ASN Berkinerja Bagus Dapat Hadiah Umrah, Terobosan Wali Kota Bengkulu Bangun Budaya Kerja Inovatif
Kantor-Berita.Com, Kota Bengkulu|| Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, punya cara tersendiri dalam memotivasi aparatur sipil negara (ASN) di lingkup pemerintahannya. Ia ingin membangun budaya kerja yang disiplin, inovatif, dan produktif. Untuk mewujudkan hal itu, ia memberikan insentif nyata bagi para pegawai yang menunjukkan kinerja terbaik.
Bukan sekadar penghargaan simbolis, Dedy menawarkan hadiah yang sangat istimewa: perjalanan umrah gratis ke Tanah Suci. Hadiah ini akan diberikan kepada tiga ASN terbaik setiap tahunnya. Mereka yang bekerja dengan semangat tinggi, disiplin, serta memberikan kontribusi nyata bagi instansi dan masyarakat, berpeluang meraih penghargaan ini.
BACA JUGA: Walikota Dedy Wahyudi Upayakan Mengembalikan Kejayaan Wisata Pantai Panjang Bengkulu Kemanca Negara
Dedy menjelaskan bahwa penilaian dilakukan secara bertahap. Setiap tiga bulan, ASN akan dievaluasi berdasarkan sejumlah indikator kinerja dan perilaku kerja. Evaluasi ini kemudian diperbarui lagi setiap enam bulan. Di akhir tahun, akan dipilih tiga pegawai dengan nilai tertinggi sebagai penerima hadiah umrah.
“Setiap tiga bulan kami lakukan penilaian, Lalu ditinjau kembali per enam bulan, Di akhir tahun kita tetapkan siapa ASN terbaik yang layak diberangkatkan umrah,” kata Dedy saat ditemui pada Selasa, (8/4/25).
BACA JUGA: Walikota Bengkulu Rampungkan Perbaikan Jembatan Penghubung Penurunan-Lempuing
Penilaian ini tidak hanya mengandalkan catatan administratif semata. Ada sejumlah aspek penting yang menjadi tolok ukur, seperti kedisiplinan, semangat inovasi, perilaku, kerja tim, serta dampak dari pekerjaan yang dilakukan terhadap pelayanan publik.
Hadiah umrah hanyalah satu dari bentuk apresiasi yang disiapkan. ASN yang masuk kategori berprestasi juga akan diprioritaskan untuk mendapatkan promosi jabatan. Dedy menegaskan bahwa promosi bukan hanya soal senioritas atau lama kerja, tapi lebih pada kontribusi dan dedikasi yang diberikan.
“Karier mereka akan meningkat, Kami berikan promosi jabatan bagi yang memang layak, Ini bentuk penghargaan atas kerja keras mereka,” ujar Dedy.
BACA JUGA: Walikota Bengkulu Bangun Rumah Sakit Baru di Selebar, Wujud Nyata Peduli Kesehatan
Dengan sistem ini, Wali Kota ingin menumbuhkan semangat bersaing sehat antarpegawai. Ia berharap setiap ASN berlomba-lomba menunjukkan kinerja terbaik, bukan hanya karena kewajiban, tapi juga karena ada penghargaan yang nyata di akhir usaha mereka.
Dalam setiap organisasi, tentu ada perbedaan tingkat kedisiplinan dan produktivitas antarpegawai. Dedy secara tegas menyatakan bahwa sistem penghargaan ini bertujuan untuk membedakan antara pegawai yang rajin dan yang malas. Ia tidak ingin ada persepsi bahwa semua pegawai diperlakukan sama, padahal kinerjanya sangat berbeda.
“Yang rajin harus dapat penghargaan, Jangan sampai yang kerja keras disamakan dengan yang bermalas-malasan,” tandas Walikota Dedy.
BACA JUGA: Program “4 in 1” Kota Bengkulu, Walikota Lubuklinggau Akui Sangat Terkesan
Ia menyadari bahwa selama ini masih ada ASN yang kurang berkomitmen dalam menjalankan tugas. Dengan adanya insentif ini, Dedy berharap para pegawai yang sebelumnya bekerja seadanya bisa termotivasi untuk berubah.
Selain disiplin, Dedy juga menekankan pentingnya inovasi. Ia ingin para ASN tidak hanya menjalankan tugas rutin, tetapi juga mampu berpikir kreatif, mencari solusi baru, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Di era digital saat ini, kemampuan berinovasi sangat dibutuhkan agar pelayanan publik tetap relevan dan efisien.
“Kita dorong semua ASN untuk berpikir out of the box, Bukan sekadar datang ke kantor, tapi punya ide dan inisiatif yang berdampak untuk masyarakat,” jelas Dedy.
BACA JUGA: Walikota Dedy Wahyudi Terapkan Reward dan Punishment untuk Tingkatkan Kinerja ASN Bengkulu
Menurut Dedy, dunia birokrasi tidak boleh kaku. ASN dituntut mampu menyesuaikan diri dengan tantangan zaman, termasuk pemanfaatan teknologi dalam menjalankan tugas. Oleh karena itu, ia ingin budaya kerja ASN di Bengkulu terus berkembang, dinamis, dan mampu menghasilkan terobosan.
Wali Kota tidak hanya ingin menciptakan ASN yang baik secara internal, tetapi juga yang mampu memberikan dampak positif ke masyarakat luas. Bagi Dedy, seorang pegawai negeri sipil tidak cukup hanya taat aturan, tetapi juga harus bermanfaat.
“ASN harus menjadi agen perubahan, Apa yang dia lakukan di kantor, harus terasa manfaatnya oleh masyarakat,” kata Walikota Dedy.
BACA JUGA: Patung Fatmawati Kini Makin Memukau, Gubernur Puji Walikota Bengkulu Sukses Hidupkan Ikon Kota
Ia juga menyebut bahwa keberhasilan seorang ASN bukan diukur dari seberapa lama ia bekerja, tetapi dari hasil dan dampak kerjanya. Semakin besar kontribusinya, semakin tinggi pula apresiasi yang akan diterima. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











