DP3AP2KB Kota Bengkulu Gencar Wujudkan “Zero Stunting”

Zero stunting Kota Bengkulu
Foto: Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Bengkulu, HJ Dewi Dharma, (Ft/Ist).

DP3AP2KB Kota Bengkulu Gencar Wujudkan “Zero Stunting” Sesuai Perpres No. 72 Tahun 2021

KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU|| Untuk mencapai target ‘Zero’ stunting di Kota Bengkulu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) gencar mengimplementasikan berbagai tindakan sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021. Langkah-langkah konkret ini disampaikan melalui Mini Lokakarya yang diadakan di beberapa kecamatan di Kota Bengkulu.

Sebagaimana kita ketahui, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting mendefinisikan stunting sebagai gangguan tumbuh kembang anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, Gangguan ini ditandai dengan tinggi badan anak yang berada di bawah standar yang telah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan.

BACA JUGA: DP3AP2KB Kota Bengkulu Intensif Dampingi Keluarga Berisiko Stunting untuk Capai Nol Kasus

Menurut Kementerian Kesehatan, stunting dibagi menjadi dua kategori. Pertama, stunted, yaitu anak balita dengan nilai z-score kurang dari -2.00 Standar Deviasi. Kedua, severely stunted, yaitu anak dengan z-score kurang dari -3.00 Standar Deviasi. Stunting adalah kekurangan gizi pada bayi dalam 1000 hari pertama kehidupan yang berkepanjangan, menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Akibatnya, bayi yang mengalami stunting tumbuh lebih pendek dari standar tinggi balita seumurannya. Perlu diingat, stunting selalu ditandai dengan tubuh pendek, namun tidak semua anak bertubuh pendek pasti stunting.

Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Bengkulu, Dewi Dharma, menegaskan komitmen pihaknya untuk mewujudkan nol kasus stunting atau Zero Stunting di wilayahnya, “Kami meminta setiap kecamatan di Kota Bengkulu untuk terus berkomitmen dalam menjaga nol kasus stunting, Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” Kata Hj Dewi Dharma.

BACA JUGA: DP3AP2KB Kota Bengkulu Salurkan BKB Kit Stunting: Upaya Peningkatan Deteksi Dini Stunting

Strategi utama yang ditonjolkan oleh DP3AP2KB adalah peningkatan kualitas hidup keluarga, pola asuh anak, serta pelayanan kesehatan dan sanitasi, Dewi menekankan bahwa dengan meningkatkan aspek-aspek ini, angka stunting diharapkan dapat ditekan secara signifikan, Selain itu Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) juga didorong untuk cepat tanggap dalam menangani kasus-kasus yang terindikasi stunting, sehingga intervensi dapat segera dilakukan.

”Kinerja TPPS saat ini sudah sangat baik, Harapan kami adalah agar tim ini bisa mempertahankan dan bahkan meningkatkan kualitas kerja mereka di masa mendatang,” jelas Dewi.

BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Gelar Program Nikah Balai Gratis: Bagi Warga Kurang Mampu

Dewi juga menekankan pentingnya kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan di wilayah sekitar, seperti Korem, Kapolsek, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ketua adat, “Kolaborasi ini penting untuk mendampingi keluarga-keluarga berisiko stunting, termasuk calon pengantin dan ibu hamil, dalam upaya pencegahan stunting,” tuturnya.

DP3AP2KB telah mengadopsi pendekatan menyeluruh yang melibatkan berbagai aspek kehidupan masyarakat. Mereka mempromosikan pentingnya gizi seimbang dan pola asuh yang baik sejak dini. Selain itu, mereka juga memastikan bahwa pelayanan kesehatan dan sanitasi tersedia dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.

BACA JUGA: Duta GENRE Kota Bengkulu Raih Prestasi Gemilang di Lomba ADUJAK 2024 Provinsi Bengkulu

Selain itu, DP3AP2KB juga bekerja sama dengan sektor swasta dan organisasi non-pemerintah untuk mendukung program-program penurunan stunting. Mereka menggalang dana dan sumber daya dari berbagai pihak untuk memastikan bahwa program-program ini dapat berjalan dengan efektif dan berkelanjutan.

Dengan langkah yang terus diambil oleh DP3AP2KB kota bengkulu dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan angka stunting di wilayah Kota Bengkulu dapat terus menurun, Upaya bersama ini menjadi contoh bagaimana sinergi antara pemerintah masyarakat dan berbagai instansi agar dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan generasi masa depan serta mewujudkan Indonesia Emas 2045. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *