Tito Karnavian: Hanya 25 Kepala Daerah Terpilih Ikuti Pendidikan di Lemhannas dan NUS

Tito Karnavian
Foto: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, pada acara Program Pendidikan Khusus Kepemimpinan Pemerintahan Daerah (KPPD)di Kantor Lemhannas, Kamis (6/11/25), (Ft/Dok)

Tito Karnavian: Hanya 25 Kepala Daerah Terpilih Ikuti Pendidikan di Lemhannas dan NUS

Kantor-Berita.Com|| Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan pentingnya para kepala daerah untuk memanfaatkan sepenuhnya kesempatan emas mengikuti Program Pendidikan Khusus Kepemimpinan Pemerintahan Daerah (KPPD) yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI. Dalam program yang dibuka di Jakarta, hanya 25 wali kota dan bupati terpilih dari 514 kepala daerah di seluruh Indonesia yang mendapat kesempatan langka ini.

“Ini kesempatan yang sangat berharga. Dari ratusan kepala daerah di Indonesia, hanya 25 yang terpilih untuk mengikuti pendidikan di Lemhannas dan melanjutkan ke National University of Singapore (NUS). Jadi, manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Mendagri Tito Karnavian dalam sambutan pembukaan KPPD di Kantor Lemhannas, Kamis (6/11/25).

||BACA JUGA: Dedy Wahyudi Masuk 25 Kepala Daerah Terpilih Ikuti KPPD Kemendagri–NUS

Menurut Mendagri, program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan wawasan kebangsaan para kepala daerah agar mampu menjawab tantangan tata kelola pemerintahan modern. Para peserta akan menjalani serangkaian pelatihan intensif yang berfokus pada penguatan visi pembangunan daerah, ketahanan nasional, serta kepemimpinan strategis berbasis inovasi.

“Tujuan utama program ini adalah mencetak kepala daerah yang memiliki daya saing global, berpikir strategis, dan berorientasi pada hasil. Kepala daerah harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan mengelola daerahnya secara profesional,” tegas Tito.

||BACA JUGA: Menteri Tito Karnavian Pimpin Rakor Pengendalian: Kota Bengkulu Perkuat Aksi Pengendalian Inflasi

Ia menambahkan, pendidikan ini menjadi ruang bagi para kepala daerah untuk bertukar pengalaman, membangun jejaring, serta memahami praktik tata kelola pemerintahan yang sukses di berbagai negara, terutama Singapura.

Usai menuntaskan pendidikan di Lemhannas, 25 kepala daerah terpilih akan melanjutkan studi lapangan ke Singapura, tepatnya di Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP), salah satu lembaga pendidikan kebijakan publik terkemuka di Asia yang berafiliasi dengan NUS.

Di sana, peserta akan mengikuti serangkaian diskusi dan kuliah umum bersama para tokoh berpengaruh Singapura. Mereka akan mempelajari bagaimana negara kecil dengan sumber daya alam terbatas itu berhasil menjadi salah satu pusat ekonomi dan pemerintahan paling efisien di dunia.

||BACA JUGA: Mendagri Tito Karnavian Fokuskan Evaluasi Kinerja Pejabat Kepala Daerah di Seluruh Indonesia

“Di NUS, bapak dan ibu akan belajar langsung dari para pembuat kebijakan, ekonom, dan pemimpin Singapura. Kita ingin kepala daerah Indonesia memahami bagaimana negara ini bisa maju dengan strategi kebijakan publik yang efektif, tata kelola yang bersih, dan orientasi pembangunan yang jelas,” kata Tito.

Mendagri juga menekankan pentingnya kepala daerah untuk membawa pulang ilmu dan inspirasi dari pengalaman tersebut untuk diterapkan di daerah masing-masing.

“Belajar di luar negeri bukan sekadar menambah wawasan, tapi bagaimana kita meniru hal baik dan menyesuaikannya dengan konteks Indonesia. Jangan hanya jadi turis belajar, tapi bawa pulang praktik baik untuk rakyat di daerah,” ujarnya.

||BACA JUGA: Rapat Koordinasi Tingkat Pimpinan Bengkulu, dalam Mengendalikan Inflasi

Kementerian Dalam Negeri menilai, keterlibatan kepala daerah dalam program pendidikan seperti ini akan mempercepat transformasi pemerintahan di tingkat lokal. Dengan pemimpin yang berwawasan luas dan berjejaring global, daerah akan lebih siap menghadapi tantangan pembangunan seperti ketimpangan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan percepatan digitalisasi layanan publik.

“Kalau setiap kepala daerah bisa memimpin dengan visi yang kuat dan berbasis pengetahuan, maka pembangunan Indonesia akan semakin cepat. Program ini adalah bentuk nyata dari investasi sumber daya manusia di sektor pemerintahan,” kata Tito.

Ia berharap, 25 kepala daerah yang terpilih tidak hanya menjadi peserta pasif, melainkan dapat menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing setelah kembali dari pendidikan.

||BACA JUGA: Presiden Apresiasi Prestasi TPID, Berikut Daftarnya

“Saya ingin setelah kembali dari Lemhannas dan NUS, bapak dan ibu menjadi contoh nyata kepemimpinan yang berintegritas, berinovasi, dan mampu membawa perubahan untuk rakyat,” Pungkasnya. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *