Konflik Agraria Bengkulu Selatan Makan Korban, Lima Petani Tertembak

Konflik Agraria Bengkulu Selatan
Foto: Lima Petani Tertembak akibat Konflik Agraria di kawasan perkebunan PT Agro Bengkulu Selatan (ABS), Desa Kembang Seri, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan. Senin (24/11/2025), (Ft/Ist).

Konflik Agraria Bengkulu Selatan Makan Korban, Lima Petani Tertembak

Kantor-Berita.Com|| Peristiwa Konflik Agraria dengan kekerasan kembali terjadi di kawasan perkebunan PT Agro Bengkulu Selatan (ABS), Desa Kembang Seri, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan. Senin (24/11/2025), bentrokan antara kelompok petani dan karyawan perusahaan berujung pada insiden penembakan yang menyebabkan lima warga mengalami luka serius. Empat di antaranya terkena tembakan dari jarak dekat, sementara satu korban menderita luka akibat benda tajam.

Insiden ini memicu perhatian publik lantaran diduga dilakukan oleh karyawan PT ABS saat warga menghentikan aktivitas perusahaan di areal yang masih menjadi sengketa. Para korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, sementara satu korban dalam kondisi berat harus dirujuk ke rumah sakit provinsi.

||BACA JUGA: Pemprov Bengkulu Tetapkan Harga Sawit Rp 3.330 per Kg, Mian: Harus Berpihak ke Petani

Korban bernama Linsurman (41) memberikan kesaksian mengejutkan saat menjalani perawatan di RSUD Hasanuddin Damrah (HD) Manna. Menurutnya, ia dan rombongan petani lainnya ditembak dari jarak hanya sekitar dua meter oleh karyawan PT ABS.

“Kami diserang, ditembak dari jarak dekat, sekitar dua meter,” ungkap Linsurman dengan suara lirih.

||BACA JUGA: Pemerintah Turunkan Harga Pupuk Subsidi Hingga 20 Persen, Petani Sambut Gembira

Ia menceritakan bahwa kelompok petani saat itu berusaha menghentikan aktivitas pembuatan jalan yang dilakukan oleh karyawan PT ABS di lokasi yang mereka anggap sengketa. Namun, seruan warga untuk menghentikan kegiatan tersebut tidak digubris pihak perusahaan.

Tak lama kemudian, terjadi ketegangan antara kedua pihak. Situasi memanas dengan cepat hingga berujung pada tindakan kekerasan. Diduga, salah seorang karyawan perusahaan mengeluarkan senjata api dan menembakkannya ke arah warga yang berada di hadapannya.

Akibat insiden tersebut, lima petani mengalami luka. Berikut identitas para korban:

  1. Linsurman (41) – luka tembak
  2. Edi Susanto (55) – luka tembak
  3. Edi Hermanto (52) – luka tembak
  4. Buyung (70) – luka tembak (kondisi paling parah)
  5. Suhardin – luka akibat benda tajam

Keempat korban luka tembak mengalami luka serius pada bagian tubuh tertentu dan langsung mendapatkan penanganan darurat. Sementara korban bernama Buyung harus dirujuk ke RSUD M. Yunus Bengkulu karena kondisinya dinilai kritis.

||BACA JUGA: Kepahiang Kembangkan Pertanian Adaptif, “Kopi Tangguh Iklim” Jadi Simbol Ketahanan Petani Lokal

Peristiwa ini menggemparkan warga sekitar yang langsung mendesak pihak kepolisian mengambil langkah tegas untuk mengungkap identitas dan menangkap pelaku penembakan.

Begitu peristiwa terjadi, warga setempat langsung mengevakuasi para korban menggunakan kendaraan yang tersedia. Mereka tiba di IGD RSUD Hasanuddin Damrah pada Senin petang. Para petugas medis langsung melakukan penanganan intensif terhadap para korban luka tembak yang banyak kehilangan darah.

Sementara itu, korban Buyung yang berada dalam kondisi paling memprihatinkan harus segera dirujuk ke RSUD M. Yunus Bengkulu karena membutuhkan fasilitas perawatan trauma yang lebih lengkap.

||BACA JUGA: Bupati Bengkulu Tengah Pimpin Rembuk Tani di Pondok Kelapa, Dorong Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani

Hingga malam hari, sejumlah keluarga korban masih menunggu perkembangan kondisi para petani tersebut. Mereka berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan memastikan keamanan di lokasi konflik.

Menurut kesaksian korban dan sejumlah warga, pelaku penembakan langsung melarikan diri sesaat setelah kejadian. Identitas pelaku masih belum diungkap secara resmi, namun menurut warga, pelaku merupakan salah satu karyawan yang ditugaskan di lapangan oleh PT ABS.

Saat kondisi semakin kacau, sejumlah karyawan perusahaan disebut meninggalkan lokasi, sementara warga mengevakuasi para korban.

||BACA JUGA: Harga Pupuk Subsidi Melonjak, Petani Padi Bengkulu Selatan Menjerit

Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Awilzan SIK MH, melalui Kasat Reskrim Polres Bengkulu Selatan, Iptu Muhamad Akhyar Anugerah, membenarkan adanya insiden bentrokan yang menimbulkan korban luka tembak tersebut.

“Benar terjadi peristiwa di kawasan PT ABS, dan saat ini tim sedang berada di lokasi kejadian,” ujar Kasat Reskrim.

Ia memastikan bahwa penyidik Satreskrim Polres Bengkulu Selatan telah diturunkan ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan mendalam, mengumpulkan bukti, dan memeriksa saksi-saksi.

Tim identifikasi juga diterjunkan untuk memastikan jenis senjata yang digunakan, arah tembakan, serta kemungkinan keterlibatan lebih dari satu pelaku. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *