Upaya Perlindungan Hutan dan Satwa Liar, BBTNBBS Seksi Wilayah IV Bintuhan Lakukan Patroli

BBTNBBS Seksi Wilayah IV Bintuhan
Foto: Polhut dan WCS yang akan berangkat Patroli Sapu Jerat (Ft/Mariska Tarantona).

Upaya Perlindungan Hutan dan Satwa Liar, BBTNBBS Seksi Wilayah IV Bintuhan Lakukan Patroli

KANTOR-BERITA.COM, KAUR|| Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS) Seksi Wilayah IV Bintuhan Kabupaten Kaur aktif melaksanakan patroli untuk melindungi kawasan hutan, Patroli ini bertujuan mengantisipasi berbagai ancaman tindak pidana kehutanan seperti penebangan liar (illegal logging) dan perburuan satwa liar.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah IV Bintuhan, Mariska Tarantona, mengungkapkan bahwa Tim TNBBS rutin melakukan Patroli Sapu Jerat di dalam kawasan TNBBS dan sekitarnya. Mereka memulai patroli dari desa-desa sekitar kawasan seperti Desa Tanjung Agung dan Desa Babat di Kecamatan Tetap, sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan TNBBS yang berjarak sekitar 5 km dari desa terdekat.

BACA JUGA: BKSDA Bengkulu: Selenggarakan Kegiatan Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi dengan Metode METT

”Patroli ini rutin kami laksanakan untuk memastikan kawasan tetap aman dari berbagai ancaman,” jelas Mariska.

Untuk menjalankan patroli hingga ke dalam kawasan TNBBS, Patroli Sapu Jerat melibatkan personel Polisi Hutan (Polhut) dari Seksi Wilayah IV Bintuhan, Resort Merpas, dan Resort Muara Sahung. Selain itu, mereka juga bekerja sama dengan mitra dari Wild Conservation Society (WCS) untuk meningkatkan efektivitas patroli.

Selama operasi, tim patroli menemukan sejumlah jerat yang ditujukan untuk menangkap satwa mamalia besar. Jerat-jerat tersebut diperkirakan telah dipasang selama sekitar tiga bulan. Selain itu, mereka juga menemukan kerangkeng kayu yang diduga akan digunakan sebagai perangkap untuk harimau sumatera. Di sekitar kerangkeng, terdapat bangkai dan sisa-sisa tulang, yang kemungkinan besar adalah hewan rusa atau kijang yang digunakan sebagai umpan.

BACA JUGA: BKSDA Bengkulu Gelar Bimtek Pengambilan Sampel DNA Satwa Dilindungi bagi Petugas Patroli SMART

Mariska sangat berharap masyarakat setempat tidak melakukan perburuan satwa liar maupun merusak hutan, terutama di dalam kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perburuan satwa liar atau merusak hutan demi menjaga kelestarian kawasan ini,” ujarnya.

Untuk memperkuat patroli dan pengawasan, BBTNBBS terus bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk organisasi konservasi dan masyarakat setempat. Mereka juga memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan dan satwa liar, Dengan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan upaya konservasi bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Selain patroli, BBTNBBS juga melakukan berbagai upaya lain untuk melindungi kawasan TNBBS, Salah satunya adalah peningkatan pengawasan di titik-titik rawan perambahan dan perburuan. Mereka juga memasang tanda peringatan dan rambu-rambu di sekitar kawasan hutan untuk mengingatkan masyarakat mengenai aturan yang berlaku.

BACA JUGA: Perhutanan sosial Lakukan Pemetaan CPCL oleh KPH Mukomuko

Mariska Tarantona Menambahkan, BBTNBBS Seksi Wilayah IV Bintuhan berencana mengembangkan program-program pelestarian yang lebih komprehensif. Program-program ini meliputi peningkatan kapasitas personel patroli, peningkatan teknologi pengawasan, dan penguatan kemitraan dengan berbagai pihak. Dengan demikian, upaya konservasi di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Dengan langkah yang diambil, BBTNBBS Seksi Wilayah IV Bintuhan optimis dapat menjaga kelestarian kawasan hutan dan satwa liar di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Mereka juga berharap dapat terus bekerja sama dengan masyarakat dan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang aman dan lestari bagi generasi mendatang.

Selain itu Mariska Tarantona menegaskan, terus berusaha mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya konservasi hutan dan satwa liar menjadi salah satu fokus utama dalam upaya ini.

BACA JUGA: Konflik Lahan Masyarakat Adat Serawai Semidang Sakti dengan PT PN VII Kembali Memanas

“Kita berharap dengan adanya kesadaran yang lebih tinggi dari masyarakat, kasus-kasus perburuan liar dan perusakan hutan dapat diminimalisir,” Imbuh Mariska.

Lanjut Mariska Tarantona, Ke depan BBTNBBS Seksi Wilayah IV juga merencanakan untuk mengembangkan kawasan wisata alam yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar tanpa merusak lingkungan. Dengan adanya kegiatan wisata yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus turut serta dalam menjaga kelestarian hutan dan satwa liar. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Ahmad Irsa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *