Pemkot Bengkulu Tingkatkan Edukasi dan Sosialisasi untuk Cegah Demam Berdarah Dengue

Demam Berdarah Dengue Bengkulu
Foto: Pemerintah Kota Bengkulu saat Rapat bersama Kepala Puskesmas se-kota bengkulu, Pada hari senin, (10/6/24), (Foto/Ist/qq).

Pemkot Bengkulu Tingkatkan Edukasi dan Sosialisasi untuk Cegah Demam Berdarah Dengue 

KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU|| Masalah Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di Kota Bengkulu. Penyakit ini terus menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Bengkulu, yang berusaha keras untuk menekan jumlah kasus DBD di wilayahnya. Penjabat Walikota Bengkulu, Arif Gunadi, menegaskan perlunya peran aktif semua pihak, terutama puskesmas, dalam sosialisasi dan edukasi pencegahan DBD kepada masyarakat.

Dalam pertemuan yang diadakan beberapa hari lalu di aula kantor Dinas Kesehatan, Arif Gunadi meminta seluruh kepala puskesmas untuk lebih aktif dalam memberikan sosialisasi kepada warga. Ia menekankan bahwa pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak cukup hanya dengan fogging, tetapi harus melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat.

BACA JUGA: Pj Walikota Bengkulu Arif Gunadi Dorong Seluruh Puskesmas Jadi BLUD pada 2024

” Terkait DBD, kepala puskesmas harus memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa cara utama mencegah DBD bukanlah dengan fogging, tetapi dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat, ” ujar Arif.

Ia menambahkan, masyarakat harus diberi pemahaman bahwa fogging tidak selalu efektif dan dapat memberikan dampak negatif jika dilakukan terlalu sering.

Selama ini, banyak warga yang beranggapan bahwa fogging adalah satu-satunya solusi untuk mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD). Ketika ada satu wilayah yang melakukan fogging, wilayah lain juga akan meminta hal yang sama. Padahal, fogging bukanlah solusi jangka panjang dan tidak dianjurkan sebagai langkah utama dalam pencegahan DBD.

BACA JUGA: Dinkes Bengkulu Imbau Penerapan 3M Plus untuk Cegah Lonjakan Kasus DBD

“Yang masyarakat tahu, DBD hanya bisa diatasi dengan fogging, Padahal pemerintah sudah memberikan abate untuk membunuh jentik nyamuk, Jadi perlu ada edukasi lebih intensif agar masyarakat memahami bahwa pola hidup sehat adalah kunci utama dalam pencegahan DBD,” jelas Arif.

Arif menekankan pentingnya peran aktif kepala puskesmas dan tenaga kesehatan dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat. Ia mengusulkan agar kepala puskesmas juga turut serta dalam kegiatan gotong royong dan kebersihan lingkungan di sekitar puskesmas.

“Kepala puskesmas bisa menjadi koordinator dalam kegiatan kebersihan dan gotong royong, sehingga masyarakat bisa melihat dan mencontoh,” katanya.

Selain itu, Arif juga mendorong agar informasi tentang pencegahan DBD disebarluaskan melalui berbagai media dan kegiatan. “Kita perlu meningkatkan sosialisasi ke masyarakat, Ajak staf-staf puskesmas untuk mensosialisasikan kepada tetangganya, Jika perlu, kepala puskesmas bisa menjadi pembina apel di sekolah-sekolah untuk memberikan pembinaan kepada siswa, agar mereka juga bisa menyampaikan informasi ini kepada orang tua mereka,” ungkap Arif.

BACA JUGA: Penurunan Kasus DBD di Kota Bengkulu, Dinkes: Hasil Kerja Sama Semua Pihak

Dinas Kesehatan Kota Bengkulu terus berupaya melakukan berbagai langkah strategis untuk menekan angka kasus DBD, Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain:

  1. Pembagian Abate: Pemerintah membagikan abate kepada masyarakat untuk membunuh jentik nyamuk di tempat-tempat penampungan air.
  2. Edukasi dan Sosialisasi: Melalui puskesmas dan kegiatan masyarakat, pemerintah gencar melakukan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat.
  3. Gotong Royong dan Kebersihan Lingkungan: Melibatkan masyarakat dalam kegiatan gotong royong untuk membersihkan lingkungan sekitar, sehingga dapat mengurangi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, penyebab DBD.
  4. Pengawasan dan Evaluasi: Melakukan pengawasan rutin dan evaluasi terhadap program pencegahan DBD yang telah dilaksanakan, untuk memastikan efektivitasnya dan melakukan perbaikan jika diperlukan. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *