Rapat Integrasi GTRA 2023 di Rejang Lebong: Semangat Reforma Agraria

Reforma Agraria Rejang Lebong
Foto: Bupati Rejang Lebong, Drs.Syamsul Effendi setelah rapat integrasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) 2023, di dampingi oleh Asisten 1 Setdakab, Pranoto Majid Serta 66 satuan kerja (Satker), juga di hadiri oleh Kepala Kantor BPN Rejang Lebong, Tarmizi, acara berlangsung di Hotel Sepanak Curup, Pada Hari Rabu, (15/11/23).

Rapat Integrasi GTRA 2023 di Rejang Lebong: Semangat Reforma Agraria

KANTOR-BERITA.COM, CURUP – Bupati Rejang Lebong, Drs.Syamsul Effendi, MM, mengawali rapat integrasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) 2023 dengan penuh semangat di Hotel Sepanak Curup pada Rabu, 15 November 2023, pukul 08.30 WIB. Acara ini dihadiri oleh 66 satuan kerja (Satker), termasuk Asisten 1 Setdakab, Pranoto Majid, SH, MSi, serta para Kepala Dinas terkait dan unsur terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Syamsul Effendi menyampaikan bahwa pemerintah melalui program reforma agraria terus berupaya mewujudkan pemerataan pembangunan dan mengentaskan kemiskinan, sekaligus menciptakan lapangan kerja di seluruh wilayah, mulai dari kota hingga desa. Program ini merupakan bagian dari visi “Indonesia Kerja” dan “Indonesia Sejahtera” dalam Nawacita ke-5, yang menargetkan kepemilikan tanah seluas 9 juta hektar pada periode 2015-2019 dan RPJMN 2020 – 2024.

BACA JUGA: Gabungan Petani dan Mahasiswa: Teriakkan 10 Tuntutan di Hari Tani Nasional di Bengkulu

Syamsul Effendi menjelaskan bahwa melalui penataan aset dan akses yang dilakukan oleh tim GTRA, yang didukung oleh berbagai OPD terkait, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terdapat lima agenda utama dalam GTRA, melibatkan penguatan kerangka regulasi dan penyelesaian konflik agraria, penataan penguasaan kepemilikan tanah, pemberdayaan masyarakat dalam penggunaan, pemanfaatan, dan produksi tanah, serta kelembagaan pelaksanaan reforma agraria pusat dan daerah.

“Pemerintah kabupaten Rejang Lebong juga telah berhasil menerbitkan sertifikat tanah masyarakat di rejang lebong sebanyak 2.533 bidang, di lokasi eks HGU PT Bumi Megah Sentosa kecamatan Kota Padang, serta juga melakukan pengumpulan data, cerita sukses dan konsolidasi tanah seluas 150 hektar di Desa Purwodadi, Bermani Ulu. Kami juga telah memberdayakan petani kopi pada tahun 2022 dan menghasilkan cerita kesuksesan dari tanah transmigrasi Desa Tanjung Beringin,” ujar Bupati.

BACA JUGA: Reformasi Agraria 2023: Upaya Meningkatkan Kepemilikan Tanah di Rejang Lebong

Meskipun telah mencapai berbagai prestasi, Bupati menegaskan bahwa masih terdapat beberapa pekerjaan rumah (PR) yang perlu diselesaikan pada tahun ini. Dia berharap semua PR dapat terselesaikan, karena kepastian hukum kepemilikan tanah sangat penting dalam mendukung percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, Kepala Kantor BPN Rejang Lebong, Tarmizi, menjelaskan bahwa tim GTRA nasional telah melakukan pendataan aset seluas 4,5 juta hektar dan berhasil mendistribusikan 4,5 juta hektar. Untuk tahun 2023, GTRA Rejang Lebong telah meredistribusikan 400 bidang tanah, yang dapat dilanjutkan dengan dana APBD. Selain itu, GTRA sedang berupaya menyelesaikan konflik lahan perkebunan PT Agro Tea dan diharapkan dapat terselesaikan pada awal atau pertengahan tahun 2024.

BACA JUGA: Menghijaukan Tanah Air di Bawah Langit Bengkulu: Kolaborasi Pemkot dan Forkominda dalam Memperingati HUT RI ke-78

Tarmizi juga menyampaikan pencapaian dalam menyelesaikan target beban Surat Hak Milik (SHM) tanah transmigrasi Rejang Lebong pada 2023, yaitu sebanyak 2.013 bidang. Pencapaian ini mencakup Desa Tanjung Gelang, Kota Padang (840 bidang), Desa Lubuk Mumpo, Kota Padang (393 bidang), Desa Bandung Marga, Bermani Ulu Raya (255 bidang), Desa Pal Tujuh, Bermani Ulu Raya (225 bidang), dan Desa Bukit Batu, Padang Ulak Tanding (300 bidang).

“Dalam Pembinaan dua kampung reforma agraria yaitu, Desa purwodadi juga desa Rimbo Rekap, Sementara itu, Desa Tanjung Beringin masih dalam tahap usulan,” ujar Tarmizi. Acara ini menjadi momentum untuk terus memperkuat program reforma agraria dan menjaga semangat perubahan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. (**)

Editor: (KB1) Share

Mangcek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *