Proyek Jembatan Mangkrak di Mukomuko: Warga Desa Lubuk Silandak Menanti Penyelesaian Sejak 2019
KANTOR-BERITA.COM, MUKOMUKO|| Masyarakat Desa Lubuk Silandak, Kecamatan Teramang Jaya, Kabupaten Mukomuko, hingga kini belum bisa menikmati jembatan yang telah dibangun pemerintah pada 2019. Pembangunan jembatan direncanakan sepanjang 60 meter dan lebar sekitar 4,5 meter itu hanya sampai tahap abutment atau pondasi tiang cor. Sayangnya, hingga tahun 2024, proyek ini belum juga dilanjutkan dan terkesan dibiarkan terbengkalai.
Pembangunan jembatan tersebut menelan biaya sebesar Rp 3,7 miliar, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mukomuko. Meski dana sudah digelontorkan, kenyataannya, proyek ini tidak pernah rampung alias mangkrak membuat masyarakat merasa kecewa, apalagi jembatan ini sangat diandalkan untuk melancarkan transportasi dan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Salah Satu Tokoh masyarakat Desa Lubuk Silandak Musinto, menyatakan kepada media bahwa kondisi jembatan yang tak kunjung selesai ini sangat memprihatinkan. Pada Jumat (20/09/24), Musinto menjelaskan bahwa jembatan yang dibangun di desanya seharusnya menjadi akses utama yang menghubungkan sejumlah desa seperti Desa Sumber Mulya, Desa Bukit Makmur, Desa Maju Makmur, dan Desa Suka Maju.
“Sangat disayangkan, jembatan ini belum juga bisa digunakan, Pembangunan yang setengah jalan ini berdampak langsung pada perekonomian warga desa, Banyak aktivitas masyarakat yang terhambat karena jembatan ini belum selesai,” ujar Musinto dengan nada kecewa.
BACA JUGA: Dua Tersangka Baru Ditahan dalam Kasus Korupsi Jembatan Air Taba Terunjam Bengkulu Tengah
Jembatan ini bukan hanya sekadar infrastruktur fisik, melainkan akses vital bagi warga sekitar. Ketika jembatan tersebut belum bisa digunakan, warga terpaksa mencari alternatif lain untuk menyeberang, salah satunya dengan menggunakan rakit. Penggunaan rakit sebagai pengganti jembatan tidak hanya memakan waktu lebih lama, tetapi juga mengharuskan warga membayar biaya penyebrangan, yang tentunya menambah beban ekonomi mereka.
“Dulu, sebelum jembatan gantung putus terbawa arus sungai, kami masih bisa menggunakan jembatan tersebut untuk beraktivitas, Namun sekarang, kami hanya bisa mengandalkan rakit dan itu sangat tidak aman, Kami berharap pemerintah segera melanjutkan pembangunan jembatan ini,” keluh Musinto.
BACA JUGA: Warga Kecamatan Air Nipis Butuhkan Jembatan Permanen untuk Menghubungkan Tiga Desa
Masyarakat Desa Lubuk Silandak, bersama warga desa-desa lain yang terdampak, sangat berharap agar Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui dinas terkait segera melanjutkan pembangunan jembatan yang mangkrak tersebut. Jembatan ini sangat dibutuhkan oleh warga untuk memperlancar aktivitas sehari-hari, terutama transportasi dan pengangkutan hasil pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama bagi banyak keluarga di desa tersebut.
“Kami sudah terlalu lama menunggu, Sebagai warga kecil, kami tidak butuh janji-janji kosong terus-menerus, Kami ingin tindakan nyata dari pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini, Kalau jembatan ini selesai, aktivitas warga akan jauh lebih mudah dan perekonomian bisa tumbuh dengan lebih baik,” tegas Musinto.
BACA JUGA: Dinas PUPR Mukomuko Alokasikan Rp4,5 Miliar untuk Pembangunan Jembatan Penghubung Desa Terpencil
Masyarakat Desa Lubuk Silandak dan sekitarnya kini hanya bisa berharap agar pemerintah segera melanjutkan proyek pembangunan jembatan yang sudah lama mangkrak. Mereka memohon agar dinas terkait dapat mempercepat proses pembangunan sehingga jembatan tersebut bisa segera difungsikan dan memberikan manfaat bagi seluruh warga.
“Kami berharap pemerintah benar-benar mendengarkan keluhan kami, Kami sangat membutuhkan jembatan ini untuk memperlancar aktivitas kami sehari-hari,” Pungkas Musinto. (**)
Editor: (KBOne) Share
Pewarta: Budi Utoyo











