TPP Tergantung PAD, Dedy Sentil ASN Kerja Proaktif dan Inovatif Bangun Ekonomi Bengkulu

PAD Kota Bengkulu
Foto: Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, pada saat memimpin Apel pagi di halaman Kantor Walikota, pasca Lebaran, Pada Selasa, (08/4/25), (Ft/Ist).

TPP Tergantung PAD, Dedy Sentil ASN Kerja Proaktif dan Inovatif Bangun Ekonomi Bengkulu

Kantor-Berita.Com, Kota Bengkulu|| Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menyoroti urgensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam apel pagi di halaman Kantor Walikota, Kelurahan Bentiring Permai, Selasa, (08/4/25), Ia menekankan bahwa optimalisasi PAD menjadi kunci utama dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Dedy mengungkapkan bahwa keterlambatan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sering menjadi keluhan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), Namun ia mengingatkan bahwa sumber utama TPP berasal dari PAD. Oleh karena itu, Dedy mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk lebih proaktif dan inovatif dalam menggali potensi PAD.

BACA JUGA: Sinergi Pemkot Bengkulu & BPTD: Wajah Transportasi Kota Siap Berubah Total

”Banyak yang mengeluh saat TPP terlambat, Tapi apakah kita sadar bahwa TPP itu dibayar dari PAD? Maka, tugas kita bersama untuk meningkatkan PAD,” Kata Walikota Dedy Wahyudi.

Dedy menyoroti bahwa Kota Bengkulu tidak memiliki sektor unggulan seperti pertambangan atau perkebunan yang dapat diandalkan sebagai sumber PAD, Sebagai alternatif sektor pariwisata, hotel dan restoran menjadi andalan utama, Ia menekankan pentingnya pengelolaan kawasan wisata, khususnya Pantai Panjang yang telah diserahkan pengelolaannya kepada pemerintah kota oleh gubernur

BACA JUGA: ASN Berkinerja Bagus Dapat Hadiah Umrah, Terobosan Wali Kota Bengkulu Bangun Budaya Kerja Inovatif

“Jadikan Pantai Panjang bersih, nyaman dan tertata, Jika banyak wisatawan datang, itu akan meningkatkan PAD melalui pajak hotel dan restoran,” Ujar Dedy.

Dedy mengajak seluruh jajaran pemerintah kota untuk berperan aktif dalam upaya peningkatan PAD. Ia menegaskan bahwa tanpa peningkatan PAD, berbagai program pembangunan seperti perbaikan jalan, drainase, dan pemasangan lampu jalan tidak dapat terealisasi dengan maksimal.

“Kalau PAD tidak meningkat, jangan harap semua pembangunan bisa terealisasi sesuai harapan,” tutur Dedy.

BACA JUGA: Gubernur dan Wali Kota Bengkulu Kompak Bantu Korban Kebakaran

Untuk mencapai target peningkatan PAD, Dedy menginstruksikan beberapa langkah strategis:​ Penataan Pasar, Pengelolaan Sampah, Pengembangan Destinasi Wisata, Peningkatan Pajak Daerah.

Dedy juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan sektor swasta dalam upaya peningkatan PAD. Ia mengajak para pelaku usaha di bidang pariwisata, perhotelan, dan kuliner untuk bersama-sama memajukan Kota Bengkulu sebagai destinasi wisata unggulan.

”Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha sangat penting dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang kondusif dan berkelanjutan,” ujar Dedy.

BACA JUGA: ASN Wajib Masuk Kerja Usai Lebaran, Pemkot Bengkulu Akan Sidak dan Siapkan Sanksi Tegas

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata dan pelayanan publik menjadi perhatian, Pelatihan dan edukasi bagi pelaku usaha, ASN dan masyarakat di sekitar destinasi wisata diharapkan dapat meningkatkan standar pelayanan, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan PAD.​

Dedy juga mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan dan promosi pariwisata, Penggunaan media sosial, aplikasi pariwisata dan platform digital lainnya dianggap efektif untuk menjangkau wisatawan potensial dan memudahkan mereka dalam mengakses informasi tentang destinasi wisata di Bengkulu. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *