Pemkab Seluma Libatkan Publik Bahas Masa Depan Investasi Tambang Emas
Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma terus berupaya memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan investor dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di daerah. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui kegiatan “Seluma Berdialog” yang mengangkat tema “Membangun Seluma Melalui Investasi Tambang Emas”. Acara ini berlangsung di Gedung Daerah Serasan Seijoan, Rabu (22/10/25), dan disiarkan langsung melalui akun resmi Facebook Diskominfo Seluma.
Kegiatan yang dikemas dalam format dialog publik tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari tokoh adat dan masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan (Ormas/OKP), mahasiswa, hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hadirnya berbagai unsur masyarakat ini menunjukkan semangat keterbukaan dan partisipasi publik dalam membahas masa depan pembangunan Seluma, khususnya di sektor pertambangan emas yang menjadi perhatian besar pemerintah daerah.
||BACA JUGA: FGD Pemprov Bengkulu Tegaskan Kehati-hatian Beri Izin Tambang Emas di Kawasan Hutan Seluma
Dalam sambutannya, Bupati Seluma, Teddy Rahman, SE., M.M., menegaskan bahwa kegiatan dialog terbuka ini merupakan ruang penting untuk menyatukan persepsi antara pemerintah, masyarakat, dan investor mengenai arah kebijakan pembangunan berbasis sumber daya alam.
“Melalui forum dialog ini, saya berharap seluruh pihak dapat menyampaikan pandangan dan masukan secara terbuka dan ilmiah. Hasil diskusi ini nantinya akan menjadi bahan informasi bagi masyarakat, agar mereka memahami kontribusi nyata investasi tambang emas bagi kemajuan Seluma,” ujar Bupati Teddy.
||BACA JUGA: ESDM dan Empat Perguruan Tinggi Teken Kerjasama Riset SDA Indonesia
Ia menekankan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memastikan setiap proses investasi berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai peraturan perundang-undangan. Selain itu, Pemkab Seluma juga menegaskan pentingnya memperhatikan aspek lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat lokal, agar investasi yang masuk tidak menimbulkan dampak negatif bagi warga dan alam sekitar.
“Pembangunan ekonomi harus sejalan dengan pelestarian lingkungan. Kami tidak ingin pertumbuhan ekonomi justru merugikan masyarakat. Oleh karena itu, setiap investasi wajib memenuhi prinsip berkelanjutan,” tegasnya.
Bupati Teddy menambahkan bahwa Pemkab Seluma akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian ESDM dan Kementerian Investasi, untuk mengawal seluruh tahapan perizinan dan pelaksanaan investasi tambang agar tetap berada pada koridor hukum yang benar.
||BACA JUGA: Perbedaan Putusan Kasus Korupsi Bank Kalbar, Kejati Kalbar Tempuh Kasasi
“Kami ingin investasi di Seluma menjadi bahwa daerah bisa maju tanpa mengorbankan lingkungan. Dengan keterbukaan dan dialog seperti ini, semua pihak dapat memahami perannya masing-masing,” katanya.
Selain itu, ia juga berharap agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak berdasar dan tetap mempercayai proses hukum serta kebijakan pemerintah daerah yang berpihak pada kepentingan publik.
Kegiatan dialog ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari lembaga-lembaga strategis nasional, antara lain Direktorat Pencegahan Intelijen dan Penanganan Pengaduan Direktorat Penegakan Hukum ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Investasi/BKPM RI, serta PT Energi Swa Dinamika Muda (ESDMu) selaku calon investor dalam proyek tambang emas di wilayah Seluma.
||BACA JUGA: Kasus Korupsi Tambang Bengkulu Kembali Memasuki Babak Baru, Inspektur Tambang Ditetapkan Tersangka
Perwakilan dari Kementerian Investasi/BKPM RI menyampaikan bahwa pemerintah pusat memberikan dukungan penuh terhadap langkah Pemkab Seluma dalam membuka ruang dialog publik terkait investasi sektor pertambangan.
“Keterbukaan informasi dan pelibatan masyarakat merupakan bagian penting dari tata kelola investasi yang baik. Pemerintah pusat selalu menekankan pentingnya prinsip keberlanjutan, kepastian hukum, dan manfaat ekonomi yang adil bagi daerah serta masyarakat sekitar,” ujarnya.
Forum dialog ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian kebijakan, tetapi juga wadah bagi masyarakat untuk mengemukakan aspirasi, pandangan, serta kekhawatiran terkait rencana investasi tambang emas di wilayah Seluma.
||BACA JUGA: Bappenas Resmi Luncurkan Master Plan Produktivitas Nasional 2025–2029, Tonggak Menuju Indonesia Emas 2045
Sejumlah peserta aktif memberikan pertanyaan dan masukan kepada para narasumber, khususnya mengenai legalitas kegiatan pertambangan, mekanisme pengawasan lingkungan, serta peluang kerja bagi masyarakat sekitar lokasi tambang.
Beberapa tokoh masyarakat menekankan pentingnya jaminan keterlibatan masyarakat lokal dalam kegiatan ekonomi tambang, baik melalui rekrutmen tenaga kerja maupun pengembangan usaha mikro di sekitar area operasi perusahaan. Mereka juga meminta agar pemerintah memastikan pengawasan ketat terhadap dampak lingkungan agar tidak terjadi kerusakan ekosistem atau pencemaran yang merugikan warga.
Menanggapi hal tersebut, pihak PT ESDMu menegaskan komitmennya untuk menjalankan praktik pertambangan yang berwawasan lingkungan dan berbasis tanggung jawab sosial.
||BACA JUGA: Gubernur Bengkulu Jalin Kerja Sama Strategis dengan Investor Cina untuk Pengembangan Sektor Pertambangan
“Kami berkomitmen mematuhi seluruh regulasi yang berlaku serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, baik melalui pemberdayaan ekonomi maupun program sosial,” ujar perwakilan perusahaan. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: Rego











