Warga Desa Teramang Tangkap Buaya 6 Meter: Upaya Masyarakat Hadapi Ancaman Predator

Penangkapan buaya Desa Teramang
Foto: Warga Desa Teramang Tangkap Buaya 6 Meter: Upaya Masyarakat Hadapi Ancaman Predator, (Ft/Antara).

Warga Desa Teramang Tangkap Buaya 6 Meter: Upaya Masyarakat Hadapi Ancaman Predator

KANTOR-BERITA.COM, MUKOMUKO|| Warga Desa Teramang, Kecamatan Teramang Jaya, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, baru-baru ini menangkap seekor buaya sepanjang sekitar enam meter. Buaya ini dianggap telah meresahkan warga karena sering terlihat di sekitar sungai dan bahkan muncul di daratan, dekat dengan kebun kelapa sawit. Warga khawatir dengan kehadiran satwa liar yang dilindungi ini, karena mereka takut akan potensi ancaman terhadap hewan ternak dan keselamatan manusia.

Peristiwa penangkapan buaya tersebut terjadi pada hari Jumat, (27/9/24), Warga menggunakan tali untuk menangkap dan mengamankan buaya agar tidak melarikan diri. Camat Teramang Jaya, Eka Purwanto, yang dihubungi dari Mukomuko, menjelaskan kronologi penangkapan tersebut. Menurutnya, warga terpaksa menangkap buaya itu karena kehadirannya sudah menimbulkan keresahan dan ketakutan di kalangan penduduk setempat.

BACA JUGA: Upaya Perlindungan Hutan dan Satwa Liar, BBTNBBS Seksi Wilayah IV Bintuhan Lakukan Patroli

“Warga berhasil menangkap buaya tersebut dengan menggunakan tali, lalu tali itu diikatkan pada buaya agar tidak kabur,” ujar Eka Purwanto.

Keberadaan buaya tersebut diketahui warga setelah sering kali menampakkan diri di dekat Sungai Air Nipah, yang terletak di kawasan perkebunan kelapa sawit. Lokasi ini dipenuhi dengan pohon nipah dan sering menjadi tempat buaya ini muncul.

Kehadiran buaya di sekitar wilayah perkebunan menjadi perhatian serius bagi warga Desa Teramang. Buaya yang umumnya tinggal di perairan ini sudah berani masuk ke area daratan, bahkan ke sekitar kebun sawit, yang tentunya membuat warga semakin khawatir. Walaupun belum ada korban jiwa maupun hewan ternak yang diserang, warga tetap merasa terancam dengan keberadaan predator besar tersebut.

BACA JUGA: BKSDA Bengkulu Adakan Bimtek Praktek Lapangan Pengambilan Sampel DNA bagi Petugas Patroli SMART

“Buaya ini sudah menampakkan diri di daratan, dan jelas hal ini membuat warga ketakutan. Meskipun belum ada korban, baik hewan ternak maupun manusia, kami tetap khawatir akan potensi ancaman dari buaya tersebut,” tambah Eka Purwanto.

Penduduk khawatir jika buaya ini dibiarkan berkeliaran, bisa saja terjadi serangan terhadap ternak atau bahkan manusia. Warga berharap buaya tersebut dapat segera dievakuasi agar kejadian yang lebih buruk dapat dicegah.

Camat Teramang Jaya Eka Purwanto Menyatakan, Setelah penangkapan buaya oleh warga, pihak pemerintah setempat segera berkoordinasi dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk proses evakuasi buaya tersebut. Hingga saat ini, warga masih menunggu petugas dari BKSDA untuk datang dan memindahkan buaya yang sudah ditangkap.

BACA JUGA: BKSDA Bengkulu Gelar Acara Peningkatkan Kapasitas SDM dan Polhut

“Kami sudah berkoordinasi dengan BKSDA untuk segera mengevakuasi buaya ini, Warga saat ini masih menunggu tindakan dari pihak terkait,” jelas Camat Teramang Jaya.

Eka Purwanto Menambahkan, Buaya merupakan satwa yang dilindungi, sehingga tindakan untuk membunuh atau melukai buaya ini tidak dianjurkan. Pihak kecamatan juga telah mengedukasi warga mengenai pentingnya melaporkan penampakan buaya kepada pihak yang berwenang, daripada mencoba mengambil tindakan sendiri. Ini dilakukan untuk mencegah warga membunuh satwa tersebut, meskipun buaya tersebut dianggap sebagai ancaman.

“Kami berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan yang tepat, Setiap ada penampakan atau jejak buaya, kami segera melaporkannya kepada pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Eka.

BACA JUGA: Konflik Lahan Masyarakat Adat Serawai Semidang Sakti dengan PT PN VII Kembali Memanas

Dalam situasi seperti ini, pihak kecamatan dan pemerintah daerah sangat menekankan pentingnya kewaspadaan warga, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar sungai dan perkebunan sawit yang rawan penampakan buaya. Warga diminta untuk lebih berhati-hati ketika berada di sekitar perairan atau wilayah yang sering menjadi tempat buaya muncul.

“Kami Mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap waspada, terutama di area muara dan kebun sawit yang memang rawan buaya, Kami berharap warga sudah memahami bahaya yang ada di lokasi ini dan dapat lebih berhati-hati dalam beraktivitas,” Pungkas Eka Purwanto. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Budi utoyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *