Pj Walikota Bengkulu Pimpin Upacara Penurunan Bendera Pertama, Pertahankan Tradisi dan Nilai Kebangsaan
KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU|| Setelah menjalankan tugas sebagai Inspektur Upacara pada peringatan HUT RI ke-79 dan memimpin pengibaran bendera Merah Putih di Lapangan Merah Putih pada pagi hari Sabtu, 17 Agustus 2024, Penjabat (Pj) Walikota Bengkulu, Arif Gunadi, kembali memimpin upacara penurunan bendera pada sore harinya sekitar pukul 17.00 WIB.
Dalam kesempatan tersebut, Arif Gunadi menyampaikan bahwa upacara penurunan bendera ini adalah yang pertama kali dilakukan oleh Pemerintah Kota Bengkulu sebagai bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan.
“Ini adalah upacara penurunan bendera pertama kali yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bengkulu, Kami berharap tradisi ini, yakni pengibaran dan penurunan bendera dalam setiap perayaan HUT RI, akan terus kita laksanakan di tahun-tahun mendatang,” ujar Arif.
Tradisi pengibaran Sang Merah Putih di pagi hari dan penurunannya di sore hari memang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari peringatan HUT Republik Indonesia. Meskipun begitu, banyak masyarakat yang mungkin belum mengetahui alasan di balik pelaksanaan upacara penurunan bendera ini.
Dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, di pasal 4 dijelaskan bahwa pengibaran dan/atau pemasangan Bendera Negara dilakukan pada waktu antara matahari terbit hingga matahari terbenam. Hal ini menunjukkan pentingnya bendera sebagai simbol negara yang harus dihormati dengan baik, sehingga pengibaran dan penurunan bendera dilakukan sesuai dengan ketentuan waktu tersebut.
BACA JUGA: Pj Walikota Bengkulu Kukuhkan 30 Anggota Paskibraka untuk HUT RI ke-79
Namun, dalam kondisi tertentu, pemasangan bendera negara bisa dilakukan pada malam hari. Oleh karena itu, bendera Merah Putih diturunkan menjelang matahari terbenam, sebagai bentuk penghormatan yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Upacara penurunan bendera ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga menjadi simbolis penghormatan terakhir pada hari tersebut terhadap lambang negara kita.
Dengan diadakannya upacara penurunan bendera, Pemerintah Kota Bengkulu menunjukkan komitmennya dalam melestarikan tradisi dan nilai-nilai kebangsaan. Upacara ini juga menjadi momen refleksi bagi seluruh peserta dan masyarakat untuk menghargai jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Arif Gunadi berharap bahwa tradisi pengibaran dan penurunan bendera ini akan terus dipertahankan dan dijadikan sebagai bagian dari identitas Kota Bengkulu dalam setiap peringatan HUT Republik Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya upacara ini sebagai wujud penghormatan terhadap simbol negara dan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan oleh para pendahulu.
Pentingnya upacara penurunan bendera Merah Putih tidak hanya terletak pada aspek seremonialnya saja, tetapi juga pada pesan moral yang terkandung di dalamnya. Bendera Merah Putih sebagai lambang negara harus selalu diperlakukan dengan hormat dan dijaga marwahnya, sebagaimana yang telah diatur dalam undang-undang. Oleh karena itu, pelaksanaan upacara penurunan bendera ini adalah bagian dari upaya menjaga kehormatan dan martabat negara.
Selain itu, Arif Gunadi juga menekankan bahwa pelaksanaan upacara penurunan bendera ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Bengkulu untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menghargai simbol-simbol negara. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami dan menghargai makna di balik setiap simbol kebangsaan yang kita miliki.
Sebagai kota yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan, Bengkulu memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai kebangsaan tersebut. Upacara penurunan bendera ini menjadi salah satu cara untuk mewujudkan tanggung jawab tersebut, sekaligus menginspirasi masyarakat untuk selalu menghargai jasa para pahlawan.
Arif Gunadi juga mengajak seluruh masyarakat Kota Bengkulu untuk selalu menjaga semangat nasionalisme dan kebersamaan dalam setiap aspek kehidupan. Ia berharap, melalui upacara seperti ini, nilai-nilai kebangsaan dapat terus diwariskan kepada generasi muda, sehingga mereka dapat tumbuh dengan kesadaran penuh akan pentingnya mempertahankan kedaulatan dan martabat bangsa. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











