Dari Singapura, Walikota Dedy Perketat Pelaporan dan Kedisiplinan OPD

Walikota Bengkulu
Foto: Dari luar negeri, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi memantau perkembangan pemerintahan Kota Bengkulu dan memastikan seluruh program berjalan tanpa hambatan. Komunikasi jarak jauh yang ia bangun dengan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Melalui pertemuan virtual pada Kamis malam (13/11), (Ft/Dok).

Dari Singapura, Walikota Dedy Perketat Pelaporan dan Kedisiplinan OPD

Kantor-Berita.Com|| Meski tengah mengikuti program pendidikan di National University of Singapore (NUS), Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan bahwa tanggung jawabnya sebagai kepala daerah tetap menjadi prioritas utama. Dari luar negeri, Dedy terus memantau perkembangan pemerintahan Kota Bengkulu dan memastikan seluruh program berjalan tanpa hambatan. Komunikasi jarak jauh yang ia bangun dengan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memperlihatkan komitmen kuatnya dalam memimpin kota ini secara aktif dan efektif.

Melalui pertemuan virtual pada Kamis malam (13/11), Dedy memberikan sejumlah instruksi penting yang menekankan peningkatan etos kerja, pemanfaatan teknologi, serta responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat. Arahan tersebut menjadi pengingat bahwa pemerintahan modern harus bergerak cepat, adaptif, dan tidak terjebak pada pola kerja lama yang tidak produktif.

||BACA JUGA: Walikota Dedy Wahyudi Buktikan Kepedulian Lewat Aksi Nyata

Dalam arahannya, Dedy menegaskan bahwa seluruh aparat Pemkot Bengkulu harus bekerja dengan standar yang jelas dan hasil yang dapat diukur. Ia menolak budaya kerja yang hanya mengedepankan formalitas dan rutinitas tanpa memberikan output nyata.

“Biasakan kerja terukur, bukan hanya siap, hadir, tapi tidak ada indikator hasil atau penyelesaian dari perintah yang diberikan,” Ujar Dedy.

||BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Perkuat Mitigasi, Walikota Tinjau Pusdalops dan Sistem Peringatan Dini Tsunami

Menurutnya, paradigma kerja pemerintah harus berubah. Masyarakat saat ini menuntut pelayanan cepat, tepat, dan terukur. Karena itu, setiap kegiatan OPD harus memiliki target, indikator, dan capaian yang jelas, bukan sekadar laporan administratif yang tidak memberi dampak nyata.

Ia juga mengingatkan bahwa posisi ASN sebagai pelayan publik harus tercermin dalam seluruh aspek pekerjaan, termasuk ketepatan waktu, akurasi tugas, dan kemampuan beradaptasi dengan tuntutan zaman.

Dalam era digital yang semakin berkembang, Dedy menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi oleh seluruh OPD. Ia menyoroti masih banyaknya perangkat daerah yang belum aktif memanfaatkan media sosial untuk berinteraksi dengan masyarakat.

||BACA JUGA: Walikota Terapkan Program One OPD One Event Nasional, Dorong Bengkulu Jadi Kota Tujuan

“Ini penting. Saya sampaikan seluruh OPD aktif di media sosial. Terkadang keluhan masyarakat saya balas langsung di sana. Kalau bapak ibu tidak memiliki medsos berarti sudah tertinggal dan tidak bisa merespons kondisi terbaru di lapangan,” ujarnya.

Dedy menyampaikan bahwa media sosial bukan hanya ruang publik, tetapi juga sarana komunikasi cepat yang dapat membantu pemerintah mengetahui keluhan warga secara real time. Karena itu, ia meminta setiap OPD dan kepala OPD memiliki akun resmi yang aktif dan responsif.

Menurutnya, transparansi dan kedekatan dengan masyarakat bisa dibangun melalui komunikasi terbuka di media sosial. Apalagi saat ini, banyak aduan publik yang disampaikan warga melalui platform digital dibanding melalui mekanisme formal.

||BACA JUGA: Walikota Apresiasi Program GERLAP dan Aplikasi PADEK untuk Tingkatkan Pembayaran PBB

“Saya nanti akan perintahkan untuk men-tag OPD atau kepala OPD bersangkutan. Jadi pastikan akun media sosial itu hidup dan digunakan dengan baik,” tambahnya.

Selain penggunaan teknologi, sikap responsif para pejabat Pemkot Bengkulu juga menjadi perhatian serius Walikota. Ia menyoroti masih adanya Kepala OPD yang sulit dihubungi, baik melalui telepon maupun pesan WhatsApp.

“HP-nya harus aktif. Bagaimana mungkin saya selaku pimpinan bisa bergerak cepat kalau bapak ibu dihubungi HP tidak aktif? Di WA pun responnya masih sangat lambat,” ungkap Dedy dengan nada kecewa.

||BACA JUGA: Dedy Wahyudi Masuk 25 Kepala Daerah Terpilih Ikuti KPPD Kemendagri–NUS

Ia menegaskan bahwa pejabat daerah harus selalu siap ketika dihubungi pimpinan atau saat ada kebutuhan mendesak dari masyarakat. Kelambanan dalam merespons dapat berdampak pada lambatnya pengambilan keputusan serta terganggunya pelayanan publik.

Instruksi Dedy ini sekaligus menjadi alarm bagi semua perangkat daerah untuk meningkatkan disiplin komunikasi. Dalam pemerintahan modern, kecepatan respons tidak hanya mencerminkan kinerja organisasi tetapi juga mencerminkan profesionalitas pejabat publik.

Dedy juga menegaskan bahwa keberadaannya di Singapura bukan alasan bagi OPD untuk menurunkan intensitas pelaporan. Justru di era teknologi saat ini, ia menilai komunikasi harus semakin lancar tanpa mengenal batas geografis.

||BACA JUGA: Dedy Wahyudi Genjot Infrastruktur dan Pariwisata Bengkulu Demi Ekonomi Daerah

“Saya minta semua rutin memberikan laporan. Hari ini jarak bukan menjadi kendala, bukan hambatan dalam berkomunikasi,” ujarnya.

Ia meminta seluruh OPD menjaga ritme kerja, menyampaikan perkembangan program, serta memberikan laporan detail terkait pelaksanaan kegiatan di lapangan. Informasi tersebut penting agar Walikota tetap dapat mengambil keputusan strategis tanpa harus menunggu kepulangan ke Bengkulu. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *