Foto: Petugas Patroli SMART BKSDA Bengkulu pada acara Bimbingan Teknis Pengambilan Sampel DNA di lapangan, kegiatan berlangsung di kantor Resort Konservasi Sumber Daya Alam Pantai Panjang Bengkulu pada Jumat, (7/6/2024), (Ist).
BKSDA Bengkulu Adakan Bimtek Praktek Lapangan Pengambilan Sampel DNA bagi Petugas Patroli SMART
KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU|| BKSDA Provinsi Bengkulu menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) mengenai pengambilan sampel bagi petugas patroli SMART. Pada hari kedua Bimtek, dilakukan uji praktek lapangan yang dipimpin langsung oleh instruktur dari Fakultas MIPA Biologi, Dr. Sipriyadi M.Si, dari Universitas Bengkulu, serta didampingi oleh Drh. Maria Ulfa. Praktek ini berlangsung di kantor Resort Konservasi Sumber Daya Alam Pantai Panjang Bengkulu pada Jumat, (7/6/2024).
Program ini diinisiasi oleh BKSDA Bengkulu dengan dukungan pendanaan dari Global Environment Facility (GEF) dan fasilitasi dari United Nations Development Program (UNDP). Hibah GEF melalui Program CONSERVE merupakan salah satu kegiatan inovatif yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam upaya memasukkan konservasi keanekaragaman hayati ke dalam pembangunan lintas sektor. Terlebih lagi, beberapa spesies target dari program ini, terutama gajah dan harimau, memiliki wilayah jelajah yang luas dan mencakup berbagai status dan fungsi kawasan serta lahan.
Foto: Petugas Patroli SMART BKSDA Bengkulu pada saat Praktek Lapangan pengambilan Sampel Kotoran Gajah di kantor Resort Konservasi Sumber Daya Alam Pantai Panjang Bengkulu pada Jumat, (7/6/2024), (Ist).
Program CONSERVE ini bertujuan untuk mengintegrasikan upaya konservasi keanekaragaman hayati dalam berbagai sektor pembangunan. Selain melindungi spesies yang terancam punah seperti gajah dan harimau, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan kemampuan teknis petugas lapangan dalam konservasi keanekaragaman hayati.
Selain aspek teknis, Bimtek ini juga mencakup sesi tentang pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam upaya konservasi. Kerja sama antara lembaga pemerintah, universitas, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat lokal sangat penting untuk keberhasilan program konservasi. Dukungan dari GEF dan UNDP dalam Program CONSERVE menunjukkan pentingnya kolaborasi internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati.
Dalam pelatihan ini, para peserta juga diajarkan tentang pentingnya data genetik dalam konservasi. Data DNA dapat memberikan informasi yang sangat penting tentang populasi spesies, hubungan kekerabatan, dan variabilitas genetik yang penting untuk strategi konservasi. Dengan teknik yang tepat, petugas patroli SMART dapat mengumpulkan data yang akurat dan berguna untuk penelitian dan konservasi jangka panjang.
Dr. Sipriyadi menambahkan bahwa pengambilan sampel DNA dari satwa liar memerlukan keterampilan khusus dan pemahaman yang mendalam tentang ekologi dan perilaku satwa tersebut.
” Pengambilan sampel DNA tidak hanya sekadar mengambil materi genetik, tetapi juga harus dilakukan dengan mempertimbangkan etika dan kesejahteraan satwa, Oleh karena itu, penting bagi petugas untuk memahami teknik yang benar dan etika dalam pengambilan sampel, ” jelasnya.
Dr. Sipriyadi menyatakan bahwa selama praktek uji lapangan, sampel DNA diambil untuk diekstraksi dan diuji di laboratorium Universitas Bengkulu. Untuk menentukan spesies dari sekuen DNA tersebut, sampel harus dikirim ke luar negeri.
” Kegiatan pengambilan sampel DNA di lapangan bertujuan untuk mengetahui spesies yang ada di kawasan ini, Sampel yang kami ambil akan diekstraksi dan diuji di laboratorium Universitas Bengkulu, Namun untuk identifikasi lebih lanjut, sekuen DNA harus dikirim keluar negeri, ” ujar Dr. Sipriyadi.
Sementara itu, Drh. Maria Ulfa menyampaikan harapannya agar petugas patroli SMART dapat memahami dan mengaplikasikan ilmu yang telah disampaikan oleh instruktur selama pelatihan.
“Kegiatan hari ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman petugas patroli SMART BKSDA Bengkulu tentang teknik pengambilan sampel yang benar dan prosedur pengujian DNA. Dengan begitu, mereka dapat melakukan tugasnya dengan lebih efektif,” katanya.
Pada akhir pelatihan, peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu yang telah diperoleh dalam tugas sehari-hari. Mereka diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati di wilayah Bengkulu. Dengan kemampuan yang meningkat, petugas patroli SMART dapat lebih efektif dalam melindungi spesies yang terancam punah dan habitatnya.
“Pelatihan ini adalah langkah awal yang penting. Kami berharap para peserta dapat terus meningkatkan kapasitas mereka dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan konservasi yang lebih besar,” tutup Drh. Maria Ulfa. (**)
Musdes Air Putih Salurkan BLT Sekaligus Dimulainya Pembangunan Desa Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Desa Air Putih, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) yang dirangkai dengan penyaluran Bantuan Langsung…
Modus Nama Fiktif Diduga Digunakan dalam Proyek Disdikbud Kalbar Kantor-Berita.Com|| Dugaan praktik korupsi dalam proyek nonfisik di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat mencuat ke publik. Modus…
Tambang Galian C di Hutan Kota Bukit Senja Singkawang Diduga Tanpa Izin Kantor-Berita.Com|| Aktivitas tambang galian C di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, menuai sorotan publik. Sejumlah titik penambangan diduga berada…
BLT Tiga Bulan Disalurkan, Warga Pulau Panggung Terima Bantuan Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Desa Pulau Panggung, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga penerima manfaat pada…