Wamendes Riza Patria: Data Tunggal Kunci Efektivitas Pembangunan Desa
KANTOR-BERITA.COM, JAKARTA|| Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Riza Patria menegaskan pentingnya penggunaan data tunggal yang akurat untuk memastikan setiap kebijakan pemerintah pusat dapat diterapkan secara tepat sasaran. Langkah ini dianggap krusial dalam mendukung efektivitas program pembangunan desa serta mempercepat pengentasan kemiskinan di tingkat desa.
Dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta Pusat, Kamis (30/1/25), Wamendes PDT Riza Patria menekankan bahwa data Indeks Desa Membangun (IDM) menjadi alat penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.
BACA JUGA: Kemendes PDTT Dorong Optimalisasi Website Desa, Sebagai Alat Pembangunan dan Promosi Potensi desa
“IDM memiliki peran strategis dalam memastikan ketepatan intervensi kebijakan pembangunan dari berbagai tingkat pemerintahan, baik pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga desa, Data ini juga menjadi sumber informasi utama bagi partisipasi masyarakat serta sektor non-pemerintah dalam pembangunan desa,” Ujar Riza Patria.
Menurutnya, data yang komprehensif dapat membantu desa mengidentifikasi prioritas pembangunan yang mendesak, sehingga sumber daya yang tersedia dapat dialokasikan dengan lebih efektif. Oleh karena itu, pengelolaan data desa harus dilakukan secara sistematis oleh Pendamping Desa dan Perangkat Desa.
BACA JUGA: PJ Bupati Bengkulu Tengah Raih Penghargaan GTTGN XXV Oleh Kemendes PDTT
Riza Patria menambahkan bahwa pengelolaan data desa yang baik akan berdampak pada optimalisasi penggunaan Dana Desa. Dana ini harus dikelola dengan bijak agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat desa, baik dalam hal pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi, maupun pemberdayaan sosial.
“IDM mencerminkan perkembangan kemandirian desa berdasarkan implementasi Undang-Undang Desa yang didukung oleh Dana Desa dan Pendamping Desa, Semua ini telah diatur dalam Permendesa No. 2 Tahun 2016 tentang IDM,” Papar Riza Patria.
BACA JUGA: Mendes PDT Paparkan 7 Fokus Penggunaan Dana Desa 2025: 20% Wajib Ketahanan Pangan
Dengan adanya data yang akurat, desa dapat menentukan program prioritas yang paling sesuai dengan kebutuhan warganya. Hal ini penting agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan serta menjamin pemerataan pembangunan di seluruh desa di Indonesia.
Data desa yang terstruktur dan terverifikasi dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk mendukung pembangunan yang lebih inklusif, Riza Patria menjelaskan bahwa data IDM tidak hanya berguna bagi pemerintah, tetapi juga bagi akademisi, sektor swasta, dan organisasi non-pemerintah.
BACA JUGA: Mendes PDT: Pemerintah Dorong Desa Tematik untuk Ketahanan Pangan Nasional Mulai 2025
Salah satu tujuan utama dari penggunaan data tunggal adalah menghindari duplikasi program pembangunan yang dapat menyebabkan inefisiensi dalam alokasi anggaran. Dengan data yang jelas dan terstruktur, program yang dijalankan oleh pemerintah maupun pihak lainnya dapat lebih terkoordinasi dan selaras dengan kebutuhan nyata di lapangan.
“Keberadaan data IDM yang akurat dapat membantu kita memastikan bahwa program-program pembangunan desa berjalan harmonis dan tidak terjadi tumpang tindih. Dengan demikian, pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia bisa lebih cepat terwujud,” Terang Riza Patria.
BACA JUGA: Rekrutmen Pendamping Desa 2025: Peran Strategis dan Gaji Menarik untuk Pembangunan Desa
Untuk Diketahui Rapat Koordinasi Tingkat Menteri ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, dan dihadiri oleh sejumlah Menteri serta Wakil Menteri dari Kabinet Merah Putih. Dalam pertemuan ini, dibahas berbagai strategi untuk meningkatkan efektivitas penggunaan data dalam pembangunan desa.
Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pengelolaan data desa agar dapat menjadi acuan utama dalam perencanaan pembangunan. Langkah-langkah ini mencakup peningkatan kapasitas perangkat desa dalam mengelola data, integrasi sistem informasi desa, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengumpulan dan analisis data. (**)
Editor: (One) Share
Kontributor Jakarta: Miftahul











