KTM Lagita Jadi Proyek Percontohan Transmigrasi Nasional, Bengkulu Dorong Percepatan Pembangunan
Kantor-Berita.Com, Bengkulu|| Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Lagita yang merupakan singkatan dari Lais, Giri Makmur, dan Ketahun, menjadi salah satu proyek percontohan transmigrasi nasional. Kawasan ini telah dicanangkan sejak era Presiden Joko Widodo dengan luas lahan mencapai 99.000 hektare dan dihuni lebih dari 30.000 kepala keluarga (KK) transmigran.
Dengan skala sebesar itu, pemerintah menargetkan KTM Lagita mampu menjadi model pengembangan kota transmigrasi modern yang berdaya saing, mandiri, dan sejahtera.
BACA JUGA: Pemprov Bengkulu Gelar Edukasi Literasi Keuangan ASN
Dalam sebuah diskusi bersama Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara di Jakarta, Minggu (24/8/25), Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menekankan pentingnya dukungan dari berbagai kementerian untuk mempercepat pengembangan kawasan.
“Kalau hanya mengandalkan APBD, tentu terbatas, Tapi jika dikeroyok oleh kementerian dan dikomandani kepala daerah, pembangunan KTM Lagita bisa dipercepat dan hasilnya lebih maksimal,” ujar Mian.
BACA JUGA: Bengkulu Luncurkan Lomba Ketahanan Pangan Satu Desa Satu Hektare
Menurutnya, pengembangan kawasan transmigrasi tidak bisa hanya ditopang oleh pemerintah daerah. Perlu sinergi dari pemerintah pusat, kementerian teknis, hingga investor swasta agar infrastruktur, fasilitas publik, dan ekonomi masyarakat bisa berkembang pesat.
Mian juga memberi catatan kritis terhadap arah pembangunan transmigrasi yang dianggap lebih mementingkan kuantitas daripada kualitas.
“Program ini jangan terburu-buru, Dari lima kawasan menjadi delapan, lalu sekarang sudah 53 kawasan, Akan lebih baik jika fokus dulu pada satu pilot project agar hasilnya betul-betul berkualitas dan bisa dijadikan contoh,” Kata Mian.
BACA JUGA: Bupati Bengkulu Utara Resmikan GOR II Ketahun, Dorong Pembinaan Atlet Lokal
Menurutnya, jika pemerintah berhasil mengembangkan satu kawasan dengan baik, maka kawasan itu bisa menjadi model rujukan bagi daerah lain. Dengan begitu, keberhasilan bisa lebih terukur dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Pemerintah Daerah Bengkulu tetap berkomitmen serius membangun kawasan tersebut. Saat ini, beberapa fasilitas pelayanan publik sudah berdiri di KTM Lagita.
Mian mencontohkan, keberadaan UKK Imigrasi sangat bermanfaat karena jumlah jamaah umrah dari kawasan ini bisa mencapai 100–300 orang setiap tahun, “Dengan adanya UKK, masyarakat tidak perlu lagi menghabiskan biaya dan waktu untuk ke kota, Ini bukti keseriusan pemerintah daerah membangun KTM Lagita,” Tutur Mian.
BACA JUGA: Bupati Bengkulu Utara Ajak Mahasiswa UNRAS Jadi Pelopor Pembangunan Daerah
Menanggapi usulan Wagub Bengkulu, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan apresiasinya. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat saat ini memang sedang fokus mencari investor untuk mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi.
“Kami sedang menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dari Osaka, Jepang, karena membangun kawasan transmigrasi sebesar ini membutuhkan dukungan dana yang besar,” jelas Iftitah.
Menurutnya, kehadiran investor diharapkan dapat memperkuat sektor pertanian, perkebunan, dan infrastruktur. Dengan demikian, kawasan transmigrasi tidak hanya menjadi pemukiman baru, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











