Walikota Dedy Wahyudi Minta OPD Fokus Kerja Nyata, Bukan Sekadar Teori
Kantor-Berita.Com, Kota Bengkulu|| Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi kembali menegaskan komitmennya untuk membangun Kota Bengkulu dengan pendekatan kerja nyata dan hasil langsung dirasakan masyarakat. Dalam arahannya kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Bengkulu, Dedy meminta agar semua pimpinan dinas tidak lagi hanya berteori, tapi segera bertindak menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga.
Imbauan ini disampaikan langsung oleh Dedy dalam rapat koordinasi pada Rabu, (09/4/25), Ia menggarisbawahi bahwa peran pemerintah adalah memberikan solusi, bukan sekadar wacana atau laporan panjang tanpa implementasi.
BACA JUGA: TPP Tergantung PAD, Dedy Sentil ASN Kerja Proaktif dan Inovatif Bangun Ekonomi Bengkulu
Dalam pernyataannya, Dedy menekankan bahwa esensi utama keberadaan pemerintah adalah kehadiran nyata di tengah masyarakat, terutama ketika warga menghadapi masalah. Ia ingin semua kepala OPD memahami dengan jelas tugas dan fungsi mereka masing-masing, serta bekerja sebagai sebuah tim yang solid.
“Jangan banyak teori, Yang dibutuhkan rakyat adalah aksi nyata, Petakan masalah yang ada, lalu langsung cari solusi dan eksekusi di lapangan,” kata Walikota Dedy Wahyudi.
BACA JUGA: Sinergi Pemkot Bengkulu & BPTD: Wajah Transportasi Kota Siap Berubah Total
Ia menambahkan bahwa masyarakat tidak membutuhkan janji atau konsep semata, melainkan pelayanan yang cepat, efisien, dan terasa langsung dampaknya.
Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi memberi contoh konkret kepada para kepala dinas. Ia menyebutkan bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) harus fokus pada perbaikan infrastruktur seperti jalan, saluran drainase, dan fasilitas umum lainnya.
“Tugas Dinas PUPR sudah jelas: membangun dan memperbaiki jalan, menormalisasi drainase, dan menata kawasan publik, Begitu juga dengan Dinas Pariwisata, tugasnya menggali potensi wisata, menciptakan daya tarik untuk wisatawan, Sementara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) harus memastikan pasar di Kota Bengkulu tertata rapi, bersih dan nyaman,” terang Dedy.
BACA JUGA: ASN Berkinerja Bagus Dapat Hadiah Umrah, Terobosan Wali Kota Bengkulu Bangun Budaya Kerja Inovatif
Arahan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penguatan agar semua OPD bergerak dengan target yang jelas dan terukur. Setiap dinas diminta untuk tidak saling lempar tanggung jawab, melainkan bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka masing-masing.
Dedy menekankan pentingnya kerja tim dalam menyukseskan berbagai program pembangunan yang sudah dirancang dalam visi-misi Walikota dan Wakil Walikota. Ia menilai bahwa sinergi antar-OPD menjadi fondasi kuat untuk menciptakan perubahan besar di Kota Bengkulu.
“Semua jajaran Pemkot harus bekerja sebagai satu tim, Kalau masing-masing fokus dengan tupoksinya dan saling mendukung, maka program kerja Walikota dan Wawali bisa terwujud, Hasil akhirnya masyarakat bahagia,” ujar Dedy.
BACA JUGA: Gubernur dan Wali Kota Bengkulu Kompak Bantu Korban Kebakaran
Kebahagiaan masyarakat menjadi tolok ukur utama keberhasilan pemerintah. Maka dari itu, seluruh perangkat daerah wajib terlibat aktif dan bekerja maksimal agar setiap program pembangunan berjalan efektif dan memberi dampak nyata.
Dalam era yang serba cepat saat ini, Dedy juga menuntut agar jajaran pemerintah kota tidak terjebak dalam birokrasi lamban. Ia ingin agar semua OPD bergerak lincah, mampu merespon masalah secara cepat, dan hadir memberikan solusi.
“Kita tidak bisa lagi pakai cara lama. Saat ini masyarakat ingin pelayanan cepat dan solusi nyata, Jadi jangan terjebak pada tumpukan kertas dan proses yang berlarut-larut, Kalau bisa diselesaikan hari ini, kenapa tunggu besok,” Tandas Dedy.
BACA JUGA: ASN Wajib Masuk Kerja Usai Lebaran, Pemkot Bengkulu Akan Sidak dan Siapkan Sanksi Tegas
Agar arah kerja setiap dinas tetap sesuai jalur, Dedy menyampaikan bahwa akan ada evaluasi berkala terhadap kinerja kepala OPD. Ia menekankan bahwa pencapaian target program harus terukur dan bisa dipertanggungjawabkan.
“Setiap OPD wajib membuat laporan yang realistis dan bisa dipertanggungjawabkan, Evaluasi ini bukan untuk mencari kesalahan, tapi untuk memastikan semuanya berjalan sesuai rencana,” ungkap Dedy. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











