Wali Kota Bengkulu Tegas Tertibkan Warem dan Bangunan Liar di Pantai Panjang
Kantor-Berita.Com, Kota Bengkulu|| Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menunjukkan sikap tegas dan tanpa kompromi dalam upaya menata kawasan wisata Pantai Panjang. Dalam waktu dekat, pengelolaan Pantai Panjang akan resmi beralih dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu. Menyambut serah terima ini, Dedy langsung bergerak cepat untuk melakukan pembenahan besar-besaran.
Salah satu fokus utama Dedy adalah membersihkan Pantai Panjang dari bangunan liar, khususnya warung remang-remang (warem) yang menjual minuman keras seperti bir, tuak, dan sejenisnya. Ia memastikan bahwa warung ilegal tersebut segera dibongkar agar kawasan wisata kebanggaan masyarakat Bengkulu ini menjadi lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi pengunjung.
Saat memimpin rapat koordinasi bersama Pemprov, Forkopimda, dan jajaran terkait, Dedy secara tegas menyampaikan rencana tindakan terhadap bangunan-bangunan ilegal tersebut. Ia menegaskan bahwa semua bangunan liar di Pantai Panjang akan ditandai dengan tanda silang sebagai bentuk peringatan keras.
“Kita silang saja warung-warung itu, Jika pemiliknya tidak segera membongkar sendiri dan mengambil seng serta kayu-kayunya, kita akan turunkan Satpol PP untuk merobohkannya, Dinas PUPR juga sudah kita siapkan alat beratnya, Mohon Pak Kapolres dan Kodim untuk backup kami di lapangan,” tegas Dedy, Jumat, (11/4/25).
BACA JUGA: Walikota Dedy Wahyudi Tegaskan Kesiapan OPD Jelang Pemeriksaan BPK, Targetkan WTP Ketujuh
Menurut Dedy, keberadaan warung remang-remang tidak hanya merusak keindahan Pantai Panjang, tetapi juga menjadi sumber aktivitas maksiat yang merugikan citra kawasan wisata tersebut, Karena itu Dedy ingin mengembalikan fungsi Pantai Panjang sebagai destinasi wisata yang bersih, ramah keluarga, dan membanggakan Kota Bengkulu.
Dedy Wahyudi menilai, pariwisata menjadi salah satu sektor strategis untuk menggerakkan ekonomi kota. Namun, pariwisata yang baik hanya bisa berkembang jika didukung dengan fasilitas yang rapi, bersih, dan bebas dari aktivitas negatif.
“Kita ingin wisatawan datang ke Pantai Panjang merasa nyaman, Kita ingin menciptakan suasana yang aman, bersih dan sehat, Tidak ada lagi warem-warem yang menjual minuman keras atau jadi tempat maksiat, Ini tekad kita untuk memperbaiki citra pariwisata Bengkulu,” ujar Dedy.
BACA JUGA: Walikota Dedy Wahyudi Minta OPD Fokus Kerja Nyata, Bukan Sekadar Teori
Selain membongkar bangunan liar, Dedy juga berencana memperbaiki infrastruktur pendukung di Pantai Panjang, seperti memperbaiki akses jalan, memperbanyak fasilitas umum, menyediakan area parkir yang memadai, serta menambah penerangan jalan.
“Kita juga akan melibatkan pelaku usaha lokal, UMKM dan masyarakat sekitar agar mereka ikut merasakan manfaat dari majunya sektor pariwisata, Ini bukan hanya tentang membongkar bangunan liar, tetapi tentang membangun kawasan Pantai Panjang menjadi lebih baik dan memberi kesejahteraan untuk masyarakat,” tandas Dedy.
Kapolres Bengkulu, Kombes Pol Sudarno, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh langkah Pemkot dalam membersihkan kawasan Pantai Panjang. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian siap turun tangan mendampingi proses pembongkaran warem yang menyalahi aturan.
BACA JUGA: Walikota Dedy Wahyudi Upayakan Mengembalikan Kejayaan Wisata Pantai Panjang Bengkulu Kemanca Negara
“Kalau memang bangunan itu menyalahi aturan, tentu kita akan bersihkan, Kami mendukung penuh kebijakan Pak Wali Kota karena ini untuk kepentingan bersama,” ujar Sudarno.
Mantan Kabid Humas Polda Bengkulu ini juga menambahkan bahwa selama kebijakan tersebut bertujuan untuk kebaikan dan kemajuan Kota Bengkulu, pihak kepolisian tidak akan ragu untuk memberikan dukungan penuh.
“Apa pun yang sudah diputuskan pemerintah daerah, asalkan tujuannya untuk kebaikan masyarakat kami siap mendukung, Jika Pantai Panjang bisa ditata dengan rapi, tentu masyarakat yang akan menikmati hasilnya, Selain itu Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga meningkat, masyarakat lebih sejahtera dan tingkat kriminalitas akan menurun, Ini harapan kita bersama,” jelas Sudarno. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











