Pemkot Tertibkan Pasar Panorama, Puluhan Pedagang Masuki Los, Kemacetan Berkurang
Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kota Bengkulu kembali mengambil langkah serius dalam penataan Pasar Panorama, salah satu pusat perdagangan terbesar di Kota Bengkulu. Pada Selasa (13/1/2026), penataan dilakukan secara terkoordinasi oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) bersama Satuan Polisi Pamong Praja dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.
Kegiatan penataan diawali dengan Apel Gabungan lintas OPD dan Forkopimcam yang dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdagrin, Alex Periansyah, yang juga menjabat sebagai Camat Singaran Pati. Setelah apel, petugas gabungan bergerak cepat menuju Pasar Panorama untuk melakukan sosialisasi, peneguran, dan penertiban pedagang yang masih berjualan di tempat terlarang seperti badan jalan dan trotoar.
||BACA JUGA: Siap-Siap!! Disdagrin Sebut: Pedagang Curang di Pasar Dikenakan Sanksi
Apel pagi tersebut menjadi titik awal dalam rangkaian penataan pasar. Alex menegaskan bahwa kegiatan dilakukan untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan keamanan pembeli serta pedagang dapat terjaga. Pasar Panorama selama ini kerap mengalami kepadatan di luar area akibat banyaknya pedagang yang memilih berjualan di badan jalan.
“Kami tidak datang untuk menekan atau memaksa pedagang. Fokus utama kita adalah menata pasar agar tetap tertib, bersih, dan nyaman bagi semua,” kata Alex dalam arahannya.
||BACA JUGA: Koramil 407-05/RA Bersama Lurah Dan RT Tanam Pohon di Taman Villa Surya Lingkar Barat
Sejumlah OPD terlibat, termasuk jajaran Kecamatan Singaran Pati, Kelurahan Lingkar Timur, Kelurahan Panorama, hingga Kelurahan Dusun Besar. Kehadiran mereka menjadi bukti kuatnya koordinasi antarinstansi dalam menciptakan ketertiban kawasan perdagangan.
Setelah apel, petugas langsung menyusuri area luar Pasar Panorama. Banyak pedagang masih terlihat membuka lapak di trotoar dan bahu jalan. Petugas kemudian memberikan peneguran secara humanis, mengajak pedagang untuk kembali ke tempat yang telah disediakan di dalam pasar.
Alex turun langsung mendatangi setiap pedagang satu per satu. Ia memberikan penjelasan mengenai kondisi lapak yang tersedia, kelayakan kios, serta jaminan kenyamanan apabila mereka kembali berjualan di dalam pasaran.
||BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Rencana Penertiban Pasar Panorama, 700 ASN Dikerahkan
“Kami tegaskan bahwa di dalam pasar sudah tersedia lapak yang layak. Kami sudah mengecek kondisi kios dan los. Semuanya siap digunakan,” ujar Alex.
Pendekatan persuasif ini terbukti efektif. Banyak pedagang yang sebelumnya enggan masuk ke dalam pasar akhirnya bersedia memindahkan dagangan mereka ke lokasi resmi.
Dalam kesempatan itu, Alex menyampaikan bahwa sebanyak 52 pedagang—mayoritas pedagang sayuran, ikan, dan ayam—langsung masuk ke area pasar untuk menempati kios dan los yang kosong. Mereka sebelumnya berjualan di sepanjang ruas jalan yang mengitari Pasar Panorama.
||BACA JUGA: Tata Pasar Panorama, 23 Kios Diambil Alih Pemkot
“Tadi sudah masuk 52 pedagang dari luar ke dalam pasar. Kita menyediakan lapak dan sudah kita cek kelayakannya. Mereka tinggal menempati dan berjualan secara tertib,” kata Alex.
Keberhasilan ini menjadi langkah awal yang dinilai sangat positif karena pedagang yang selama ini menggelar dagangan di jalan umum merupakan faktor utama penyebab kemacetan dan ketidaktertiban pasar.
Berdasarkan data Disdagrin, jumlah kios kosong di dalam Pasar Panorama mencapai 281 unit sebelum kegiatan penataan hari tersebut dilakukan. Setelah 52 pedagang masuk, kini tersisa 229 kios yang masih siap ditempati.
||BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Targetkan Pasar Panorama dan Pasar Minggu Jadi Pasar Percontohan yang Tertib dan Bersih
Alex menegaskan bahwa pintu bagi pedagang lain untuk masuk tetap terbuka. UPTD Pasar Panorama akan berjaga selama beberapa hari ke depan untuk menerima pedagang yang ingin menempati kios.
“Besok pihak UPTD masih standby untuk menerima pedagang dari luar. Saat ini baru pedagang sayuran, ikan, dan ayam yang masuk. Kita harap pedagang lainnya segera menyusul,” ujarnya.
Dengan sisa kios yang cukup banyak, Pemerintah Kota optimistis seluruh pedagang yang selama ini berjualan di luar dapat dialihkan secara bertahap.
||BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Transformasi Pasar Panorama Menjadi Pusat Perbelanjaan Modern
Selama pelaksanaan kegiatan, seluruh personel mengedepankan cara persuasif. Penertiban dilakukan tanpa tindakan kekerasan atau penekanan yang berlebihan. Petugas juga membantu pedagang memindahkan barang dagangan mereka ke dalam pasar.
Sekretaris Camat Singaran Pati, Mardiansyah, menyebutkan bahwa pola komunikasi menjadi kunci utama keberhasilan hari itu. “Kami berbicara baik-baik dengan pedagang. Kami ajak mereka melihat langsung kondisi di dalam pasar. Ketika mereka melihat sendiri fasilitasnya, banyak yang akhirnya mau pindah,” ujar Mardiansyah. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











