Dinas PUPR Mukomuko Alokasikan Rp4,5 Miliar untuk Pembangunan Jembatan Penghubung Desa Terpencil

Dinas PUPR Mukomuko
Dinas PUPR Mukomuko Alokasikan Rp4,5 Miliar untuk Pembangunan Jembatan Penghubung Desa Terpencil, (Ft/Ist).

Dinas PUPR Mukomuko Alokasikan Rp4,5 Miliar untuk Pembangunan Jembatan Penghubung Desa Terpencil

KANTOR-BERITA.COM, MUKOMUKO|| Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp4,5 miliar untuk pembangunan jembatan penghubung desa terpencil dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025. Langkah ini diambil untuk memastikan aksesibilitas yang lebih baik bagi warga desa-desa terpencil di daerah tersebut.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko, Apriansyah, menjelaskan bahwa pada tahun ini pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,6 miliar untuk pengangkutan dan pemasangan rangka jembatan. Tambahan anggaran sebesar Rp4,5 miliar akan dialokasikan pada tahun 2025 untuk melanjutkan proyek pembangunan ini.

BACA JUGA: Dinas PUPR Mukomuko Mulai Bangun Dua Jaringan Irigasi untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian

”Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas PUPR sedang membangun jembatan penghubung di Desa Lubuk Selandak Kecamatan Teramang Jaya, Untuk membangun jembatan ini, kami telah mengusulkan bantuan hibah rangka bagian atas jembatan ke pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan usulan tersebut telah disetujui,” jelas Apriansyah.

Pada tanggal 7 Juni, surat persetujuan dari Menteri PUPR terkait hibah rangka jembatan Lubuk Selandak telah diterima, didasari oleh usulan Bupati Mukomuko. Apriansyah menjelaskan beberapa poin penting dari surat tersebut:

  1. Pemerintah daerah diminta untuk berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bina Marga, khususnya Direktur Jembatan, untuk memastikan Detail Engineering Design (DED) dan nilai penambahan anggaran yang diperlukan.
  2. Anggaran sebesar Rp6,1 miliar harus disiapkan untuk pengangkutan, pengiriman, pemasangan, dan pembangunan lantai “oprit” atau jalan masuk di kedua sisi jembatan.
  3. Tahun ini, pemerintah daerah telah menyiapkan Rp1,6 miliar untuk pengangkutan dan pemasangan, sementara Rp4,5 miliar akan dialokasikan pada tahun 2025. Dengan demikian, tahapan pada tahun 2024 hanya mencakup pemasangan rangka jembatan.
  4. Pemerintah daerah telah mengajukan surat untuk hibah rangka jembatan dari awal dan telah mendapatkan rekomendasi teknis dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu.

“Kami masih menunggu daftar teknis untuk diajukan ke BPJN agar rekomendasi teknis segera keluar, sehingga kami dapat mengajukan izin prinsip dan melaksanakan kontrak jembatan,” tambah Apriansyah.

BACA JUGA: Abrasi Pantai di Air Dikit Kabupaten Mukomuko, Apriansyah: Perlu Penangan Cepat

Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi warga Desa Lubuk Selandak dan desa-desa sekitarnya. Dengan adanya jembatan penghubung, aksesibilitas warga ke pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan akan semakin mudah. Pemerintah Kabupaten Mukomuko berkomitmen untuk terus meningkatkan infrastruktur di wilayahnya demi kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan infrastruktur di daerah terpencil memang sering kali menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait dengan pendanaan dan koordinasi antar instansi. Namun, dengan komitmen dan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan pusat, proyek pembangunan jembatan di Desa Lubuk Selandak ini diharapkan dapat berjalan lancar dan selesai sesuai dengan rencana. (**)

 

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Budi Utoyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *