Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial: Strategi Disarpus Bengkulu Tingkatkan Literasi dan Inovasi di Era Digital

Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Bengkulu
Foto: Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bengkulu pada saat Mengadakan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Perpustakaan 2024 acara berlangsung di Adeeva Hotel pada hari Kamis, (19/9/24), (Ft/Ist).

Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial: Strategi Disarpus Bengkulu Tingkatkan Literasi dan Inovasi di Era Digital

KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU|| Dalam rangka mendukung program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) mengadakan kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Strategi Pengembangan Perpustakaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (SPP TIK) tahun 2024. Acara ini bertempat di Adeeva Hotel dan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga perpustakaan di kelurahan dan Taman Baca Masyarakat (TBM), guna memaksimalkan penggunaan koleksi perpustakaan bagi masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta terkait dengan konsep TPBIS, strategi program, serta pentingnya pemantauan dan evaluasi dalam program transformasi perpustakaan, Selain itu acara ini juga bertujuan untuk memperkuat komitmen pengelola perpustakaan dalam membangun literasi masyarakat kelurahan melalui transformasi perpustakaan.

BACA JUGA: Antusiasme Pelajar Bengkulu Meningkat, Program Perpustakaan Keliling Jadi Andalan Literasi

Kepala Disarpus Kota Bengkulu, Mukhlis, menekankan peran strategis perpustakaan dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045, “Perpustakaan desa atau kelurahan harus mampu menjangkau masyarakat lebih dekat dan berperan aktif dalam penguatan literasi, Dengan demikian perpustakaan dapat berkontribusi nyata terhadap kemajuan masyarakat,” jelas Mukhlis.

Dalam penjelasannya, Mukhlis menyampaikan bahwa program TPBIS memiliki beberapa komponen utama, di antaranya:

  1. Peningkatan Kapasitas SDM: Mengembangkan keterampilan tenaga perpustakaan agar mampu mengelola perpustakaan dengan baik dan memaksimalkan peran perpustakaan dalam masyarakat.
  2. Penguatan Ekosistem Perpustakaan: Membangun lingkungan perpustakaan yang mendukung perkembangan literasi dan pengetahuan di masyarakat.
  3. Penyediaan Sarana dan Prasarana: Fasilitas yang memadai untuk mendukung operasional perpustakaan.
  4. Pemanfaatan Perpustakaan: Mendorong masyarakat untuk menggunakan perpustakaan sebagai pusat informasi, pendidikan, dan rekreasi.
  5. Pemantauan dan Evaluasi: Menilai efektivitas program dan menyesuaikan strategi jika diperlukan.
  6. Publikasi Program: Memperluas jangkauan program TPBIS melalui promosi dan sosialisasi.

Mukhlis berharap bahwa setelah pelaksanaan bimbingan teknis ini, pengelola perpustakaan di tingkat kelurahan dan TBM akan berkomitmen untuk mengimplementasikan program TPBIS di wilayah masing-masing. Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari pemangku kebijakan di tingkat lokal untuk memastikan keberhasilan program ini.

BACA JUGA: Perpustakaan Keliling Disarpus Bengkulu: Tingkatkan Minat Baca Masyarakat

“Pengelola perpustakaan harus berkomitmen melaksanakan program ini dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah agar program literasi berjalan efektif,” ujar Mukhlis.

Selain itu, ia menyoroti bahwa perpustakaan kini harus lebih dari sekadar tempat penyimpanan buku. Perpustakaan harus mampu menjadi pusat kreativitas, inovasi, dan pengembangan keterampilan sosial, terutama dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

BACA JUGA: Perpustakaan SMA Negeri 1 Bengkulu Tengah Masuk 6 Besar Nasional dalam Lomba Perpustakaan 2024

Lebih lanjut, Mukhlis menjelaskan bahwa rendahnya budaya literasi masih menjadi tantangan utama di Indonesia. Oleh karena itu, program TPBIS ini diharapkan dapat berkontribusi positif dalam meningkatkan kreativitas dan inovasi masyarakat.

“Literasi memiliki kontribusi penting dalam menumbuhkan kreativitas dan inovasi, Selain itu literasi juga berperan dalam meningkatkan keterampilan dan kecakapan sosial yang sangat dibutuhkan di era digital ini,” terang Mukhlis.

BACA JUGA: Melangkah Maju dalam Era Digital: Transformasi Perpustakaan dan Perjuangan Melawan Stunting

Menurut Mukhlis, perpustakaan yang berbasis inklusi sosial akan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk belajar, berinovasi, dan mengembangkan diri. Program TPBIS bertujuan untuk menciptakan ruang-ruang inklusif di mana semua orang, tanpa terkecuali, dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan untuk kepentingan pendidikan dan pengembangan keterampilan. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *