Tim Ekspedisi Patriot Resmi di Lepas, Wagub Berpesan: Jangan Kaget Tugas Dibengkulu
Kantor-Berita.Com, Bengkulu|| Presiden RI Prabowo Subianto melalui Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara secara resmi melepas keberangkatan Tim Ekspedisi Patriot, Minggu (24/8), di Jakarta. Tim ini terdiri dari mahasiswa pilihan dari sejumlah universitas ternama di Indonesia yang mendapat mandat khusus untuk meneliti dan memetakan potensi ekonomi di kawasan transmigrasi.
Program ini menjadi salah satu terobosan besar di era pemerintahan Prabowo – Gibran. Ekspedisi Patriot diharapkan mampu memberi rekomendasi nyata bagi pemerintah dalam mengembangkan 154 kawasan transmigrasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
BACA JUGA: KTM Lagita Jadi Proyek Percontohan Transmigrasi Nasional, Bengkulu Dorong Percepatan Pembangunan
Menurut Menteri Transmigrasi Iftitah, program ini tidak hanya sebatas penelitian akademik, melainkan juga bentuk kolaborasi nyata antara kampus, pemerintah, dan masyarakat desa transmigrasi.
“Kalau Indonesia ingin sejajar dengan bangsa besar, kita harus berani membangun dari desa, memperkuat ekonomi desa,” tegas Iftitah saat melepas tim ekspedisi.
BACA JUGA: Pemprov Bengkulu Gelar Edukasi Literasi Keuangan ASN
Ia menjelaskan, tugas utama Tim Ekspedisi Patriot adalah: Mengkaji potensi sumber daya alam di kawasan transmigrasi, Mengidentifikasi komoditas unggulan yang bisa dikembangkan untuk pasar lokal dan ekspor, Menyusun strategi pengembangan ekonomi berbasis masyarakat, dan Memberikan rekomendasi kebijakan yang bisa mempercepat kemandirian kawasan transmigrasi.
Iftitah menekankan pentingnya para mahasiswa untuk benar-benar menyatu dengan masyarakat setempat. Menurutnya, hasil kajian hanya akan tepat sasaran jika dilakukan bersama warga transmigran.
“Tim ini adalah jembatan antara kampus dan kebijakan. Ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti di menara gading, tapi harus turun ke tanah bersama rakyat,” ujarnya.
BACA JUGA: Meriah! Putri Hijau Fun Run 5K 2025 Semarakkan HUT RI ke-80, UMKM Ikut Kebanjiran Rezeki
Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap Ekspedisi Patriot bisa melahirkan peta jalan pembangunan transmigrasi yang berbasis riset, namun tetap berakar pada realitas di lapangan.
Acara pelepasan Tim Ekspedisi Patriot juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Mian. Ia memberikan pesan khusus kepada para mahasiswa yang akan bertugas di Provinsi Bengkulu.
“Nanti adik-adik jangan kaget kalau bertugas di Bengkulu. Di sana ada Kecamatan Girimulya, Desa Semarang, Desa Kebumen, hingga Kecamatan Ngawi. Itu adalah warisan transmigran Jawa yang membentuk etos kerja masyarakat Bengkulu,” jelas Mian.
BACA JUGA: Terapkan Melalui QRIS Pemkot Pontianak Optimalkan Pajak dan Retribusi Daerah
Menurutnya, keberadaan desa-desa dengan nama Jawa tersebut menjadi bukti nyata bagaimana transmigrasi telah lama berkontribusi pada pembangunan Bengkulu, baik dari segi budaya maupun perekonomian.
Mian juga menyampaikan apresiasinya atas berdirinya Kementerian Transmigrasi di era Presiden Prabowo–Gibran. Sebelumnya, urusan transmigrasi melebur dengan kementerian lain sehingga fokusnya kurang maksimal.
“Dengan kementerian yang berdiri sendiri, urusan transmigrasi di Bengkulu bisa lebih fokus. Baik dalam hal pembangunan infrastruktur, pengembangan UMKM, maupun pembinaan masyarakat transmigran,” katanya.
Selain memberi motivasi, Mian juga menyampaikan beberapa tantangan yang perlu dicatat oleh tim mahasiswa. Salah satunya adalah tingginya biaya ekonomi akibat keterbatasan infrastruktur di kawasan transmigrasi Bengkulu.
“Silakan catat dan jadikan laporan selama ekspedisi. Persoalan ini sangat penting, karena biaya logistik dan akses jalan masih menjadi kendala utama pengembangan ekonomi masyarakat transmigran,” tegas Mian.
Dengan adanya masukan dari mahasiswa, diharapkan pemerintah pusat bisa mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai kondisi riil yang dihadapi warga transmigran di daerah. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











