Pemkot Bengkulu Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue

Demam Berdarah
Foto: Ilustrasi

Pemkot Bengkulu Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue

KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU||  Pemerintah Kota Bengkulu aktif melakukan sosialisasi dan edukasi pencegahan demam berdarah dengue (DBD) untuk mencegah peningkatan kasus di wilayah tersebut. Kegiatan ini melibatkan berbagai cara, mulai dari penyuluhan langsung di puskesmas hingga pemanfaatan media sosial dan media massa.

Plt Kadis Kesehatan Kota Bengkulu, Joni Haryadi, mengimbau warga agar menghindari tidur di waktu-waktu yang berisiko tinggi, seperti pagi hari antara pukul 08.00 dan 11.00, karena periode ini merupakan waktu nyamuk penyebab DBD paling aktif.

BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Imbau Warga dalam Menghadapi Peningkatan Kasus DBD di Musim Pancaroba

“Untuk mencegah gigitan nyamuk, khususnya bagi yang memiliki bayi atau anak kecil, pastikan mereka tidur di dalam kelambu yang terpasang dengan baik,” ujar Joni Senin, (29/4/24).

Joni juga menekankan pentingnya menerapkan strategi ‘3M Plus’, yang meliputi Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang tempat penampungan air. Langkah-langkah ini penting karena nyamuk DBD berkembang biak di air bersih yang tergenang, tidak di air kotor.

BACA JUGA: Pencegahan dan Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) Berikut Rekemondasinya

“Mari kita pastikan bahwa semua tempat penampungan air seperti bak mandi dan ember selalu tertutup ketika tidak digunakan, Kita harus proaktif menghilangkan potensi tempat berkembang biak nyamuk dengan tidak membiarkan genangan air terbuka,” tegas Joni.

Langkah 3M Plus juga mencakup menanam tanaman pengusir nyamuk, memeriksa tempat penampungan air secara berkala, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan repellent atau obat nyamuk, memasang kawat nyamuk pada jendela dan ventilasi, serta mengorganisir gotong royong bersama warga untuk membersihkan lingkungan.

BACA JUGA: Dinkes Kota Bengkulu Ingatkan Masyarakat Waspada Terhadap DBD Selama Musim Hujan

Joni juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya mengenali gejala demam berdarah yang meliputi demam tinggi hingga 40 derajat Celsius, sakit kepala parah, nyeri otot dan sendi, serta nyeri di belakang mata.

“Apabila ada yang mengalami gejala ini, segera pergi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan dan pengobatan dini oleh petugas kesehatan,” pungkas Joni.

Dengan pendekatan ini, Pemerintah Kota Bengkulu berharap bisa menekan penyebaran DBD dan melindungi kesehatan masyarakat. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *