Kepahiang Kembangkan Pertanian Adaptif, “Kopi Tangguh Iklim” Jadi Simbol Ketahanan Petani Lokal
Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, menunjukkan dukungan penuh terhadap inovasi pertanian berkelanjutan yang digagas oleh petani lokal. Salah satunya melalui program Kebun Kopi Tangguh Iklim, sebuah inisiatif yang diinisiasi oleh kelompok Koalisi Perempuan Petani Kopi Desa Kopi Tangguh Iklim (Koppi Sakti).
Program ini dianggap sebagai langkah penting dalam menjaga produktivitas kopi di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata. Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, memberikan apresiasi tinggi terhadap program tersebut, menyebutnya sebagai terobosan yang bukan hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga pemberdayaan perempuan di pedesaan.
||BACA JUGA: Dari Sadesahe hingga Sapo Suruh, Dedy Wahyudi Bangun Ketahanan dan Kemandirian Warga
“Inovasi ini bisa menjadi contoh nyata bagi petani kopi lainnya, terutama perempuan. Kita patut bangga karena inisiatif ini lahir dari masyarakat sendiri,” kata Bupati Zurdi Nata di Kepahiang, Jumat (17/10/25).
Inisiatif Kopi Tangguh Iklim digagas untuk menjawab tantangan yang dihadapi para petani akibat perubahan iklim, seperti meningkatnya suhu, curah hujan tak menentu, dan serangan hama yang lebih sering. Melalui pendekatan pertanian adaptif dan ramah lingkungan, program ini membantu petani mempertahankan bahkan meningkatkan hasil panen kopi mereka.
||BACA JUGA: Pemkab Kepahiang Intensifkan Lobi Pusat Demi Percepatan Pembangunan Daerah
Koppi Sakti, kelompok yang menjalankan program ini, beranggotakan perempuan petani dari 10 desa di Kabupaten Kepahiang, yakni Desa Pulo Geto, Pulo Geto Baru, Durian Depun, Simpang Kota Bingin, Bukit Barisan, Suro Muncar, Suro Baru, Pekalongan, Tanjung Alam, dan Air Hitam.
Mereka menerapkan metode tanam yang berorientasi pada ketahanan iklim (climate-resilient farming), seperti penggunaan pupuk organik, sistem tumpang sari, pengelolaan air yang efisien, dan perlindungan tanah dengan tanaman penutup.
“Kopi tangguh iklim ini bukan sekadar produk pertanian, tetapi juga simbol ketahanan dan kreativitas petani lokal, terutama perempuan,” ujar Bupati Zurdi Nata.
||BACA JUGA: Bupati Kepahiang Sidak RSUD: Pastikan Pelayanan Optimal Jelang Lebaran
Bupati Zurdi Nata menegaskan bahwa inisiatif seperti Kopi Tangguh Iklim harus mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Ia berkomitmen mendorong lahirnya regulasi pendukung agar program ini dapat diperluas dan diadopsi oleh lebih banyak petani di Kepahiang.
“Intinya, saya sangat mendukung inovasi ini. Pemerintah akan memastikan kebijakan yang mendukung pengembangan kebun kopi tangguh iklim dapat segera terwujud,” kata Bupati.
Ia menilai, model pertanian ini sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama pada aspek pengentasan kemiskinan, kesetaraan gender, dan aksi terhadap perubahan iklim.
||BACA JUGA: Longsor dan Pohon Tumbang di Jalur Kepahiang-Bengkulu Tengah Sebabkan Kemacetan Panjang
Kepahiang Siap Jadi Pusat Kopi Ramah Lingkungan
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang, Taufik, menyebut program kebun kopi tangguh iklim sangat relevan dengan visi daerah untuk menjadi sentra produksi kopi berkualitas di Provinsi Bengkulu.
Menurut Taufik, Kepahiang memiliki potensi lahan yang luas serta petani dengan pengalaman panjang dalam budidaya kopi. Dengan penerapan sistem ramah iklim, Kepahiang bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam menerapkan praktik pertanian berkelanjutan.
||BACA JUGA: Pelatihan Teknis PIRT: Membuka Pintu Kesuksesan bagi UMKM Kepahiang
“Program ini bisa menjadi model nasional. Kita berharap, praktik dari petani perempuan Kepahiang dapat menginspirasi wilayah lain di Indonesia yang juga menghadapi dampak perubahan iklim,” ujar Taufik.
Ia menambahkan bahwa kopi Kepahiang kini mulai mendapat perhatian dari pasar nasional karena cita rasanya yang khas dan proses tanamnya yang ramah lingkungan. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











