Upaya Pemkot Bengkulu Sukses Kendalikan Angka Stunting Tanpa Penambahan Kasus Baru

Pencegahan stunting di Kota Bengkulu
Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Joni Haryadi, (Ft/Ist).

Upaya Pemkot Bengkulu Sukses Kendalikan Angka Stunting Tanpa Penambahan Kasus Baru

KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU|| Pemerintah Kota Bengkulu terus berkomitmen melakukan berbagai upaya dalam pencegahan stunting, Hingga saat ini, tidak ada penambahan angka stunting di Kota Bengkulu, Berdasarkan laporan terbaru, jumlah anak yang mengalami stunting tetap berada di angka 49, tanpa adanya kenaikan kasus baru. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bengkulu melalui berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), serta kecamatan dan kelurahan, telah memberikan hasil yang signifikan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Joni Haryadi, mengonfirmasi bahwa tidak ada penambahan angka stunting di kota tersebut, “Angka stunting di Kota Bengkulu saat ini masih stagnan, tidak ada penambahan kasus baru, Angka ini tetap di 49 dan ini menunjukkan bahwa upaya yang kita lakukan bersama-sama dengan DP3AP2KB telah berhasil mencegah peningkatan kasus,” ungkap Joni.

BACA JUGA: Dinkes Kota Bengkulu Percepat Imunisasi Polio dengan Metode Jemput Bola

Beberapa langkah strategis telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Bengkulu untuk menekan angka stunting. Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah pemberian bantuan kepada anak-anak yang telah dinyatakan mengalami stunting. Bantuan ini berupa intervensi nutrisi untuk mendukung pertumbuhan anak, yang melibatkan kerjasama antara Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, serta OPD terkait lainnya.

“Kami berusaha memberikan bantuan, terutama pada anak-anak yang sudah dinyatakan mengalami stunting, dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan mereka,” tambah Joni.

BACA JUGA: Dinkes Kota Bengkulu Targetkan 95% Anak Terima Imunisasi Polio Selama Pekan Imunisasi Nasional

Salah satu bentuk bantuan yang diberikan adalah pemberian susu formula melalui kerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BazNas) Kota Bengkulu. Bantuan ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan nutrisi anak-anak yang mengalami stunting agar pertumbuhan mereka lebih optimal. Selain itu, pihak puskesmas di berbagai wilayah juga secara aktif memantau perkembangan kesehatan anak-anak stunting dengan memberikan obat-obatan dan vitamin yang diperlukan.

Joni juga menjelaskan bahwa langkah pencegahan stunting dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada anak-anak yang sudah terkena stunting tetapi juga pada kelompok usia yang berisiko, seperti remaja putri dan calon pengantin (catin).

BACA JUGA: Dinkes Kota Bengkulu Dorong Masyarakat Jaga Imunitas untuk Cegah TBC

”Kami bekerja sama dengan DP3AP2KB untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap anak-anak remaja, khususnya remaja putri usia sekolah, Jika ditemukan anak-anak yang mengalami anemia atau kurang darah, kami segera memberikan tablet tambah darah, Hal ini penting karena stunting sering kali berawal dari ibu hamil yang mengalami kekurangan darah,” jelas Joni.

Pencegahan stunting juga menyasar calon pengantin. Pemeriksaan kesehatan dilakukan terhadap calon pengantin untuk memastikan kondisi kesehatan mereka sebelum menikah dan merencanakan kehamilan. Salah satu indikator yang diperiksa adalah lingkar lengan atas (LILA), yang tidak boleh kurang dari 24 cm sebagai indikator bahwa calon ibu berada dalam kondisi sehat.

BACA JUGA: Dinkes Kota Bengkulu Ingatkan Masyarakat Waspada Terhadap DBD Selama Musim Hujan

“Jika calon pengantin memiliki kondisi kesehatan yang tidak optimal, hal ini bisa meningkatkan risiko stunting pada anak mereka di masa depan, Karena itu kami sangat memperhatikan kesehatan calon ibu,” tambah Joni.

Pentingnya pencegahan sejak dini juga disoroti oleh Joni, karena stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga pada perkembangan kognitif dan produktivitas di masa depan. Oleh sebab itu, berbagai upaya dilakukan untuk memastikan bahwa generasi muda di Kota Bengkulu tumbuh sehat dan terbebas dari stunting.

BACA JUGA: Atasi Stunting di Kota Bengkulu: Dinkes Lakukan Pemeriksaan Rutin Kepada Calon Pengantin dan Kesehatan Ibu dan Anak

Upaya pencegahan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bengkulu tidak hanya melibatkan instansi kesehatan, tetapi juga menggandeng berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan masyarakat umum. Sosialisasi tentang pentingnya asupan gizi yang baik selama masa kehamilan dan balita dilakukan secara rutin melalui berbagai saluran komunikasi, seperti media sosial, seminar kesehatan, dan program-program yang diadakan di puskesmas setempat, Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran gizi dalam mencegah stunting.

Tidak hanya itu, Pemkot Bengkulu juga berkomitmen untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan ibu hamil dan anak sejak dini. Selain memberikan bantuan langsung, program-program lain seperti penyuluhan kesehatan gizi, pengawasan gizi buruk, serta pemberian makanan tambahan di sekolah-sekolah dan posyandu juga menjadi bagian dari langkah pencegahan stunting.

BACA JUGA: Pembangunan RSTG Kota Bengkulu, Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Kota Bengkulu

Dalam upaya memastikan keberlanjutan program ini, Pemkot Bengkulu juga menggandeng lembaga-lembaga keagamaan dan sosial untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung program pencegahan stunting. Kerjasama ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terpencil dan sulit dijangkau oleh layanan kesehatan. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *