,” jelas Joni.
BACA JUGA: DP3AP2KB Kota Bengkulu Intensif Dampingi Keluarga Berisiko Stunting untuk Capai Nol Kasus
Pemkot Bengkulu juga menargetkan pencegahan stunting melalui program pemeriksaan kesehatan calon pengantin (catin). Menurut Joni, salah satu indikator penting dalam pemeriksaan ini adalah lingkar lengan calon ibu, yang tidak boleh kurang dari 24 cm. Calon pengantin yang sehat, khususnya calon ibu, sangat berpengaruh pada kesehatan bayi yang akan dilahirkan.
”Calon pengantin, terutama calon ibu, harus memenuhi standar kesehatan tertentu, Kami melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk memastikan bahwa lingkar lengan calon ibu tidak kurang dari 24 cm, Hal ini penting karena ibu yang mengalami kekurangan gizi atau anemia berisiko melahirkan anak yang stunting,” tegas Joni. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











