Pemkot Bengkulu Fokus Tekan Angka Stunting: Pembinaan Kader IMP dan PKB Jadi Langkah Utama

Angka stunting
Foto: Pj Walikota Bengkulu, Arif Gunadi.

Pemkot Bengkulu Fokus Tekan Angka Stunting: Pembinaan Kader IMP dan PKB Jadi Langkah Utama

KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu memusatkan perhatiannya untuk melakukan berbagai intervensi guna menekan angka stunting di Kota Bengkulu. Pemkot juga menggandeng seluruh unsur masyarakat dalam upaya percepatan penurunan angka stunting ini. Salah satu langkahnya adalah dengan meningkatkan pembinaan terhadap kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) dan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) di 9 Kecamatan, Kota Bengkulu, pada Jumat (22/12).

Puluhan kader IMP dan PKB turut serta dalam kegiatan pembinaan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB). Pj Walikota Bengkulu, Arif Gunadi, Pj Sekda Eka Rika Rino, Staf Ahli Pemkot I Made Ardana, dan Sekretaris DP3AP2KB Yasdewita turut hadir dalam acara ini.

BACA JUGA: Langkah Konkret Kecamatan Ratu Samban dan KUA dalam Pencegahan Stunting di Kota Bengkulu

Arif Gunadi, dalam sambutannya, menekankan pentingnya peran aktif para kader IMP dan PKB dalam mengatasi angka stunting di Kota Bengkulu. Penurunan angka stunting menjadi salah satu dari tiga program prioritas nasional, dan Presiden Joko Widodo menargetkan prevalensi stunting turun hingga 14 persen pada tahun 2024.

“Kami meminta peran serta kader IMP dan PKB dalam mensosialisasikan tentang stunting di tengah masyarakat, Beri mereka pemahaman terkait stunting dan pantau selalu keadaan masyarakat apabila ada yang terindikasi stunting,” ungkap Arif Gunadi.

BACA JUGA: Pemerintah Kota Bengkulu dan PKH Bersatu Percepatan Penanganan Stunting

Arif juga mengajak para kader IMP dan PKB untuk lebih peka terhadap indikasi stunting di tengah masyarakat. Ia berharap agar mereka dapat mendeteksi dini mulai dari calon pengantin (catin) di wilayahnya masing-masing. Selanjutnya, pemantauan perkembangan diawasi mulai dari pernikahan hingga persalinan, dan setelah melahirkan, anak-anak juga harus dipantau agar tidak mengalami stunting.

“Tolong juga dipantau perkembangannya mulai dari yang menikah hingga melahirkan, Setelah melahirkan dipantau juga anaknya agar tak stunting, Kita harus memaksimalkan beberapa upaya di tengah masyarakat untuk memastikan langkah penanganan stunting secara komprehensif,” jelasnya.

BACA JUGA: Evaluasi Penanggulangan Kemiskinan: PJ Walikota Pimpin Rakor Tim Penanggulangan Kemiskinan Kota Bengkulu

Arif berharap kader IMP dan PKB dapat menjadi mitra yang membantu Pemerintah dalam upaya menekan angka stunting di Kota Bengkulu. “Selama ini kader IMP dan PKB sudah sangat membantu, Kami berharap ini dapat ditingkatkan, pasalnya permasalahan ini tak akan tuntas tanpa keterlibatan seluruh unsur termasuk IMP dan PKB,” tambahnya.

Sebagai informasi, prevalensi stunting di Kota Bengkulu mengalami penurunan yang signifikan, dari 22,2 persen pada tahun 2021 menjadi 12,9 persen pada 2022, turun sebanyak 9,3 persen. Pemkot berharap bahwa penurunan ini dapat berlanjut pada tahun-tahun berikutnya hingga mencapai satu digit bahkan zero stunting. Keterlibatan aktif kader IMP dan PKB diharapkan dapat menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai target tersebut. (**)

Editor: (KB1) Share
Mangcek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *