DP3AP2KB Kota Bengkulu Intensif Dampingi Keluarga Berisiko Stunting untuk Capai Nol Kasus

DP3AP2KB Kota Bengkulu
Foto: Kepala DP3AP2KB Kota Bengkulu, Dewi Dharma, (Ft/Ist).

DP3AP2KB Kota Bengkulu Intensif Dampingi Keluarga Berisiko Stunting untuk Capai Nol Kasus

KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU|| Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu terus aktif mendampingi keluarga yang berisiko terkena stunting guna menekan angka kasus stunting di wilayah tersebut.

Kepala DP3AP2KB Kota Bengkulu, Dewi Dharma, mengungkapkan bahwa meskipun sejak Januari hingga saat ini belum ditemukan kasus stunting, pihaknya menerima laporan mengenai keluarga yang terindikasi berisiko stunting.

BACA JUGA: DP3AP2KB Kota Bengkulu Salurkan BKB Kit Stunting: Upaya Peningkatan Deteksi Dini Stunting

“Untuk kasus stunting tidak ditemukan, tapi ada keluarga berisiko terindikasi. Kami sudah melakukan pendampingan dan membawa mereka ke dokter serta Dinas Kesehatan,” ujar Dewi pada Minggu di Bengkulu.

DP3AP2KB memberikan pendampingan intensif kepada keluarga yang berisiko terkena stunting, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, pascamelahirkan, hingga anak usia di bawah dua tahun (baduta). Jika hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa keluarga tersebut belum mengalami stunting, mereka akan diberikan asupan gizi yang cukup untuk mencegah penyakit lainnya.

BACA JUGA: Duta GENRE Kota Bengkulu Raih Prestasi Gemilang di Lomba ADUJAK 2024 Provinsi Bengkulu

“Jika ditemukan keluarga berisiko stunting, kami mengunjungi mereka dan membawa ke puskesmas terdeka, untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Dewi, Pendekatan ini memastikan bahwa setiap keluarga mendapatkan penanganan yang tepat dan tepat waktu.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu juga menggelar gerakan intervensi serentak dengan melakukan berbagai pemeriksaan kesehatan secara gratis untuk menekan angka stunting, Pemeriksaan ini meliputi:

  1. Skrining kelayakan hamil
  2. Pengukuran lingkar lengan atas (LILA)
  3. Intervensi sesuai tata laksana
  4. Penimbangan berat badan
  5. Pengukuran tinggi badan atau panjang badan balita

Langkah-langkah ini bertujuan untuk mendeteksi dini masalah kesehatan yang dapat menyebabkan stunting dan memberikan intervensi yang diperlukan.

Pada tahun 2023, Kota Bengkulu berhasil menurunkan angka stunting hingga 6,2 persen. Angka ini turun dari 12,9 persen pada tahun 2022 menjadi 6,7 persen pada tahun 2023. Penurunan ini menunjukkan efektivitas program yang dijalankan oleh pemerintah dan kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintah dalam menanggulangi masalah stunting.

Dewi Dharma berharap dengan adanya upaya yang terstruktur dan kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, Kota Bengkulu dapat mencapai nol kasus stunting, “Kami berharap masyarakat dapat terus mendukung program-program pemerintah dan bersama-sama kita wujudkan Kota Bengkulu yang bebas stunting,” ujar Dewi. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *