Wali Kota Bengkulu Akan Adopsi Model Pendidikan di Singapura
Kantor-Berita.Com|| Sistem pendidikan Singapura selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Negara berjuluk “Kota Singa” itu berhasil menciptakan ekosistem pendidikan yang kompetitif, berorientasi pada kualitas, serta menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik dan karakter yang kuat. Keberhasilan tersebut tidak hadir secara instan, melainkan melalui proses panjang, reformasi berkelanjutan, dan komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul.
Keberhasilan Singapura inilah yang kini menjadi inspirasi Pemerintah Kota Bengkulu untuk memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi pembangunan jangka panjang. Pemkot menilai bahwa peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan secara bertahap dan terencana, agar bisa menjawab tantangan global yang semakin ketat.
||BACA JUGA: Dedy Wahyudi Masuk 25 Kepala Daerah Terpilih Ikuti KPPD Kemendagri–NUS
Pendidikan di Singapura berakar pada prinsip meritokrasi setiap siswa diberi kesempatan yang sama untuk berkembang berdasarkan kemampuan, kerja keras, dan pencapaian mereka. Struktur pendidikannya dibangun secara terukur, dari pendidikan dasar hingga jenjang tinggi, sehingga memberikan rute pembelajaran yang jelas bagi setiap pelajar.
Pada level pendidikan dasar hingga menengah yang berlangsung selama 10 tahun siswa dibimbing melalui kurikulum yang komprehensif dan menekankan pada penguasaan dwibahasa. Bahasa Inggris menjadi bahasa utama, sementara bahasa ibu seperti Melayu, Mandarin, atau Tamil juga diajarkan secara serius.
||BACA JUGA: Dari Singapura, Walikota Dedy Perketat Pelaporan dan Kedisiplinan OPD
Pada akhir sekolah dasar, siswa mengikuti Primary School Leaving Examination (PSLE), ujian nasional yang menentukan jalur pendidikan mereka berikutnya. Sistem ini memetakan kemampuan siswa secara objektif untuk masuk ke jalur sesuai minat dan potensi. Di tingkat menengah, terdapat beberapa jalur seperti Express, Normal Academic, dan Normal Technical. Jalur ini mempersiapkan siswa menuju ujian GCE O-Level atau pendidikan berbasis praktik.
Setelah tamat sekolah menengah, pelajar dapat memilih masuk Junior College untuk mempersiapkan perguruan tinggi atau melanjutkan pendidikan diploma di Politeknik. Pilihan lain seperti institusi seni atau olahraga memberikan ruang bagi bakat non-akademis untuk berkembang.
Model fleksibel inilah yang kemudian membuat sistem pendidikan Singapura tidak hanya akademis, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan masa depan.
||BACA JUGA: Tito Karnavian: Hanya 25 Kepala Daerah Terpilih Ikuti Pendidikan di Lemhannas dan NUS
Keberhasilan pendidikan di Singapura tidak lepas dari peran orang tua. Melalui program Meet-the-Parent, guru dan orang tua secara rutin berdiskusi untuk memantau perkembangan anak. Dukungan keluarga dianggap sebagai kunci membangun generasi tangguh.
Melihat keberhasilan Singapura, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi berkomitmen melakukan pembenahan. Salah satu langkah awal adalah memperkuat penguasaan bahasa asing sejak sekolah dasar. Hal ini disampaikan oleh pimpinan daerah dalam arahannya pada Selasa (18/11/25).
“Kita rencanakan, SD di Bengkulu menyiapkan penguasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Cina. Kita membayangkan anak-anak Bengkulu beberapa tahun mendatang mampu bersaing di tingkat global,” Ujar Dedy.
||BACA JUGA: Exit Meeting Pemkot dan Itjen Kemendagri Bahas Strategi Optimalisasi PAD
Program ini diproyeksikan menjadi langkah besar untuk membuka peluang lebih luas bagi generasi muda Bengkulu di masa depan. Dengan penguasaan bahasa internasional, siswa diharapkan mampu terhubung dengan dunia global.
Selain bahasa asing, Pemkot Bengkulu berencana mengadopsi aspek-aspek kunci dari sistem pendidikan Singapura, yaitu: Peningkatan kualitas tenaga pengajar, Kurikulum berbasis praktik, Sistem berbasis merit.
Jika diterapkan secara konsisten, Bengkulu diproyeksikan mampu menghasilkan generasi yang lebih unggul dan kompetitif.
||BACA JUGA: Dedy Wahyudi: Dana Transfer Berkurang, Tapi Pelayanan Publik Tidak Boleh Turun
Langkah Walikota Bengkulu untuk belajar dari Singapura merupakan upaya nyata menghadapi masa depan. Dengan pembenahan berkelanjutan, penguatan kurikulum, peningkatan kualitas guru, dan evaluasi sistematis, di Kota Bengkulu berharap melahirkan generasi muda yang siap bersaing secara nasional maupun internasional.
Lebih Lanjut Walikota Bengkulu Dedy menyampaikan, Reformasi pendidikan bukan pekerjaan singkat. Namun jika berjalan terstruktur dan konsisten, transformasi besar akan terasa dalam beberapa tahun mendatang.
Bengkulu kini berada pada titik awal perjalanan panjang menuju sistem pendidikan berstandar global—sebuah investasi jangka panjang demi masa depan yang lebih cerah. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











