Pemkot Bengkulu Pangkas Perjalanan Dinas Demi Efisiensi Anggaran

Pemangkasan Perjalanan Dinas
Foto: Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, (Ft/Dok).

Pemkot Bengkulu Pangkas Perjalanan Dinas Demi Efisiensi Anggaran

Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengambil langkah tepat dalam mengelola keuangan daerah. Demi menjaga efisiensi dan memastikan anggaran tersalurkan tepat sasaran, Pemkot Bengkulu secara resmi memangkas anggaran perjalanan dinas bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkot untuk memperkuat pembangunan infrastruktur, menekan pemborosan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung.

Langkah ini sejalan dengan instruksi pemerintah pusat yang mendorong daerah untuk melakukan efisiensi belanja negara. Pemerintah pusat menekankan agar penghematan anggaran digunakan untuk kegiatan yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat, seperti pembangunan fasilitas umum, perbaikan infrastruktur, dan program pengentasan masalah sosial.

||BACA JUGA: Dedy Wahyudi Genjot Infrastruktur dan Pariwisata Bengkulu Demi Ekonomi Daerah

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menjelaskan, keputusan memangkas anggaran perjalanan dinas bukan sekadar penghematan rutin, melainkan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam mengelola keuangan publik secara efektif.

“Anggaran hasil efisiensi akan dialihkan untuk program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegas Dedy saat ditemui di Balai Kota Bengkulu, Selasa (4/11).

||BACA JUGA: KUA-PPAS 2026 Disahkan, Dedy Wahyudi Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur

Menurutnya, selama ini sebagian belanja perjalanan dinas dinilai tidak memiliki dampak langsung terhadap pelayanan publik. Karena itu, kebijakan ini diambil agar setiap rupiah yang dikeluarkan bisa memberikan manfaat nyata bagi warga Kota Bengkulu.

“Program pembangunan fisik seperti jalan mulus, drainase, penerangan jalan, dan penataan kota menjadi prioritas utama kami. Semua diarahkan untuk mempercantik wajah kota sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat,” tambahnya.

Pemkot Bengkulu saat ini terus mempercepat program Jalan Mulus sebagai salah satu proyek unggulan yang telah memberikan dampak positif bagi mobilitas warga. Hingga triwulan terakhir tahun 2025, tercatat 27 titik jalan telah selesai diaspal, sementara beberapa ruas lainnya tengah dalam tahap pengerjaan.

||BACA JUGA: Dari Sadesahe hingga Sapo Suruh, Dedy Wahyudi Bangun Ketahanan dan Kemandirian Warga

Selain infrastruktur jalan, Pemkot juga memperluas pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) di berbagai titik strategis. Tujuannya, selain memperindah wajah kota pada malam hari, juga untuk meningkatkan keamanan warga.

“Dengan kota yang terang, aman, dan bebas genangan air, maka aktivitas masyarakat akan semakin lancar. Itulah arah pembangunan kita,” kata Dedy.

Di samping itu, Pemkot juga memperkuat program penanganan banjir melalui peningkatan sistem drainase di kawasan rawan genangan. Beberapa titik prioritas yang selama ini menjadi langganan banjir kini mulai menunjukkan perubahan positif berkat kerja cepat tim lapangan.

||BACA JUGA: Dedy Wahyudi: Dana Transfer Berkurang, Tapi Pelayanan Publik Tidak Boleh Turun

Wali Kota Dedy menegaskan, pengalihan anggaran hasil efisiensi perjalanan dinas akan difokuskan pada proyek-proyek strategis. Bukan hanya infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan pelayanan publik, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.

“Dana yang semula digunakan untuk perjalanan dinas akan dialihkan ke proyek yang langsung dinikmati masyarakat. Misalnya, perbaikan jalan lingkungan, drainase, hingga pembangunan sarana publik seperti taman kota dan ruang terbuka hijau,” jelasnya.

Dengan langkah ini, Pemkot berharap setiap program pembangunan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh warga, bukan hanya dalam bentuk proyek fisik, tapi juga peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan.

||BACA JUGA: Dedy Wahyudi: Ekonomi Harus Tetap Jalan Meski Status Hukum Berproses

“Intinya, penanganan banjir, jalan mulus, kota terang, dan penataan wajah kota menjadi prioritas kami,” tegas Dedy.

Sebagai bagian dari strategi memperkuat pelayanan publik, Wali Kota Dedy juga memberikan instruksi khusus kepada seluruh camat dan lurah se-Kota Bengkulu untuk lebih aktif di lapangan. Ia menekankan pentingnya pejabat wilayah turun langsung menemui masyarakat dan mendengarkan keluhan mereka.

“Camat dan lurah harus sering ke lapangan, berdialog dengan masyarakat, dan menyerap aspirasi mereka. Terutama soal infrastruktur, seperti jalan, drainase, dan penerangan. Mereka adalah ujung tombak pelayanan pemerintah di tingkat bawah,” tegasnya.

||BACA JUGA: Walikota Dedy Wahyudi Tegas Revitalisasi Pantai Panjang: Bongkar Lapak Liar, Wujudkan Wisata Tertib dan Indah

Dedy mengingatkan bahwa pembangunan yang berhasil tidak hanya diukur dari jumlah proyek yang selesai, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasa dilibatkan dan puas dengan hasilnya.

“Pemerintah tidak boleh jauh dari rakyat. Kita harus hadir, mendengar, dan segera bertindak terhadap persoalan yang ada di lapangan,” Lugas Dedy. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *