Sosialisasi Manajemen Risiko Pembangunan di Singkawang, Menyongsong 2025

Sosialisasi Manajemen risiko pembangunan Kota Singkawang
Foto: Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, menyelenggarakan sosialisasi terkait Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2023 tentang Manajemen Risiko Pembangunan Nasional, Sosialisasi ini diadakan pada Selasa, (12/11/24), dengan mengusung tema “Menyongsong Singkawang Cemerlang 2025 Melalui Manajemen Risiko” (Ft/MC).

Sosialisasi Manajemen Risiko Pembangunan di Singkawang, Menyongsong 2025

KANTOR-BERITA.COM, KOTA SINGKAWANG|| Dalam upaya meningkatkan tata kelola dan pengendalian pembangunan, Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, menyelenggarakan sosialisasi terkait Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2023 tentang Manajemen Risiko Pembangunan Nasional, Sosialisasi ini diadakan pada Selasa, (12/11/24), dengan mengusung tema “Menyongsong Singkawang Cemerlang 2025 Melalui Manajemen Risiko”, Kegiatan ini bertujuan agar pembangunan di Kota Singkawang berjalan dengan pendekatan yang terencana, terukur, dan mampu menghadapi berbagai risiko yang mungkin muncul.

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Kepala Perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalbar dan Kepala Biro Perencanaan Polda Kalbar. Keduanya memberikan wawasan tentang pentingnya manajemen risiko dalam pembangunan, khususnya dalam menghadapi berbagai ketidakpastian yang dapat menghambat kemajuan pembangunan di daerah.

BACA JUGA: Penutupan Latihan Kekar Malindo 47: TNI AD dan TDM Perkuat Persahabatan Indonesia-Malaysia

Pj Wali Kota Singkawang, Sumastro, mengungkapkan bahwa sosialisasi ini menjadi langkah penting dan strategis untuk memastikan pembangunan di Singkawang tetap berjalan dalam kerangka kerja yang aman dan terukur. Sumastro menekankan pentingnya pengetahuan tentang manajemen risiko sebagai upaya untuk menghadapi tantangan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan pembangunan.

“Kami menyiapkan diri dengan pendekatan manajemen risiko, bukan untuk menghindari risiko, tetapi untuk menghadapinya dengan langkah-langkah yang terukur dan terencana, Dengan pengalaman narasumber, kita belajar mengelola risiko yang sering kali tidak terprediksi,” kata Sumastro dalam sambutannya.

BACA JUGA: Cagub Sutarmidji Komitmen Majukan Pendidikan di Kalbar, Beasiswa Kuliah S1

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendekatan ini selaras dengan arahan Presiden yang mendorong optimalisasi peran Forkopimda dalam memastikan keamanan dan kelancaran tata kelola pemerintahan di daerah. Dengan sinergi yang baik, diharapkan pelaksanaan pemerintahan di Singkawang bisa lebih aman dan tertata, sehingga target pembangunan dapat tercapai dengan lebih efektif.

“Kolaborasi Forkopimda sangat penting untuk memberikan jaminan dalam pelaksanaan praktik pemerintahan di Singkawang, Dengan manajemen risiko yang terarah, kita harapkan hasil nyata dalam pencapaian tujuan pembangunan,” lanjut Sumastro.

BACA JUGA: Pj Sekda Kalbar Hadiri Ziarah Nasional HUT TNI ke-79 di Taman Makam Pahlawan

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Singkawang, Siti Kodam Mariana, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mengenai manajemen risiko di berbagai lini pemerintahan, Baik unit yang secara langsung memiliki risiko, unit kepatuhan, maupun unit pengawasan diharapkan dapat lebih memahami pentingnya manajemen risiko dalam setiap tahapan pembangunan.

“Dengan sosialisasi ini, diharapkan semua pihak mendapatkan wawasan terkait pengelolaan risiko, serta mampu menerapkan praktik-praktik terbaik, khususnya dari pengalaman Polda Kalbar yang telah mengimplementasikan anggaran berbasis risiko,” tutur Siti Kodam. (**)

Editor: (KB10) Share
Pewarta: Yan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *