Kepala SDN 78 Seluma Buka Suara soal Revitalisasi Gedung, Ini Penjelasan Perubahan Pekerjaannya

revitalisasi SDN 78 Seluma
Foto: Kepala SD Negeri 78 Seluma, Malihan Suarni, S.Pd (Tengah), didampingi oleh, Pengawas lapangan dan Pekerja, pada saat titik nol pekerjaan proyek revitalisasi gedung sekolah, (Ft/Dok).

Kepala SDN 78 Seluma Buka Suara soal Revitalisasi Gedung, Ini Penjelasan Perubahan Pekerjaannya

SELUMA, BENGKULU – Kepala SD Negeri 78 Seluma, Malihan Suarni, S.Pd., memberikan penjelasan terkait pelaksanaan proyek revitalisasi gedung sekolah yang berada di Desa Sendawar, Kecamatan Semidang Alas Maras, Kabupaten Seluma, Bengkulu.

Proyek revitalisasi tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dengan nilai anggaran mencapai Rp1.098.834.258.

|| BACA JUGA: Pelantikan Anggota BPD PAW oleh Bupati Seluma: Langkah Penting Menuju Pemerintahan Desa yang Partisipatif

Penjelasan itu disampaikan Malihan menyusul pemberitaan sejumlah media daring yang menurutnya memuat narasi dan opini terkait perubahan sejumlah item pekerjaan dalam proyek revitalisasi sekolah.

Malihan menegaskan bahwa perubahan pada beberapa bagian pekerjaan bukan dilakukan tanpa alasan. Menurut dia, terdapat penyesuaian pekerjaan setelah kondisi bangunan dan material yang tersedia di lapangan diperhatikan.

Salah satu bagian yang mengalami penyesuaian adalah pekerjaan rangka atap. Malihan menjelaskan, pada perencanaan awal pekerjaan atap memang terdapat penggunaan rangka baja. Namun, setelah dilakukan pengecekan terhadap rangka kuda-kuda kayu yang sudah ada di bangunan sekolah, kondisi material tersebut masih dinilai cukup baik.

||BACA JUGA: Program Cetak Sawah Rakyat Seluma 2026 Resmi Dimulai, 50,3 Hektare Lahan Baru

Karena itu, pekerjaan tidak sepenuhnya diarahkan untuk mengganti rangka kuda-kuda kayu dengan rangka baja.

Menurut Malihan, kondisi tersebut kemudian menjadi pertimbangan dalam melakukan penyesuaian pada sejumlah item pekerjaan. Anggaran yang sebelumnya diperuntukkan bagi pekerjaan tertentu kemudian dialihkan untuk kebutuhan lain yang dianggap dapat meningkatkan kualitas dan fungsi bangunan sekolah.

“Untuk pekerjaan atap memang awalnya menggunakan rangka baja. Tetapi rangka kuda-kuda kayu yang ada masih cukup bagus,” kata Malihan saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon, Kamis malam, 1 Oktober 2026.

||BACA JUGA: Pemkab Seluma Perkuat Program MBG Tingkatkan Gizi Anak

Ia menjelaskan, penyesuaian tersebut antara lain dilakukan pada jenis material penutup atap. Material yang semula menggunakan seng gelombang kemudian diganti menjadi atap spandek.

Perubahan material tersebut, kata dia, merupakan bagian dari penyesuaian pekerjaan pada proyek revitalisasi.

Selain bagian atap, pekerjaan plafon juga mengalami perubahan. Dalam rencana awal, plafon menggunakan bahan tripleks dengan rangka kayu. Dalam pelaksanaan, pekerjaan tersebut kemudian disesuaikan menjadi plafon PVC dengan rangka besi hollow.

Perubahan material tersebut menjadi salah satu item yang dijelaskan pihak sekolah ketika memberikan klarifikasi mengenai pekerjaan revitalisasi gedung.

||BACA JUGA: Gedung SMPN 28 Bengkulu Utara Usai Direvitalisasi, Kepsek: Ucapkan Terima Kasih

Malihan mengatakan, perubahan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian pekerjaan berdasarkan kondisi dan kebutuhan bangunan sekolah.

“Plafon awalnya triplek dengan rangka kayu, kemudian menjadi plafon PVC dengan rangka besi hollow,” ujarnya.

Dengan perubahan tersebut, pekerjaan revitalisasi tidak hanya berfokus pada penggantian bagian bangunan yang mengalami kerusakan, tetapi juga mencakup penyesuaian material pada sejumlah bagian bangunan.

Perubahan lainnya terdapat pada kusen pintu dan jendela. Jika pada rencana awal material kusen menggunakan kayu, dalam pelaksanaan pekerjaan material tersebut diganti menjadi aluminium.

||BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Gaspol Modernisasi Kota, di Mulai Revitalisasi Pasar Minggu

Menurut Malihan, perubahan itu termasuk bagian dari penyesuaian pekerjaan yang dilakukan dalam proyek revitalisasi SD Negeri 78 Seluma.

Penggunaan aluminium menjadi salah satu perubahan material yang disebut pihak sekolah dalam memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan proyek tersebut.

Selain atap, plafon, serta kusen, terdapat pula pekerjaan pada bagian depan bangunan sekolah.

Malihan menyebut bagian bawah kusen pada dinding depan bangunan menggunakan batu alam. Pekerjaan tersebut menjadi salah satu tambahan dalam pelaksanaan revitalisasi.

Ia mengatakan terdapat sejumlah item pekerjaan baru yang kemudian dimasukkan dalam penyesuaian pekerjaan proyek.

||BACA JUGA: Revitalisasi Pasar Barukoto: Strategi Wali Kota Hidupkan Kembali Kota Lama Jadikan Magnet Ekonomi

Penjelasan tersebut disampaikan untuk memberikan gambaran mengenai alasan terjadinya perubahan antara pekerjaan yang direncanakan dengan pekerjaan yang terlihat di lapangan.

Menurut pihak sekolah, perubahan material maupun penambahan pekerjaan tersebut tidak serta-merta dapat dipandang sebagai pengurangan pekerjaan. Sebaliknya, terdapat penyesuaian terhadap kebutuhan bangunan dengan mempertimbangkan kondisi material yang sudah tersedia.

Malihan juga menanggapi pemberitaan sejumlah media daring mengenai proyek revitalisasi tersebut. Ia menyebut terdapat pemberitaan yang dinilainya cenderung memberikan opini terhadap pekerjaan yang sedang berlangsung. Karena itu, pihak sekolah merasa perlu menyampaikan penjelasan agar informasi mengenai proyek tersebut dapat diketahui secara lebih utuh.

Menurut dia, pihak sekolah tidak keberatan terhadap fungsi media dalam melakukan pengawasan dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Namun, informasi yang disampaikan diharapkan juga memuat penjelasan dari pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan pekerjaan.

“Karena itu kami memberikan penjelasan mengenai perubahan beberapa pekerjaan tersebut,” kata Malihan.

Ia berharap masyarakat tidak hanya melihat perbedaan material yang terdapat dalam dokumen perencanaan dan kondisi di lapangan, tetapi juga memahami alasan perubahan yang dilakukan.

Apalagi, proyek revitalisasi sekolah menggunakan anggaran negara sehingga pelaksanaannya akan membuat kami sangat berhati-hati dan menjadi perhatian masyarakat. (kb1/An).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *