Oknum Honorer Sekretariat DPRD Kota Bengkulu Diduga Pukuli Ketua RT

Oknum honorer Sekretariat DPRD Kota Bengkulu
Foto: Ibu Mei bersama Khoiriah, istri Ketua RT 18 Kelurahan Dusun Besar, Kota Bengkulu saat ditemui di kediaman Ketua RT 18. (6/10/23).

Oknum Honorer Sekretariat DPRD Kota Bengkulu Diduga Pukuli Ketua RT

KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU – Seorang oknum honorer yang bekerja di Sekretariat DPRD Kota Bengkulu dengan inisial Wi menjadi sorotan setelah diduga melakukan tindakan kekerasan di rumah Ketua RT 18 Kelurahan Dusun Besar, Kota Bengkulu. Kejadian ini mengakibatkan istri Ketua RT mengalami lebam akibat pukulan yang diterima dari oknum tersebut.

Kejadian bermula pada Minggu (01/10/2023) ketika adik laki-laki Wi, Fa, menggadaikan sebuah unit motor kepada Mei, seorang warga RT 18 Kelurahan Dusun Besar, dengan nilai sebesar Rp. 3 juta. Transaksi ini berawal dari media sosial Facebook, di mana Fa dan Mei sepakat untuk melakukan transaksi tersebut.

BACA JUGA: ​​Polda Bengkulu Ungkap Kasus Penyelundupan Benih Lobster Bernilai Miliaran Rupiah

Namun, pada Rabu (04/10/2023), Mei dihubungi oleh Wi melalui pesan WhatsApp (WA) untuk menebus motor tersebut. Karena Mei awalnya berhubungan dengan Fa, yang merupakan orang yang menggadaikan motor itu, Mei enggan memberikan motor tersebut kepada Wi. Mei kemudian menghubungi Fa, hanya untuk menemukan bahwa nomor yang diberikan oleh Fa kepada Mei ternyata adalah nomor milik Wi. Selanjutnya, Mei baru mengetahui bahwa Fa adalah adik dari Wi.

Mei menjelaskan, “Karena saya mengenal Fa melalui Facebook sebagai yang menggadaikan motor, kemudian yang ingin menebus berbeda orang, untuk menghindari situasi yang tidak diinginkan, saya datang ke rumah Ketua RT 18 untuk meminta bantuan mediasi. Saat itu, Pak RT sedang tidak ada di rumah, yang ada hanyalah istri Pak RT, Ibu Khoiriah.”

BACA JUGA: Tidak Butuh Waktu Lama Tim Totaici Tangkap Pelaku Curanmor di Bengkulu Selatan

Namun, kunjungan Mei ke rumah Ketua RT berubah menjadi peristiwa yang mengerikan ketika Wi, yang diduga sebagai pelaku, tiba-tiba muncul dan marah. Wi langsung mengamuk, menghadapi Ibu Khoiriah dan anaknya.

“Saat pelaku datang, dia langsung marah dan mengamuk terhadap Ibu Khoiriah dan anaknya. Ibu Khoiriah tidak menerima perlakuan tersebut dan meminta pelaku keluar dari rumahnya, namun pelaku tetap ngotot hingga akhirnya memukul Ibu Khoiriah, yang mengakibatkan lebam di pipi sebelah kanannya,” lanjut Mei.

Ibu Khoiriah mengungkapkan bahwa dia dipukul oleh terduga pelaku di wajahnya dan meminta pelaku untuk meninggalkan rumahnya karena terduga pelaku datang dengan perilaku yang tidak sopan, marah-marah tanpa alasan yang jelas.

BACA JUGA:  Bhabinkamtibmas Polsek Pino Raya Sambang dengan cara Door to Door warga Kecamatan Pino Raya

“Terduga pelaku datang tiba-tiba ke rumah saya, marah-marah dan mengamuk. Saya merasa malu di depan tetangga, jadi saya meminta pelaku untuk pergi karena saya tidak ingin ada keributan. Namun, terduga pelaku tetap ngotot dan memukul saya, yang mengakibatkan lebam ini,” ungkap Khoiriah sembari menunjukkan lebam di wajahnya.

Keributan di rumah Khoiriah akhirnya menarik perhatian warga sekitar yang berusaha melerai situasi tersebut. Namun, terduga pelaku tetap ngotot dan marah-marah tanpa alasan yang jelas. Kejadian ini kemudian dilaporkan oleh terduga pelaku ke Polresta Bengkulu dengan tuduhan pengeroyokan.

“Anehnya, dia yang datang ke rumah saya dengan marah-marah dan memukul saya, tapi dia yang melaporkan saya,” ujar Khoiriah.

BACA JUGA: Oknum Wartawan Lakukan Pemerasan Pembangunan TPI Bengkulu: Tiga Tersangka Diamankan

Khoiriah menambahkan bahwa awalnya dia tidak ingin memperpanjang masalah ini, tetapi terduga pelaku justru melaporkannya ke Polsek Gading Cempaka. Mereka bertemu di Polsek, dan pihak Polsek menyarankan untuk mencari solusi damai. Namun, terduga pelaku menolak damai dan tetap bersikeras melaporkan insiden ini. Bahkan, terduga pelaku mengancam akan melaporkan Polsek ke pusat jika laporannya tidak diterima. Akhirnya, terduga pelaku melaporkan insiden ini ke Polresta Bengkulu.

“Saya juga melaporkan terduga pelaku ke Polsek dengan tuduhan penganiayaan, dan kami telah melakukan visum. Semua warga siap menjadi saksi karena tidak ada pengeroyokan dalam insiden ini, saya yang menjadi korban pemukulan yang mengakibatkan lebam,” tambah Khoiriah.

Hingga berita ini ditulis, pihak media masih berupaya untuk mengkonfirmasi Wi terkait insiden ini. (**)

Editor: (KB1) Share

Mangcek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *